Ginjal adalah salah satu organ vital yang dimiliki manusia. Setiap orang normal punya 2 buah ginjal yang terletak di dinding belakang rongga perut, di sisi kanan dan kiri tulang belakang. Tepatnya sih di bawah iga terakhir dan setinggi pinggang bagian atas. Wujud ginjal seperti kacang merah. Pada orang dewasa, ginjal seukuran sekepalan tangan orang dewasa dengan berat masing-masing sekitar 150 gram. 

1. Fungsi Ginjal = Penyaring Racun dalam Darah

I make pee… via http://www.pinterest.com

Iya-iya bener. Fungsi ginjal ialah menyaring dan mengeluarkan sisa-sisa racun yang ada di dalam tubuh melalui urin/ air seni. Tapi tunggu dulu, itu cuma salah satunya. Tuhan gak mencipta ginjal hanya untuk mengerjakan satu tugas. Ginjal berfungsi juga untuk mengatur keseimbangan air dan elektrolit, juga asam basa di dalam tubuh. Ginjal juga menghasilkan hormon eritropoietin. Hormon ini nantinya punya peran untuk membentuk sel darah merah, memproduksi vitamin D dan mengatur tekanan darah. Ukurannya sih emang kecil, letaknya di belakang bagian bawah tubuh pula. Tapi kita sama sekali gak boleh menyepelekan ginjal.

2. Tanda-tandanya Kalau Ginjal Mengalami Gangguan

Kidney Disease via http://www.kidney.org.au

Bukan tidak mungkin ginjal seseorang mengalami kerusakan. Berkurangnya fungsi ginjal ditandai dengan munculnya pembengkakan dalam tubuh, sesak nafas, mual dan muntah, dan gatal-gatal akibat ginjal tidak mampu menyaring racun. Gejala yang lain yang dapat timbul ialah seseorang pucat, lemas, dan tidak bersemangat karena kelamaan jomblo akibat berkurangnya hormon eritropoietin yang membuat kadar hemoglobin (sel darah merah) menurun.

Advertisement

Gangguan pada ginjal tidak mendadak muncul kayak mantan lewat pas udah nyaris move on. Selalu ada pertanda awal yang patut diwaspadai. Kalau kita atau keluarga kita pernah ada riwayat: diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung, atau jika dalam keluarga pernah ada yang dinyatakan sakit ginjal, maka kita kudu ekstra hati-hati. Bagaimana pun, resiko itu selalu ada.

3. Cari Tau Apakah Ginjalmu Normal Atau Bermasalah

Kidney Disease via http://www.dinandia.com

Cara paling sederhana untuk melihat adanya kelainan pada ginjal, selain membaca pertanda seperti yang dipaparkan di atas, adalah dengan memeriksa urin. Ginjal yang sehat akan memproduksi urin yang jernih. Tapi semua gejala ini kadang tidak bisa dianggap sebagai patokan. Sehingga perlu adanya tes laboratorium yang hasilnya lebih valid untuk dijadikan rujukan.

Tes Tekanan Darah

Tekanan darah yang tinggi (hipertensi merupakan penyebab paling umum dari penyakit gagal ginjal. Ukuran normal tekanan darah manusia berada pada nilai 120/80 mmHg. Kalau lebih dari itu, kamu harus hati-hati. Sebab kalau tidak dikontrol dengan baik, tekanan darah tinggi bukan saja berisiko terhadap gagal ginjal, tetapi juga penyakit jantung dan stroke. Uhmm…

Tes Urin

Dalam kondisi normal, seharusnya tidak ada protein albumin di dalam urin. Albumin Kreatini Ratio digunakan untuk mengukur jumlah kebocoran albumin ketika ginjal mengalami kerusakan. Nilai rujukan normal albumin dalam urin berkisar antara 0-8 mg/dl.

Tes Kreatinin

Kreatinin adalah produk limbah kimia yang berada dalam darah, limbah ini kemudian disaring oleh ginjal dan dibuang ke dalam urin. Tes kreatinin dipakai untuk melihat seberapa baik ginjal bekerja menyaring limbah tersebut. Nilai rujukan normal untuk kreatinin berbeda antara wanita dan pria. Pria memiliki kadar kreatinin normal sekitar 0,6-1,2 mg/dl, sedangkan nilai normal kreatinin pada wanita antara 0,5-1,1 mg/dl.

4. Penyakit Ginjal Dibagi Menjadi 2 Jenis: Akut dan Kronik

You Are Fail via http://www.clipartkid.com

Secara garis besar, penyakit gagal ginjal dikelompokkan menjadi 2 jenis: Gagal Ginjal Akut dan Gagal Ginjal Kronik.

Penyakit gagal ginjal akut adalah suatu kondisi yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal secara nyata dan cepat alias dadakan. GGA bisa disebabkan oleh penurunan suplai darah ke ginjal akibat adanya perdarahan. Bisa juga disebabkan adanya kelainan di dalam ginjal, atau akibat adanya sumbatan (seperti batu akik ginjal). Kalau penyebab-penyebab itu bisa segera diatasi, maka ginjal dapat kembali berfungsi normal alias sembuh.

Sedangkan penyakit gagal ginjal kronik adalah keadaan yang disebabkan oleh penurunan fungsi ginjal yang bersifat menahun dan berlangsung progresif. Gejala yang timbul tergantung dari fungsi ginjal yang tersisa, bisa berupa mual dan muntah, pucat dan lemas, anemia, gatal-gatal, pembengkakan bagian tubuh dan jumlah urin yang berkurang.

Ingat ya, GGA masih punya kemungkinan untuk sembuh. GGK masih punya kesempatan bertahan hidup dengan sehat. Kalau GGS buang ke laut aja.​

5. Stadium GGK Terbagi Menjadi 5 Tahap

Five Stages of Chronic Kidney Disease via http://www.pinterest.com

Ada lima stadium tingkat keparahan GGK. Pada stadium pertama, dapat ditangani dengan terapi kondisi penyerta, guna memperlambat progresivitas dan menurunkan resiko penyakit jantung. Evaluasi dan terapi tingkat lanjut diberikan jika pasien sudah sampai di stadium tiga. Kalau sudah masuk stadium 5 alias stadium akhir, maka dilakukan terapi pengganti ginjal (TPG).

Jadi walau sudah tiba di stadium akhir, tak berarti hidup langsung berakhir.

Di Indonesia diperkirakan terdapat 300.000 penderita GGK dan meningkat setiap tahunnya. Ini dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini penyakit GGK. Selain itu, penyakit GGK juga muncul akibat tidak sehatnya gaya hidup yang mayoritas dianut manusia modern, seperti sering begadang, mengkonsumsi junk food, merokok dan lain-lain.

6. Hemodialisis (HD) Alias Cuci Darah

Como Fungsiona la Hemodialisis via http://www.nefrologiamexico.com

Karena inti masalah GGK adalah menurunnya fungsi ginjal di dalam tubuh, maka yang dibutuhkan pasien adalah Terapi Pengganti Ginjal (TPG). Sampai saat ini ada 3 macam TPG.

Hemodialisis (HD) atau cuci darah adalah suatu terapi yang dilakukan di rumah sakit 2-3 kali dalam seminggu. Fungsi HD adalah untuk membersihkan racun-racun dalam tubuh. Fungsi lainnya adalah untuk mengeluarkan cairan yang berlebihan dari dalam tubuh. HD memang bertujuan menggantikan tugas ginjal yang sudah rusak.

Satu putaran HD membutuhkan 4-5 jam. Tangan pasien akan dibuat akses (Simino) untuk mengalirkan darah kotor ke mesin dialisis, dan untuk mengembalikan darah yang sudah bersih ke dalam tubuh. Terapi HD harus dilakukan terus-menerus. Ibaratnya, untuk terus bertahan hidup. HD pada dasarnya bukan terapi untuk menyembuhkan. Karena bagaimana pun ginjal aslinya kan sudah tidak berfungsi baik.

Apa rasanya ketika HD?

Nggak enak banget. HD pertamaku diisi dengan tangisan tiada henti (TM, cewek, 25 th)

Kayak kamu naik bis yang ugal-ugalan, kamu pusing, mual, teler (AC, cowok, 27 th)

Ketika HD dilakukan, banyak banget pantangan yang harus dipatuhi. Karbohidrat seperti: pasta, kentang, nasi, jagung, ubi. Sayur dan buah seperti: peterseli, seledri, buncis, bunga kol, daun pepaya, apel, alpukat. Protein hewani seperti: telur, udang, keju, ikan, hati ayam, daging kambing. Makanan berpengawet.

Hiks

7. Dialisis Peritoneal – Cuci Darah Tapi Nggak di Rumah Sakit

Kalau HD emang harus dilakukan di rumah sakit karena menggunakan mesin khusus. Nah, dialisis yang ini modelnya mandiri, santai, dan fleksibel. Namanya Dialisis Peritoneal atau cuci darah lewat perut). CA'PEDEH CAPD, Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis adalah tindakan yang dilakukan sendiri oleh pasien di rumah untuk membersihkan racun-racun dan mengeluarkan cairan yang berlebihan di dalam tubuh.

Yang dilakukan saat CAPD adalah mengeluarkan cairan dari dalam rongga perut, dan menggantinya dengan cairan baru. Cairan yang dipakai adalah cairan gula atau cairan jagung (extraneal). Jadi pada perut pasien akan dipasang kateter untuk jalan keluar dan jalan masuk cairan itu. Dalam CAPD, yang menjalankan fungsi sebagai filter adalah selaput rongga perut.

Penggantian cairan dilakukan sebanyak 3-4 kali dalam sehari. Satu putaran CAPD membutuhkan waktu setengah jam. Cairan harus diganti selama selang waktu 4-6 jam. Hati-hati, jangan sampai telat. Risiko kalau telat, racun yang sudah termuat dalam cairan yang lama, bisa terserap lagi ke dalam tubuh.

Ribet? Kalau baca teorinya sih ribet. Tapi CAPD jauh lebih fleksibel dari banyak aspek dari pada HD di rumah sakit. Kalau HD, kan mesti antri di rumah sakit, sedang CAPD nggak perlu antri. Kalau HD, pantangan makanannya banyak banget. Sedangkan CAPD hampir nggak ada pantangan yang aneh. Tapi ya tetep hati-hati mengkonsumsi junk food dan makanan berpengawet yang tidak sehat.

Walau fleksibel, CAPD tetap harus dilakukan secara steril. Steril alat dan tempatnya. Pakai masker bagi pasien atau pendamping yang membantu proses penggantian cairan. Dan satu lagi, sebisa mungkin CAPD tidak dilakukan di ruangan ber-AC.

8. Transplantasi / Cangkok Ginjal, Lalu Langsung Sembuh

Thank You So Much via http://www.iheartguts.com

Transplantasi atau cangkok ginjal adalah tindakan pemasangan ginjal donor ke dalam tubuh pasien melalui pembedahan. Ginjal baru tersebut akan bekerja mengeluarkan racun dan cairan berlebih dari dalam tubuh. Kalau sudah cangkok ginjal, seseorang bisa dibilang sembuh dari GGK.

Ginjal donor didapatkan dari pendonor hidup (bukan organ dari jenazah).

Yang berpotensi cocok sebagai pendonor, adalah keluarga dari pasien yang bersangkutan.

Sebenarnya masing-masing TPG saling melengkapi satu dengan lainnya. Selain itu juga disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial pasien. Maunya sih transplantasi, biar langsung sembuh, tapi itu butuh proses. Mencari donor tidak semudah membalikkan telapak tangan. Belum lagi biayanya, masih nangkring di kisaran setengah M. Itu sudah dibantu BPJS hingga separonya. Yang separonya ya tanggung sendiri.

9. Jadi, Jaga Baik-baik Ginjalmu Ya?!

Love Your Kidneys! via http://healthandlovepage.com

Coba tanya dokter, kiat-kiat apa saja yang bisa kita lakukan untuk menjaga ginjal supaya berfungsi dengan baik. Kalau males ke dokter, tanya mbah Gugel, dia juga tau kok tips-tips menjaga kesehatan ginjal. Intinya sih, terapkan gaya hidup sehat. Makan-makanan bergizi alami, rutin berolahraga, batasi konsumsi garam, jangan terlalu sering minum obat bila tak diperlukan, minum air putih secukupnya, jangan merokok, hindari narkotika dan alkohol.

Itulah seluk beluk penyakit ginjal. Banyak banget penderitanya, jadi banyak butuh pendonor. Tapi yah kalau terpaksa tak bisa jadi pendonor, jaga baik-baik ginjalmu. Biar kamu nggak nambah jumlah penderita penyakit ginjal di masa mendatang. Promise?