10 Kualitas yang Cuma Dimiliki Kamu Para Anak Bungsu dan Layak Dipertahankan Seumur Hidupmu

kelebihan dari anak bungsu

“Kamu anak keberapa dari berapa bersaudara sih?”
“Aku? Aku anak bungsu.”
“Oooh pantes…”
“……” Ini bukan pertama kalinya kamu mendengar tanggapan senada ‘oh pantes’ semacam itu.

Mungkin ‘manja, nakal, dan bengal’ adalah segelintir anggapan yang menghinggapi sosok para anak bungsu. Kamu yang juga merupakan anak terakhir mungkin mengerti perasaan itu, ketika sifat-sifat yang buruk nggak jarang diasosiasikan dengan menjadi anak bontot.

Advertisement

Tidak sedikit juga dari kamu yang menyerah dengan berbagai predikat yang dilekatkan pada status bungsu. Namun, meskipun begitu, apa kamu sadar bahwa menjadi anak terakhir sebenarnya memberimu banyak kualitas dan manfaat unik yang berbeda dari saudara-saudaramu?

1. Sekilas, kamu butuh banyak arahan dan bimbingan. Padahal sekalinya dapat arahan yang tepat, gen anak bungsu bisa membuatmu melesat dan berkembang

Terbiasa diayomi, bukan berarti kemampuanmu layak diragukan

Terbiasa diayomi, bukan berarti kemampuanmu layak diragukan via img.hipwee.com

Bertahun-tahun menjadi ‘ekor’ kamu merasa paling nyaman ketika mempelajari dari ajaran dan bimbingan seorang mentor alih-alih mengeksplore semuanya sendiri. Tapi sudah rahasia umum, jika ketika para anak bungsu telah mendapatkan teladan yang tepat akan sangat cepat melampaui kemampuan bahkan panutannya itu sendiri.

2. Tak seperti kebanyakan orang yang rikuh menikmati waktu sendiri, kesenangan tetap bisa kamu dapati. Gimana enggak? Kamu udah biasa ditinggal kakak-kakak pergi

friday-inspo-213

Kamu ahli menikmati waktumu dalam sendiri via tumblr.com

Ketika lingkup pergaulanmu masih harus banyak dihabiskan di sekitar rumah saja, belum ada sekolah dan yang lainnya, kamu sadar bahwa kebanyakan dari kakak-kakakmu tak bisa membagi perhatiannya denganmu. Mereka sudah lebih besar, mereka sudah punya teman dan dunianya sendiri. Meskipun sayang padamu, mereka lebih memilih bermain dengan sejawatnya yang lain.

Advertisement

Tapi itu menempamu untuk menjadi bocah yang mandiri dalam soal membawa diri dalam pergaulan sehari-hari. Bukan, bukan penyendiri… hanya saja kamu sangat piawai menikmati waktumu seorang diri. Tidak ada rasa ketergantungan harus dikawal atau ditemani setiap saat demi menikmati saat-saat yang menyenangkan.

Ingin shopping tanpa sahabat, tinggal berangkat. Hendak traveling tanpa kerabat, bukan penghambat. Just do it!

3. Tanpa adanya banyak tekanan akan harapan yang terlalu keras dari orangtua, kamu menjadi pribadi yang carefree… selalu berjiwa muda meskipun saat kamu sudah dewasa

tumblr_mmyoo1rCD71rhxsyeo1_500

‘Forever young’ menggambarkan dirimu via www.tumblr.com

“Loh aku nggak nyangka kita sepantaran, kamu selalu terlihat lebih muda!”

Selalu jadi yang paling kecil, paling belia dalam keluarga sedikit banyak mempengaruhi pola pikir dan pilihanmu dalam bergaya. Ada semburat harapan dalam dirimu untuk bisa selalu jadi muda selamanya.

4. Naluri untuk selalu diayomi menggerakkanmu dalam mencari teman. Tak asal berteman, kamu memilih mereka yang bisa diandalkan

3-friends-3-girls-happiness-love-favim-com-436579

Kamu merasa serasi dengan teman-teman yang senantiasa mengayomi via www.deviantart.com

Coba kamu perhatikan, saat memilih pergaulan apakah tanpa sadar kamu kerap memilih teman yang lebih tua darimu? Lebih berpengalaman darimu? Kakak angkatan, senior di pekerjaan, berkawan dengan mereka terlihat begitu natural bagi kamu yang bungsu.

Mungkin alasannya karena kalian merasa lebih at ease dan at home ketika membaur dengan mereka yang bisa dianalogikan sebagai kakak-kakakmu. Kebutuhan akan rasa sayang dan bimbingan selalu menarikmu ketika mencari teman. Akhirnya koneksimu tidak berhenti di teman sepantaran saja, tapi menyebar kemana-mana.

5. Selera berpakaianmu sederhana dan tak macam-macam. Terbiasa dapat lungsuran kakak malah membuatmu pintar memadukan pakaian

Kenakan agak longgar via hipwee.com

Memang sudah dimaklumi apabila semasa kecil kamu harus ikhlas menjadi kolektor baju lungsuran kakak-kakakmu. Untuk meringankan beban finansial orang tua dan memanfaatkan barang yang masih sangat layak tentu kamu harus berlapang dada.

Akhirnya kamu nggak mengerti kenapa sebuah fashion terkini harus selalu diikuti. Menurutmu nyaman, rapi dan sopan sudah memenuhi kebutuhan. Bukan berarti kamu nggak ngerti fashion atau berpenampilan sembarangan, kamu hanya tidak mainstream dan tidak pernah menjadi korban perkembangan mode.

6. Dalam sebuah hubungan, sering kali kamu bukan tipe yang gila mengumbar cinta dan perhatian, namun begitu tetap rasa sayangmu tetap tak berkurang. Perpaduan cuek dan manis ini jelas menarik hati

tumblr_mdtcu949jG1qdzu3do1_500

Cuek bukan berarti tidak sayang via www.pinterest.com

Jangan cepat cemburu dan khawatir bila kekasimu tergolong cuek saat membalas telepon atau pesan singkatmu. Sebab bisa jadi itu karena dia anak bungsu, yang terbiasa menerima perhatian dan memang pada dasarnya sering acuh tak acuh. Bukan berarti tidak sayang, namun ia hanya tidak pandai menunjukkan perhatiannya.

Selama masa anak-anak si bungsu selalu menjadi obyek curahan rasa sayang orang terdekatnya. Sehingga tidak mustahil bagi anak bontot untuk merasa tak terbiasa gantian menguarkan atensinya.

7. Meskipun cenderung cuek ketika menjalin hubungan cinta, kamu tetap suka dan mahir dalam menjadi pusat perhatian

600152_413864885316320_1397855060_n1

Senang menjadi perhatian via www.tumblr.com

Kembali lagi, kamu yang bungsu terbiasa menjadi pusat pencurahaan rasa cinta dan sayang dari orang tua dan kerabat. Mereka melihatmu sebagai anak malaikat kecil yang menggemaskan, memberi warna baru dalam kehidupan. Akhirnya setelah dewasa, kamu pun senang berada di pusat perhatian atau pandai membuat orang-orang terkesan. Menurutmu dikelilingi orang-orang yang menyayangimu rasanya sangat berarti.

8. Sebagai anak paling kecil di rumah, kelakuanmu sering dianggap imut dan lucu. Selera humor sebagai anak bungsu akan terus tertinggal di dirimu

Happy girl in front of yacht boat is laughing with closed eyes.

Selalu ceria, gemar bercanda dan mengundang tawa via www.shutterstock.com

Si bontot terkenal dengan kemampuan mereka menghibur dan mencerahkan suasana. Membawa canda dan tawa ke dalam rumah tangga Ayah dan Bunda. Menorehkan senyum di bibir sanak saudara. Maka tak heran kelihaiannya dalam bercengkrama terbawa hingga dewasa. Menjadi kamu yang bungsu teman yang tak hanya menggemaskan tapi juga jago melucu.

9.  Dibandingkan kakak-kakakmu, kamu punya keberanian mengejar mimpi tanpa takut gagal, Berani mengikuti suara hati tanpa ada rasa terganjal. Beban di bahu yang tak seberat kakak sulung memungkinkamu banyak menjajal

6181204029_4fbaf4dff2_o

Tak ada yang menghambatmu dalam meraih impian via angelguardian.mx

Tanggung jawab impian besar Ayah dan Ibu biasanya sudah dipikul oleh kakak-kakakmu, atau sudah ditunaikkan dengan baik oleh saudara-saudara yang lebih tua. Kamu pun mendapat kebebasan yang lebih lapang dibandingkan dengan si sulung dalam mengekspresikan hasrat dan impianmu.

Tak ada yang mengikatmu di tanah, kamu bebas melompat tinggi ke angkasa; meraih angan-anganmu tanpa tekanan, tanpa beban. Kamu tak takut akan resiko, berani mencoba dan bertekat baja. Bosan dibanding-bandingkan dengan saudara juga dapat menjadi pecut bagimu untuk berusaha lebih jauh dan lebih bagus.

10. Terlepas apapun yang kamu rasakan, kamu mencintai posisimu sebagai anak bungsu. Nggak terbayang rasanya terlahir jadi anak pertama atau anak pertama di tengah keluargamu

tumblr_nkvw5cYH351u88l7ro1_500

Bagaimanapun juga kamu tak ingin bertukar posisi dengan kakak-kakakmu sendiri via instagram.com

Setiap anak memiliki keuntungan dan kendalanya sendiri dalam posisi mereka masing-masing. Sulung dan tengah juga punya kelebihan dan rintangannya, kamu si bungsu juga begitu. Namun karena sudah sejak lahir meresapi peranmu sebagai anak terakhir dengan segala lika-likunya, kamu sudah merasa nyaman dengan semuanya. Nggak kebayang bagimu untuk menggantikan posisi kakak pertama atau keduamu.

Jadi bagaimana, wahai kamu-kamu yang anak bungsu? Tak ada yang perlu disesali dari statusmu sebagai anak terakhir, bukan? Kamu punya segenap keuntungan dan keahlian yang terasah dari pengalamanmu selama bertahun-tahun menjadi si bontot. Kamu tetap punya tempat istimewa tak tergantikan di dalam hati orang tua dan kakak-kakakmu tersayang.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

This species is an adventurous, curious, hilarious, fast furious, doyan churros type of person.

97 Comments

  1. jadi anak bungsu itu mengusung tagline “forever young” kalo bagi saya loh yah

    selalu jadi yang paling kecil meskipun menurut umur bukan anak kecil lagi
    selalu jadi bahan pembicaraan (dibaca:becandaan) waktu kumpul keluarga ketika bahan becandaan udah mulai habis

    waktu kecil udah pasti selalu jd anak bawang dan anak yg dilemparkan kesalahan
    (kita cuma kasih muka cengo’ lalu bertanya “kenapa harus aku ka??”)

    jadi yang paling sok tahu, sok berani dan paling bengal

    padahal kalo udah mentok juga ujung-ujungnya mesem-mesem manja sm kaka-kaka
    mohon bala bantuannya hehehe

    tapi pada akhirnya harus pulang buat bikin kaka-kaka enggak kuatir lg (dibaca:berhenti nyeramahin)

    kita yang anak bungsu (dengan kaka-kaka yang lebih dari 2) tahu banget bersikap cuek lalu kemudian jd anak paling manis

    paham banget deh perpolitikan jinak-jinak merpati atau ilmu tarik ulur layangan
    soalnya udah banyak pengalaman ditipu sama kaka-kaka diatas kita hehehe

    bagi kita, kaka-kaka itu patokan
    kita cuma mikir sejuta langkah buat bisa sampe ke patokan (baik) itu..

    diajarin nyanyi, diajarin ngebantah, diajarin nipu, diajarin main, diajarin pelajaran sekolah, sampe diajarin nilai kehidupan

    kita itu saksi, pemerhati, peniru, dan penyimpan kebusukan kaka kaka kita wkwkwkk
    termasuk yang baik-baiknya dari mereka (tanpa mereka sadari) sangat kita kagumi

    kamu enggak bakal menyesal deh pertahanin anak bungsu
    dia tahu banget gimana mengikuti tuntunan, menolak perintah (yang enggak masuk diakal dia) dan membuat kamu terus merindu

    ya mau gimana udah jadi takdir kita si bungsu sih? wkwkwkwkwkwkk

  2. Sam Rick berkata:

    sebagai anak bungsu, sebenarnya saya juga ingin punya adik. tapi apa daya ayah dan ibu mengikuti program KB, 4 anak cukup !!

  3. anak bungsu tuh sering dapat “baju turunan” dari kakak2nya.. apa-apa serba dikasih sampe-sampe pengen rasain namanya belanja pake duit sendiri.. tapi ujung-ujungnya tetap ngelirik baju kakak atau barang2 milik kakak.. hahahah #foreveryoung #youngandfree

  4. Gak mesti ah, gak tau cuma di keluargaku apa gak, tp aku malah ngerasa kyk anak sulung, harapan orang tua kena di aku, mungkin karena saudara atas pada hopeless

CLOSE