Menjalani hidup sebagai jomblo di zaman sekarang boleh dibilang nggak mudah. Status sendiri seringkali menjadi olok-olokan orang lain, mengaitkan dengan jelek, nggak laku, sampai nggak normal. Yang lebih parah lagi, olok-olokan semacam itu acap kali keluar dari ucapan temanmu sendiri.

Saking kesalnya kamu sampai berpikir memangnya kenapa sih kalau jomblo? Toh nggak melanggar hukum juga. Status single atau jomblo ini acapkali dikaitkan dengan kesialan nasib. Padahal kan belum tentu status kesendirian itu karena nasib, sebab banyak pula orang yang memang memilih menjadi jomblo karena prinsip seumur hidupnya. Nah untuk meluruskan itu semua, kali ini Hipwee akan mengulas tentang 6 hal di balik dia yang betah hidup tanpa pasangan.

1. Latar belakang keluarga yang nggak pernah membicarakan masalah percintaan di dalam rumah memengaruhi sikapmu untuk single atau berpacaran

Budaya keluarga berpengaruh via www.unsplash.com

Advertisement

Nggak bisa dipungkiri bahwa budaya dalam rumah memengaruhi perilaku seseorang dalam keseharian, termasuk dalam urusan percintaan. Mereka yang memilih untuk single atau berpikir bahwa hidup nggak harus pacaran (langsung menikah) boleh jadi disebabkan orang tuanya mendidiknya dengan cara semacam itu.

Sederhananya, boleh jadi persoalan cinta yang nggak menjadi obrolan utama dalam keseharian dalam keluarga menggiring pemahaman bahwa manifestasi cinta nggak harus selalu diwujudkan dengan pacaran. Langsung menikah sah-sah saja bukan? Kamu begini juga nggak?

2. Kamu sudah banyak melihat kesengsaran orang karena cinta. Karena itu ada ketakutan tersendiri yang diam-diam terpikir soal jatuh cinta dan pacaran

Takut terluka via www.unsplash.com

Selain itu, barangkali prinsip nggak berpacaran yang sedang kamu yakini sekarang ini dipengaruhi oleh pengalaman hidupmu yang telah banyak melihat orang yang menderita karena cinta. Kisah buruk yang mungkin kamu dapatkan dari teman, saudara, atau bahkan orang tua ini sudah terlanjur membuatmu takut untuk menjalani sebuah hubungan.

3. Barangkali kamu sudah pernah jatuh cinta dan dekat dengan seseorang, tapi sayangnya kandas sebelum hubungan kalian sampai pada komitmen pacaran

Pernah terluka via www.unsplash.com

Advertisement

Kamu yang memutuskan untuk nggak berpacaran mungkin juga disebabkan karena pernah punya pengalaman buruk tentang cinta. Barangkali dulu kamu pernah berhubungan seseorang dan jatuh cinta, tapi sebelum cinta itu berbalas, hubunganmu kandas hingga meninggalkan luka dalam dada.

Pengalaman buruk inilah secara nggak langsung memengaruhi keberanianmu untuk menjalani sebuah hubungan. Karena tahu rasanya disakiti menjadi takut untuk kisah itu terulang lagi, dan kamu juga nggak mau menyakiti.

4. Kamu punya prinsip nggak pacaran, karena khawatir terjerembab melakukan hal-hal yang nggak ingin dilakukan sebelum menikah

Prinsip via www.unsplash.com

Nggak bisa dipungkiri bahwa ada imbauan untuk menjaga jarak dengan lawan jenis sebelum menikah di beberapa keyakinan. Boleh jadi inilah yang menjadi salah satu latar belakangmu sampai sekarang memutukan untuk menjadi single atau jomblo. Memang sih ini semua tergantung seberapa positif mereka menjalani hubungan pacaran, tapi bagimu mending menahan diri sampai pernikahan sebab silap bisa datang kapan saja.

5. Karena itu kamu dicap sok alim, tapi dirimu tetap kukuh dalam pendirian. Lebih baik nggak pacaran daripada silap lalu menyesal seumur hidup

Daripada menyesal via www.unsplash.com

Atas sikap yang dipengaruhi keyakinan beragama ini kamu menjadi sering dianggap sok alim, idealis, sampai diejek ‘alah bilang aja nggak normal’. Tapi segala anggapan negatif yang teralamatkan nggak membuat sikapmu untuk nggak pacaran goyah. Kamu nggak berani mengambil resiko pacaran, sebab daripada sebuah kesilapan terjadi lalu membuat semuanya terkena dampak dari perbuatanmu, lebih baik nggak sama sekali.

6. Kamu juga ingin membuktikan belum pernah pacaran bukan berarti nggak laku atau nggak normal. Melainkan karena prinsip semata

Buktikan dengan pernikahan via www.unsplash.com

Atas segala olokan pedas yang disalah-alamatkan, kamu bertekad untuk membuktikan bahwa tuduhan mereka salah. Pada saatnya nanti kamu akan membuktikan semuanya dengan pernikahan supaya tuduhan nggak laku, nggak normal, dan lain-lain terbantahkan semuanya. Kamu percaya akan hal itu. Kamu akan membuktikan bahwa alasan kamu nggak pacaran ini semata-mata karena prinsip bukan nasib.

Itulah beberapa alasan mengapa ada orang betah nggak pacaran. Dari uraian di atas semoga mereka yang suka mengolok para jomblo tersadar dan berhenti. Sebab nggak selalu orang yang single atau jomblo karena jelek, nggak laku, nggak normal. Banyak faktor yang memengaruhi keputusan seseorang untuk memilih berpacaran atau nggak –sebagaimana yang telah diuraikan di atas. Semoga tercerahkan, ya!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya