Rumah tak hanya bangunan tempat berteduh. Tapi jauh lebih dalam lagi, rumah jadi tempat kamu merasa nyaman dan beristirahat dari segala peluh. Dan bagimu, senyaman-nyamannya rumah itu kampung halamanmu sendiri. Bukan, bukannya rumah yang kamu tempati di perantauan saat ini rasanya tak nyaman sekali. Kamu bahkan sudah betah dan ingin selamanya tinggal di perantauan. Namun entah kenapa, kampung halaman selalu berhasil mencuri perhatianmu untuk lekas kembali.

Mungkin hal-hal di bawah ini akan membantumu mencari jawaban, jika ada seseorang yang bertanya kenapa sih kampung halaman selalu buatmu ingin kembali?

1. Di sana terdapat sepetak rumah tempatmu tumbuh dan merasakan hangatnya kasih sayang keluarga dengan utuh

Sepetak rumah yang penuh kenangan via unsplash.com

Advertisement

Ingatkah bagaimana kamarmu waktu kecil dulu? Tempatmu dan adik-adikmu tidur berhimpitan, karena hanya ada satu buah kamar di rumah. Atau ingatkah kamu bagaimana ruang keluarga yang selalu ramai kala senja tiba? Meski bangunannya tak seluas rumahmu yang sekarang, rumah masa kecilmu ini menjadi saksi dimana kamu tumbuh dan merasakan hangatnya kasih sayang di dalamnya. Tempat dimana diam-diam ibu menciummu puncak kepala kala kamu telah terlelap. Tempat kamu dan adik-adikmu menyambut ayah sepulang bekerja dari luar kota.

2. Setiap sudut kampung halaman punya arti bagi masa kecilmu. Ah, mengingatnya saja bikin kamu rindu

Gudangmu akan masa kecil yang bahagia via unsplash.com

Saat kecil dulu, kamu pasti punya sudut favorit di kampung halaman. Tempat kamu dan teman-teman kerap berkumpul dan merencanakan kenakalan khas anak kecil seperti yang lainnya. Bisa tempat ronda di kompleks perumahan, lapangan olahraga di dekat rumah, sampai rumah pohon di salah satu kebun tetangga. Cerita dan kenangan masa kecil yang terjadi di kampung halamanmu itulah yang sampai saat ini masih terkenang dan tak akan bisa tergantikan.

3. Masa transisimu menuju remaja juga terjadi di sana. Mungkin di sanalah tempatmu merasakan ajaibnya cinta pertama

Tempatmu merasa ajaibnya cinta untuk pertama kalinya via unsplash.com

Di tanah itu, kamu juga mengalami banyak proses transisi. Salah satunya transisimu menuju remaja. Keluarga dan lingkungan di sekitarmu tak pernah lelah mengajari bagaimana bersikap lebih baik pada sesama. Di sana juga kamu merasakan apa yang disebut sebagai cinta pertama. Ingatkah kamu betapa ajaibnya saat kamu merasakan debar-debar aneh di dalam dada? Atau ingatkah kamu bagaimana kikuknya saat ada teman ‘spesial’ yang main ke rumah untuk meminjam catatan PR sekolah? Ah, masa-masa itu pasti kamu ingat dan bikin senyum-senyum sendiri sampai saat ini.

4. Makanan khas kampung halaman juga berperan buatmu nyaman di sana. Meski hanya sederhana tapi rasanya selalu juara!

Ah, makanannya selalu bikin nyaman via unsplash.com

Advertisement

Kampung halaman memang tempat paling nyaman. Menjadi semakin nyaman saat kamu menyantap makanan khas kampung halaman. Meski hanya berupa makanan sederhana atau jajanan yang harganya masih murah saja, hatimu tetap saja tak hentinya merasa jatuh cinta. Ada kalanya, kamu merindukan kampung halaman ini karena makanan khasnya. Bahkan pernah suatu kali kamu pulang ke sini hanya untuk menyuntikkan semangat dengan menyantap si sederhana tapi juara ini.

5. Di sana kamu bisa sepenuhnya menjadi diri sendiri. Tak perlu pasang topeng karena jabatan yang kadang membebani

Kamu bisa nyaman jadi diri sendiri di sana via unsplash.com

Saat di perantauan, personal branding adalah hal yang harus kamu lakukan. Hal itu tak lain untuk menjaga nama baikmu karena jabatan yang selama ini kamu emban. Kadang kamu merasa capek sendiri dengan hal ini. Sebab ada kalanya kamu ingin menjadi manusia biasa, tanpa embel-embel jabatan yang kadang bikin lelah ini. Dan hanya di kampung halaman kamu bisa menjadi diri sendiri. Di sana kamu bisa menanggalkan topeng jabatan yang melelahkan. Orang-orang di sekitarmu juga mengenalmu dengan pribadimu yang sesungguhnya. Bukan hanya kamu yang punya jabatan dan perlu dihormati.

6. Dan yang terpenting, di kampung halaman ada ayah dan ibu yang senantiasa menunggu kepulanganmu

Dua orang ini yang membuat kampung halaman semakin nyaman via unsplash.com

Terlepas dari hal-hal yang bikin kamu nyaman parah, ada satu hal paling penting yang buatmu semakin rindu rumah. Iya, ada bapak dan ibumu yang senantiasa menunggumu pulang ke rumah. Meski kamu sudah bukan anak kecil lagi, bapak dan ibu tetap hangat menyambut kepulanganmu layaknya saat kecil dulu. Dipeluk dan diciumnya kamu. Dibuatkannya makanan kesukaanmu padahal kamu tak meminta sebelumnya. Kehangatan rumah dengan bapak dan ibu di dalamnya inilah yang buatmu mati-matian menempatkan kampung halaman sebagai cinta pertama. Tempat ternyaman di muka bumi yang pernah kamu tinggali.

Hidup terus berjalan. Kamu juga tak bisa selamanya tinggal di kampung halaman. Ada rezeki yang harus dicari dan keluarga kecil yang perlu diayomi di perantauan. Tanggungjawab dan kewajibanmu juga kini berada di perantauan. Namun, hal itu tak bisa menggeser posisi kampung halaman di hatimu. Kampung halaman dan segala kenangannya, tetap menjadi hal yang buatmu nyaman dan ingin segera kembali.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya