Teman 1 : Eh ayo foto bareng mumpung kafenya lucu nih

Kamu  : Haduh harus banget ya tiap pindah tempat makan pakai foto segala

Cekrek cekrek…

Teman 2 :Eh bentar-bentar, pakai kamera gue dong sekarang

Kamu  : Udah di share di grup wa aja fotonya yang tadi

Cekrek cekrek….

Kamu : kapan ini selesainyaa..

Apa kamu termasuk golongan manusia yang gagal paham kenapa orang-orang kekinian sekarang suka banget sama foto-foto atau bernarsis ria? Tidak jarang kamu merasa sebagai minoritas diantara teman-temanmu yang selalu PD berpose di depan kamera. Tapi tiap dari kamu pasti memiliki alasan yang berbeda-beda untuk selalu menghindari kamera. Ada yang sekedar jaga image sok cool-nya jadi harus misterius dan gak terfoto, lebih berada di belakang kamera, sampai yang benci berfoto karena selama ini tidak suka lihat hasil foto yang terjepret alias tidak tahan lihat muka sendiri.

Apapun alasanmu enggan bergaya di depan kamera, pastikan kamu mengerti faedah dari kegiatan yang seringkali  kamu cemooh dengan sebutan ‘narsis’. Sebelum buru-buru menghindar atau membenamkan muka dalam tangan untuk mensensor diri sendiri dari kebersamaan dengan teman-temanmu, pikirkanlah makna tersendiri dari kegiatan mengabadikan momen lewat gambar yang seringkali kamu sepelekan ini.

1. Karena setiap momen tak akan bisa terulang, sayang kalau kamu tak ambil bagian di dalamnya. Meski penampilanmu saat itu lagi nggak banget

Sejelek apapun mukamu di foto ini, di esok hari pasti  jadi memori berharga via 1mhowto.com

Banyak dari kamu yang malas untuk difoto dalam keadaan yang nggak banget. Entah rambut lagi lepek, kerudung berantakan, atau karena lagi nggak pakai make up. Pokoknya kamu malas difoto kalau lagi jelek. Buat kamu yang terbilang perfeksionis seperti itu, cobalah untuk mensugesti diri bahwa tidak selamanya kamu harus tampil maksimal di setiap foto.

Advertisement

Misalnya, kamu datang ke wisuda teman dalam keadaan kucel lantaran naik angkutan umum, masa iya kamu jadi enggan berfoto hanya karena itu? Sayang banget karena momen wisuda temanmu itu hanya sekali dalam hidupnya. Nggak bakal terulang lagi. Sudah, sesekali berfoto dalam keadaan jelek itu tidak apa-apa, toh itu bakal bikin ketawa setiap kamu dan temanmu mengingatnya.

2. Kamu mungkin merasa nggak nyaman jika fotomu dilihat orang, khawatir mereka bakal mengulik sisi jelekmu. Guys, yakinlah, itu hanya ketakutan di kepalamu saja…

Asal kamu selalu jadi dirimu sendiri disampingnya, tidak perlu khawatir dengan hasil jepretan mukamu via elitedaily.com

Ini mungkin yang bikin kamu merasa malas untuk berfoto ramai-ramai. Apalagi kalau hasilnya ditag ke akun facebookmu. Kekhawatiran langsung menghinggapimu. Kamu khawatir kalau orang lain yang melihat foto yang ada kamunya bakal menyoroti kekuranganmu. Entah ekspresimu atau penampilanmu secara keseluruhan. Hmm, kalau kamu sampai sebegitu khawatirnya, kamu perlu melatih diri untuk lebih berpikir positif bahwa nggak semua orang memperhatikanmu sedetail itu kok. Kalau pun mereka mengejek penampilanmu di foto, itu hanya sebatas candaan semata.

3. Mungkin selama ini kamu justru lebih nyaman berselfie sendirian lantaran merasa dapat memegang kontrol penuh terhadap hasil jepretanmu. Tapi ekspresi lepasmu bersama-sama temanmu juga layak untuk diabadikan

Selama ini kamu lebih nyaman selfie. via www.huffingtonpost.com

Entah mengapa, kamu mungkin merasa lebih percaya diri dan nyaman kalau berselfie sendirian. Bisa jadi itu berarti kamu tipe orang yang harus memegang kontrol terhadap image dirimu. Kamu harus berkali-kali melihat hasil jepretan itu sebelum akhirnya berani memutuskan apakah foto itu layak merepresentasikan dirimu di laman Facebook atau Instagram-mu. Tapi sebenarnya di jaman dimana foto tidak lagi harus dicetak di ruang gelap, hampir semua orang memiliki kebiasaan itu. Jangan sampai kebiasaan itu sampai membuatmu takut atau malas jika harus mengambil foto bersama-sama. Masa kamu mau anak-anak dan cucumu mengira kamu orang yang anti-sosial, saking tidak adanya foto bersama teman-temanmu.

4. Siapa tahu fotomu yang ditag temanmu di Facebook bikin seseorang yang melihatnya jatuh hati sama kamu. Jaman sekarang foto itu efektif banget untuk menyambung hati

Siapa tahu ada yang melihat fotomu dan jatuh hati. via www.businessinsider.com.au

Bisa jadi kamu selama ini jomblo karena jarang upload fotomu sendiri di media sosial. Karenanya kamu perlu sering-sering foto sendiri dan ramai-ramai bareng teman. Siapa tahu ketika salah seorang temanmu mentag foto tersebut ke akun Facebook-mu, ada seseorang di luar sana yang terpikat dan jatuh hati. Kamu mungkin masih nggak percaya kalau foto ternyata bisa mendekatkanmu dengan jodoh yang selama ini kamu cari. Jadi, mulai sekarang jangan malas lagi ya buat difoto!

5. Kamu mungkin ngerasa kalau fotomu bukan hal yang berharga. Tapi mana tahun 10 tahun ke depan kamu bakal jadi orang sukses?

Minta orang lain saja untuk memotret kalian via www.walldevil.com

Ngapain sih pakai foto-foto segala?

Males ah, nggak penting.

Yaudah, gue aja sini yang foto

Apa kamu juga sering suka rela jadi tukang foto saking malasnya berpose di depan kamera? Selama ini kamu mungkin merasa kalau kegiatan berfoto dan fotomu sendiri adalah hal yang tidak berharga. Bahwa fotomu tak akan menjadi hal yang bernilai. Jika benar demikian tandanya kamu belum menyadari betapa berharganya dirimu. Kita memang nggak pernah bisa menebak apa yang akan terjadi di masa mendatang. Tapi, nggak ada yang tahu kalau ke depannya kamu bakal menjadi pribadi yang lebih sukses dari sekarang. Siapa tahu 10 ke depan, akan ada banyak orang yang berlomba mencari fotomu.

Jangan sia-siakan juga kesempatan untuk berfoto bersama temanmu. Sebaliknya, kelak bisa jadi temanmu itu bakal jadi orang sukses dan kamu membutuhkan bantuannya. Nah, foto kebersamaanmu dengannya di waktu lalu bisa jadi bukti bahwa kamu benar temannya. Tuh, jangan sepelekan makna dari foto rame-rame ya.

6. Kamu hidup hanya sekali di dunia ini, masa iyah kamu enggan meninggalkan jejak sedikitpun yang memungkinkanmu untuk dikenang?

Masa iya kamu nggak meninggalkan apa pun untuk dikenang? via www.pinterest.com

Seseorang meninggalkan jejak bisa dengan sebuah tulisan. Lalu bagaimana dengan kamu yang nggak suka menulis? Adakah hal lain yang bisa dikenang oleh teman dekatmu tentangmu? Ternyata jawabannya adalah sederhana, yakni foto. Nanti, ketika kamu sudah tak lagi berada di dunia ini, setidaknya kamu menyisakan fotomu yang berharga untuk dikenang oleh teman-teman dan orang terdekatmu.

Semoga kamu tidak malas lagi buat berfoto ya, Say cheese…. 🙂

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!