Senja sore itu terasa lebih kelam, tak ada semburat oranye, yang ada hanya arak-arakan awan hitam. Langit seperti tahu apa yang sedang bergejolak di dalam perasaan serta pikiranmu. Pengumuman tadi jadi pencetus utama kamu merasa terpuruk saat ini. Entah seberapa panjang ingatanmu tentang semua usaha yang kamu lakukan sebelumnya. Tapi yang pasti sekarang kamu merasa semua usaha itu hancur berkeping-keping.

Kamu menghela napas, ternyata rasanya gagal seperti ini. Lebih menyesakkan daripada sakit hati diputusin pacar. Tapi bukankah sakit hati pun kelak akan kembali membaik. Apakah kegagalan ini pun demikian? Seperti nasehat para tetua, supaya kamu tak takut dengan kegagalan. Sebab kata mereka, kegagalan itu keberhasilan yang tertunda.

Tapi apa iya di balik kalimat yang rasanya seperti angin surga itu benar ada kebaikan yang bisa diambil olehmu. Setidaknya dari sana ada beberapa hal yang bisa meyakinkan dirimu, jika gagal itu bukan akhir dari segalanya. Jika gagal bukan berarti usahamu tak cukup baik. Tapi gagal itu seperti yang terurai di artikel kali ini….

1. Sukses ada prosesnya. Bisa jadi salah satunya itu kegagalan yang lebih dulu menyapa

Ada prosesnya via unsplash.com

Jangan pikir sukses itu seperti masuk ke dalam pintu ke mana saja Doraemon. Bisa lekas sampai ke tujuanmu tanpa perlu bersusah payah berjalan, berdesakkan dengan orang lain di kendaraan umum, atau merasakan kemacetan yang bisa berjam-jam lamanya. Sukses atau keberhasilan itu perlu proses yang kamu, mereka dan kita semua tak pernah tahu seperti apa jalannya. Bisa jadi lebih mudah dari yang kamu bayangkan dan khawatirkan. Bisa jadi justru lebih sulit, karena kamu harus disapa terlebih dahulu dengan kegagalan yang mungkin saja tak hanya sekali atau dua kali.

Advertisement

Sebab gagal pun bagian dari proses yang akan membimbingmu ke arah keberhasilan, seandainya saja kamu memandangnya dengan kacamata lebih luas.

2. Gagal memang tak pernah enak, tapi setidaknya ini mengasah mental dan buatmu belajar letak kekurangan dirimu sendiri

Hikmah dari gagal via unsplash.com

Apa yang kurang dari usahaku? Kenapa bisa aku gagal lagi?

Semua orang termasuk kamu tahu gagal itu sama sekali tak menyenangkan. Perasaan serta pikiranmu seolah diamuk badai, berantakan tak karuan. Rasa kesal dan sedih berkomplot membuatmu murung seorang diri. Sedangkan prasangka yang kurang baik membuatmu semakin menyalahkan serta menyesali keadaan ini.

Padahal, kalau saja kamu berusaha meredam egomu sendiri, kegagalan ini ibarat durian yang kulitnya tajam dan bisa saja meluakaimu. Tapi di dalamnya siapa yang tahu terisi buah yang punya karekter rasa sangat kuat. Persis seperti kamu yang kalau saja membuka tabir kegagalan ini, pastinya akan ada pelajaran baru yang dirimu dapat untuk menguatkan mentalmu sendiri. Pelajaran yang juga mengingatkanmu untuk bercermin lagi, dan mencari tahu di mana letak kekuranganmu.

Bukankah tak ada kegagalan yang datang tanpa sebab? Mungkin saja memang ada usaha yang terlewatkan olehmu.

3. Kalau saja keberhasilan mudah di dapat, pasti banyak orang yang menggampangkan semuanya

Tak menggampangkan via www.logancoleblog.com

Ah, rejeki mah nggak kemana!

Kegagalan membuatmu paham keberadaannya di kehidupan ini memang untuk mengimbangi pandangan seperti itu. Supaya orang tak menggampangkan datangnya rezeki atau suatu keberhasilan layaknya hujan yang jatuh dari langit. Supaya orang pun percaya, keberhasilan itu sekumpulan kerja keras untuk melewati kesulitan demi kesulitan, dan salah satunya kesulitannya ya kegagalanmu ini.

4. Kegagalan buatmu paham, bahwa konsep instan di semua hal itu cuma omong kosong belaka

Nggak ada yang Instan via unsplash.com

Orang berpikir ajang pencarian idola itu proses instan untuk menjadi sukses. Padahal untuk bisa lolos di dalam ajang itu, semua orang berjuang semampunya dalam menampilkan kualitas terbaik dirinya.

Sebelum kamu mulai berburuk sangka atau mempertanyakan kegagalan ini lagi. Coba pikirkan mengenai konsep instan yang dewasa ini berkembang dengan pesatnya. Apa iya mereka yang ikut ajang-ajang pencarian idola itu tak berjuang dan melewati gagal sebelum akhirnya lolos? Kamu tak pernah tahu usaha apa yang sudah dijalani orang lain, begitu pun mereka yang tak pernah tahu jatuh bangun yang dialami olehmu.

Jadi memang konsep instan itu hanya omong kosong belaka. Bahkan makanan instan yang kalian makan, perlu proses untuk bisa diperjual-belikan.

5. Kelak kegagalan ini jadi cerita yang menginspirasi orang lain bahkan generasi setelahmu nanti

Menginspirasi orang lain via www.logancoleblog.com

Nak, untuk bisa hidup enak seperti sekarang ini. Bapak-ibumu harus bekerja keras terlebih dahulu, termasuk mencicipi kegagalan.

Kamu tahu Einstein si ilmuwan terkemuka itu saja pernah menemui kegagalan, dan kenyataannya sampai sekarang dia selalu menjadi tokoh yang menginspirasi. Tak perlu jauh-jauh, lihat sekelilingmu bisa jadi orangtuamu, paman atau bibimu yang punya kisah gagal tapi justru menginspirasi orang lain termasuk kamu.

Sudahlah anggap saja kegagalan ini cerita menarik yang kelak bisa kamu bagikan ke orang lain, bahkan anak-anakmu nanti. Supaya mereka pun belajar, bahwa dihidup ini keberhasilan itu sepaket dengan kegagalan. Selalu ada kemungkinan untuk merasakan keduanya. Dari kisah gagalmu ini mereka akan belajar memandang kegagalan dengan pemikiran yang lebih terbuka dan tegar.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya