Membalas Curhatmu: Hal yang Terlambat Disadari, Mau Ikhlas atau Terus Disesali?

penyesalan terlambat

Selama pandemi, sebagian dari kita jadi lebih punya banyak waktu untuk berdiam diri dan memikirkan segala hal yang sudah lewat serta merencanakan masa depan. Selama itu, mungkin suka tiba-tiba muncul sekelibat bayangan kesalahan di masa lalu atau hal yang baru kamu sadari saat ini, mungkin kesempatan yang terlewat mungkin juga kebodohan di masa itu. Kini, saat sudah sadar, ada beberapa yang memilih ikhlas namun tak sedikit pula yang masih berkubang di penyesalan.

Advertisement

Melalui Miscur edisi 25 Juni 2020 semalam, tema ‘Hal yang Terlambat Kusadari’ diangkat agar banyak yang bisa belajar dari pengalaman orang lain lalu akhirnya tak mengalami keterlambatan yang sama. Kita simak yuk apa saja cerita mereka!

1. Kurang tekun saat sekolah dan kuliah memaksa seseorang  menerima kenyataan bahwa satu per satu teman seangkatan sudah lulus sidang

Sudah pada lulus/ Credit: Freepik via www.freepik.com

Walaupun mungkin jadwal dan target sudah dibuat, namun kecepatan menyelesaikan skripsi tergantung kita sendiri. Awalnya mungkin hal ini membuai karena tak ada lagi jam formal seperti saat kuliah biasanya, toh lebih enak nonton drama Korea. Akan tetapi, waktu mulai berjalan dan satu per satu story di Instagram teman-teman isinya unggahan bahwa mereka sudah lulus sidang.

Penyesalan mulai datang, namun hal ini hanya akan makin menghambat kelulusan jika tugas dan skripsi nekat diabaikan. Akhirnya tumpukan tugas itu perlu dikerjakan, pun kabar kelulusan teman bisa dijadikan pacuan ketimbang hanya iri dan terpuruk sendiri.

Advertisement

2. Mengelola keuangan rupanya hal yang penting dan memiliki dampak jangka panjang, harus dimulai dari sekarang

Mengelola keuangan/ Credit: Freepik via www.freepik.com

Mengatur keuangan termasuk menyisihkan uang untuk tabungan baiknya dilakukan dari sekarang. Kalau tidak, habis gajian yang ada uang bablas entah kemana habisnya. Hal ini mungkin baru terasa setelah bertahun-tahun berlalu dan menengok saldo rekening yang hanya segitu-segitu saja. Mulai saat ini, kamu bisa memulai menuliskan pengeluaranmu, membuat berbagai pos pengeluaran, dan menyisihkan sebagian untuk tabungan. Jadi, suatu saat nanti kamu perlu dana darurat, maka sudah ada dana yang tersedia.

3. Menjadi pribadi yang bebal, selain menyebalkan orang lain ternyata juga menimbulkan penyesalan bagi diri sendiri

Diam!/ Credit: Freepik via www.freepik.com

Salah seorang yang curhat menceritakan pengalamannya menunda kerja karena bebal ‘pokoknya harus S2.’ Ia menghabiskan waktu satu tahun untuk akhirnya mengambil pilihan kesempatan bekerja yang datang padanya. Setelah waktu berlalu, kesadaran mulai muncul bahwasanya berbagai kesempatan emas tentang pekerjaan yang datang ternyata terbuang begitu saja karena sikap kakunya. Kini menurutnya memiliki cita-cita dan target adalah hal yang bagus tapi jika ada peluang yang datang dan tidak berpotensi merugikan tak ada salahnya untuk mengambilnya, istilah kekiniannya nothing to lose.

4. Bekerja ternyata bukan hanya butuh kemampuan akademik semata, soft skill justru ternyata lebih banyak diperlukan

Teamwork/ Credit: Freepik via www.freepik.com

Mungkin selama sekolah atau kuliah, nilai akademik lebih dikejar daripada kemampuan yang lain. Akhirnya, keahlian untuk bersosialisasi atau kerja dalam tim, berbicara di depan umum, dan hal-hal serupa jadi terlupakan. Sebenarnya kemampuan tersebut bisa diperoleh dari organisasi yang bisa kamu ikuti, namun karena masanya sudah lewat, kamu bisa kok mempelajarinya sambil sekaligus mempraktikkannya. Sebagai ganti organisasi di zaman sekolah atau kuliah, kamu juga tetap bisa mengikuti komunitas untuk menyalurkan hobimu.

Advertisement

5. Tak hanya masalah karier, kisah cinta yang tak kesampaian juga identik dengan rasa penyesalan setelah beberapa waktu baru sadar

Kita ini apa?/ Credit: Freepik via www.freepik.com

Berteman dengan seseorang dan menjadi satu-satunya yang jatuh cinta terasa sangat menyebalkan. Lebih menyebalkan jika kamu suatu hari tahu bahwa ternyata kamu bukan satu-satunya yang memiliki perasaan tersebut tapi kini semua sudah terlambat karena ia sudah bersama dengan yang lain. Satu-satunya yang tersisa hanya rasa kecewa. Akan tetapi, percaya saja bahwa jika jodoh pasti dia akan kembali. Menyesalinya terus-terusan atau bahkan memiliki rencana jahat untuk mengakhiri hubungannya hanya akan merugikan dirimu sendiri. Sementara itu, jangan menutup kemungkinan akan adanya orang baru ya.

Walau sudah terlambat dan kamu baru sadar namun kutipan lama yang berbunyi “lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali” bisa kamu terapkan sesekali. Di usia berapapun, kamu masih bisa menabung, melanjutkan pendidikan, atau bahkan menyatakan perasaan kok.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Penikmat jatuh cinta, penyuka anime dan fans Liverpool asal Jombang yang terkadang menulis karena hobi.

CLOSE