Dalam berinteraksi dengan orang lain, kamu pasti tidak ingin dianggap kurang smart. Ujung-ujungnya orang akan memandangmu sebelah mata, lebih parahnya ada orang yang berniat jahat karena itu. Kalau bisa sih, kamu ingin selalu tampil smart, sehingga orang tidak akan berpikir untuk meremehkanmu.

Tapi tentu saja kamu tidak bisa mengontrol bagaimana orang berpendapat tentangmu. Karena bagaimana perilakumu sehari-hari akan memberikan kesan untuk orang lain. Jika kamu ingin dianggap smart, mulai hari ini berhentilah melakukan kebiasaan-kebiasaan buruk ini!

1. Mungkin kamu suka memberikan saran tanpa diminta, di manapun, tentang apapun,  kepada siapapun. Hey, nggak semua orang ingin diberi wejangan!

Selalu memberi saran via whatshouldtheatrecallme.tumblr.com

Kamu mungkin ingin terlihat bijak sekaligus peduli. Sehingga setiap kali temanmu mengatakan atau mengeluhkan sesuatu, hatimu langsung merasa terpanggil untuk memberikan saran-saran jitu. Tetapi tidak semua orang menginginkan saran. Terkadang bahkan orang hanya ingin didengarkan. Terbiasa memberikan saran tanpa diminta, hanya akan membuat orang sebal. Seolah-olah kamu paling tahu. Jadi, agar niat baikmu tak sia-sia, pastikan kamu mengeluarkan wejangan-wejangan ampuhmu itu di saat-saat yang tepat, atau saat diminta saja.

2. Terlalu sering menggunakan kata-kata yang hype. Berharap terlihat super gaul, padahal kenyataannya bikin orang gagal paham

“Kita berangkat jam 5 aja yuk?”

“Dih, apose. Acaranya mulai jam 6, ya kaleus berangkat jam 5. Alig lu. Yang ada kita telah sampai setengah acara. Saltings, cuy!”

Advertisement

Seiring perkembangan zaman, kata-kata gaul juga bertambah. Dulu sekadar paham kata ‘bokek’, ‘ember’, dan ‘trendy’ sudah membuatmu gaul. Sementara kini, berawal dari sosial media yang kemudian dibawa ke kehidupan sehari-hari, banyak bahasa gaul baru yang kadang membuatmu gagal paham. Ekspektasinya, dengan menggunakan banyak bahasa gaul akan membuatmu terlihat super gaul dan up-to-date. Padahal tidak juga. Terlalu berlebihan menggunakan bahasa gaul hanya akan membuatmu terlihat terpengaruh orang lain. Apalagi kalau penggunaannya tanpa melihat situasi. Tengsin, cuy!

3. Banyak mengeluh di media sosial. Kehidupan pribadi diumbar semuanya seolah media sosial adalah buku diary

Ngeluh di medsos berakibat fatal via ceriwis.net

Ingat bahwa orang bisa membaca kepribadianmu dari apa yang kamu tulis di media sosial. Agar kamu terlihat lebih smart, jangan terlalu banyak mengumbar hidup pribadimu di media sosial. Memang benar, itu timeline media sosialmu sendiri, terserah kamu mau menulis apa. Tapi ingat bahwa media sosial bukan buku diary. Kapan kamu bangun dan kapan kamu makan, orang tidak perlu dan tidak mau tahu. Selain itu, berhentilah mengeluhkan segala hal di sana. Mengeluhkan segala hal hanya akan membuat orang memandangmu sebagai orang yang tidak pernah punya pikiran positif. Bisanya hanya mengeluh saja.

4. Bisa membuat orang lain kagum memang menyenangkan. Tapi terlalu ngoyo hanya akan membuatmu terlihat menyedihkan

Jangan ngoyo via www.andpop.com

Siapa sih yang tidak mau dikagumi orang lain? Karena itulah, terkadang kamu tergoda untuk menunjukkan kehebatan dan hal-hal baik apa saja yang sudah kamu lakukan. Tapi jangan terlihat terlalu ngoyo, sampai-sampai semua yang kamu bicarakan adalah tentang dirimu sendiri. Ketika pembicaraan mulai melebar, kamu buru-buru mengembalikan ke topik tentang kehebatanmu. Duh, bukannya keren, kamu justru terlihat menyedihkan. Seolah orang-orang harus tahu semua prestasimu. Memang tujuannya itu, tapi ya jangan sampai terlalu kentara lah ;p

5. Percaya diri memang bagus. Tapi kalau berlebihan malah bikin reputasimu tamat. Apalagi kalau sebenarnya kamu nggak paham-paham amat

Jangan sok tahu via infosihh.blogspot.co.id

Kurangnya rasa percaya diri memang bisa membuatmu terlihat kurang pintar. Ketika menyampaikan pendapat, bagaimana orang bisa percaya padamu, kalau kamu sendiri terlihat ragu-ragu? Akan tetapi, terlalu percaya diri juga bisa menjadi blunder yang merusak semuanya. Kuncinya mudah saja: bila kamu tidak tahu, jangan sok tahu. Jangan ragu untuk bertanya, dan jangan pernah mengatakan hal-hal yang sebenarnya juga tidak kamu pahami.

6. Berkata ‘ya’ atas segala sesuatu malah membuatmu terlihat seolah tidak tahu apa-apa. Kalau tidak mau, lebih baik jujur saja

Belajar berkata tidak via monrok.tumblr.com

Mulai hari ini belajarlah untuk mengatakan ‘tidak’. Jangan lupa kalau kamu juga punya hak. Jangan mengangguk-angguk saja, dan menyimpan semua isi kepalamu sendirian. Tidak bisa mengungkapkan pendapatmu, akan membuat orang-orang berpikir kamu tidak tahu apa-apa dan otomatis menggampangkanmu. Toh, kamu selalu setuju-setuju saja, seperti orang yang tidak punya pendirian. Mengungkapkan isi pikiranmu itu penting, karena orang juga ingin tahu pendapatmu. Ya ‘kan?

7. Naik motor kebut-kebutan, sambil mencet klakson seperti kesetanan. Percayalah, nggak ada yang menganggapmu sekeren pahlawan

Tingkat kecerdasanmu juga bisa terlihat dari bagaimana kamu berkendara di jalan raya. Memperhatikan rambu-rambu lalu lintas jelas perlu. Berkendara dengan asal dan liar, seolah kamu satu-satunya pengguna jalan raya di dunia ini jelas dan semuanya harus menyingkir, jelas bukan hal yang bijak. Apalagi kalau kamu berkendara di jalanan kompleks, malam-malam, dengan mesin motor yang memekakkan telinga, ditambah klakson yang membabi buta, jelas kamu kurang smart. Keren? Jangan harap. Orang yang smart tahu bahwa jalan raya milik umum, dan berkendara tidak taat aturan hanya akan membahayakan banyak orang.

8. Perhatikan kostum yang kamu kenakan. Sering salah kostum membuat orang bertanya-tanya ‘kamu ini sebenarnya kenapa’

Tidak bisa disangkal bahwa banyak penilaian berasal dari penampilan. Memang betul, sebuah buku tidak bisa ditebak dari cover-nya. Tapi bagaimanapun juga banyak orang menaruh ekspektasi cerita dari cover bukunya. Jadi, kenapa tidak membuat penampilan yang mengesankan untuk menambah nilai plus dari isi yang juga mengesankan? Caranya adalah, perhatikan dengan saksama kostum yang kamu pakai. Bukan berarti kamu harus up-to-date maksimal tentang dunia fesyen. Tidak perlu seperti itu. Kenakan pakaian yang membuatmu nyaman, dan tidak bertentangan dengan situasi dan kondisi yang akan kamu hadiri. Di situ pun, kamu sudah aman.

Orang yang smart selalu tahu bagaimana harus bersikap. Tahu kapan harus ‘ya’ dan kapan harus ‘tidak’. Kecerdasan memang tidak bisa dilihat dari apa yang tampak. Tetapi ingat, bahwa pola pikirmu bisa terlihat dari bagaimana kamu bersikap.