Pernah nggak sih kamu merasa kesal ketika ada orang yang menyalip antrianmu di bank? Pernahkah kamu dongkol ketika ada yang tidak membalas ucapan terima kasihmu? Sebaliknya, pernahkah hatimu dihangatkan oleh senyum seseorang yang sebenarnya tidak kamu kenal? Pernahkah kamu bicara dengan seseorang, terkesan, dan berharap kamu bisa terus berhubungan dengan orang itu di masa depan?

Tipe kedua inilah yang sering kita panggil “orang yang menyenangkan”. Dan sebenarnya, menjadi orang yang menyenangkan itu nggak susah, kok. Kamu hanya perlu mengingat beberapa aturan sederhana saja. Aturan-aturan seperti apa?

1. Segel Mulutmu

Tutup mulutmu via institute.catholicmatch.com

Orang yang menyenangkan akan berhati-hati dengan apa yang dia katakan. Dia akan membatasi dirinya hanya untuk memberi tanggapan yang perlu selama percakapan. Dia juga akan cukup bijak untuk tidak marah ketika lawannya berbicara menjurus ke hal-hal yang “nakal”.

Kalau mau jadi orang yang menyenangkan, kamu harus paham pentingnya menjaga lisan. Jangan sampai omonganmu dipenuhi kata-kata kasar. Jauhi umpat-umpatan. Dan ketika ingin mengkritik seseorang, pastikan itu tidak akan menyakiti hatinya — apalagi membuat hubungan kalian renggang.

2. Buka Telingamu

Advertisement

Dengarkan lebih banyak via splatter.com

Penulis legendaris Amerika Dale Carnegie punya satu anekdot terkenal. Di suatu pesta, Carnegie bertemu dengan seorang sosialita kaya yang banyak bicara. Dia pun membiarkan sosialita tersebut bercerita, tanpa sedikitpun menyelanya. Carnegie memutuskan untuk mendengarkan saja. Hasilnya? Saat pesta sore itu berakhir, sang sosialita sudah menyebar cerita ke semua tamu kalau Carnegie “is a truly great talker”!

Pada dasarnya, semua orang lebih ingin didengarkan daripada mendengar. Kamu bisa jadi orang yang lebih menyenangkan dengan memilih untuk mendengarkan.

3. Gosok Gigi, Pakai Deodoran, dan Cuci Muka

Gosok gigi via www.tumblr.com

Biarpun mudah, langkah ini harus kamu ikuti biar bisa bikin orang nyaman. Kamu juga nggak suka, ‘kan, kalau mengobrol dengan teman yang bau badan, bau mulut, dan wajahnya mirip orang yang udah 30 tahun hidup sendirian di hutan?

Mengaplikasikan langkah nomor 1 dan 2 mungkin butuh waktu lama, karena kamu harus pelan-pelan mengubah kebiasaan dalam berbicara. Tapi untuk rutin gosok gigi, cuci muka, dan pakai deodoran, kamu tidak perlu waktu selama itu. Menjaga kebersihan diri adalah sesuatu yang mudah, asal kamu tak malas melakukannya.

4. Mute Orang-Orang Menyebalkan di Twitter

Main Twitter itu asyik, tapi juga bisa ngeselin. Banyak temanmu yang biasa aja atau bahkan menyenangkan di dunia nyata, tapi seringkali curhat atau mesra-mesraan bareng pacarnya di linimasa. Masalahnya, kamu terlalu sungkan buat meng-unfollow mereka.

Jangan khawatir! Sekarang kamu bisa nge-mute orang di Twitter kok. Daripada mencak-mencak gara-gara temanmu di Twitter, mending langsung mute dia aja. Beres. Hidupmu bakal lebih tenang.

5. Selalu Bilang ‘Terima Kasih’ dan ‘Sama-Sama’

Ucapkan ‘terima kasih’ dan ‘sama-sama’ via yundahamasah.blogspot.com

Sekecil apapun bantuan atau pertolongan seseorang pada kita, sudah sepantasnya kita mengucapkan terima kasih. Dan jika seseorang mengucapkan terima kasih pada kita, kita wajib membalasnya dengan bilang “kembali” atau “sama-sama”.

Selama ini mungkin kita tidak pernah benar-benar memikirkan makna dibalik kedua ucapan tersebut. Padahal, “terima kasih” adalah kalimat yang indah, lho; itu sebenarnya kependekan dari “Aku menerima kasih sayangmu”. Sementara “sama-sama” bisa diartikan sebagai “Aku pun menerima kasih sayangmu.” Indah, ya?

6. Jangan Biarkan Orang Lumutan Menunggu Kamu

itu pacar, bukan lumut via www.urbanfroufrou.com

Ingat: pacarmu, teman-temanmu, staf administrasi kampusmu, atau orang lain yang bikin janji denganmu itu manusia, bukan lumut! Jangan biarkan mereka terlalu lama menunggu kamu mandi atau terjebak macet di jalan. Kalau sudah janjian pukul 8, ya datang pukul 8. Jangan justru baru berangkat pukul 8.15. Dengan datang tepat waktu, kamu menunjukkan usahamu untuk menghargai seseorang. Orang yang menyenangkan haruslah penuh rasa penghargaan.

7. Jangan Sengaja Memancing Pujian

Kalau mau mancing beneran sih, boleh 🙂 via printandpattern.net

“Eh, bajuku yang ini jelek ya? Nggak cocok ya? Aku gendut ya? JAWAB!” (*Maksudnya biar dipuji ‘bagus’ dan ‘kurus’ sama orang lain gitu*)

Perilaku haus pujian ini sumbernya cuma dua: rasa insecure atau kepercayaan diri yang terlalu tinggi. Dua-duanya adalah sifat paling tak menyenangkan yang bisa dimiliki seseorang. Jadi, jangan haus pujian ya. Apapun yang kamu lakukan, berusahalah jadi biasa aja. Dengan begini, orang justru lebih mampu untuk mengagumimu.

8. Banyak-Banyak Baca Buku! (Tapi Jangan Pamer)

Banyak baca buku via bookswithbenefits.tumblr.com

Nggak pernah menyenangkan, ‘kan, mengobrol bersama orang yang tulalit? Dengan banyak-banyak baca buku, kamu bisa membuat perbincangan dengan orang lain jadi lebih seru. Misalnya, nih, kamu dan temanmu baru saja nonton Guardians of the Galaxy. Kalian cuma bisa bicara soal perbandingan cerita versi film dan komiknya kalau kamu sudah membaca komiknya sebelumnya. Contoh lain? Kamu dan teman-temanmu berkunjung ke Kelenteng Sam Po Kong, Semarang. Satu-satunya cara supaya kunjunganmu nggak cuma diisi oleh foto-foto di depan bangunan merah itu adalah dengan tahu kisah hidup Sam Po Kong. Dan bagaimana kamu tahu kisah hidupnya? Dengan membaca!

9. Jadi Menyenangkan itu Tidak Sama Dengan Selalu Ingin Menyenangkan Orang Lain

Tidak sama dengan selalu mau menyenangkan orang lain via www.nsmbl.nl

Being pleasant is not about trying to please everyone.  Berusaha menjadi menyenangkan tidak sama dengan sifat selalu ingin menyenangkan orang lain. Yang pertama adalah tentang bersikap menghargai dan terbuka pada orang lain, sementara yang kedua akan mendahulukan kemauan orang lain bahkan jika itu bertentangan dengan kebutuhan diri sendiri. Yang pertama adalah tentang menerima diri sendiri, dan yang kedua membunuh jati diri.

Menjadi menyenangkan tidak sama dengan selalu bilang “iya”. Menjadi menyenangkan tidak sama dengan berpura-pura.

10. Baca Aturan di Atas Setiap Hari, dan Jadikan Itu Bagian dari Kebiasaanmu

penting untuk konsisten berusaha tiap hari via wallpoper.com

Berusaha menjadi menyenangkan tidak bisa setengah-setengah. Kamu harus menjadikannya bagian dari kebiasaanmu. Kamu pun akan menemui berbagai tantangan. Misalnya, lebih sulit untuk menjadi menyenangkan ketika kamu sedang diterpa masalah. Kuncinya adalah mengingat bahwa masalah apapun tidak boleh membuatmu patah dan sinis.

Akan ada banyak manfaat yang bisa kamu peroleh dari berusaha menjadi menyenangkan. Yang paling berharga tentulah kesempatan untuk berbagi kebahagiaan dengan orang lain. Jangan menolak kesempatan ini! Hidup di dunia sudah cukup susah, dan adalah kewajiban kita untuk meringankan beban satu sama lain. Iya, ‘kan?