Jangan Ucapkan 10 Kalimat ini Pada Orang yang Sedang Mengalami Depresi. Yuk, Lebih Baik Hati

Menghadapi orang depresi

Pernah nggak sih kalian menemukan teman atau orang-orang terdekat kalian sedang berada di posisi yang membuat mereka stres bahkan hingga depresi? Ya, depresi hingga saat ini seringkali masih menjadi hal tabu untuk dibahas di masyarakat kita. Padahal kita semua tahu, depresi merupakan salah satu gangguan mental yang sifatnya serius dan tentunya nggak bisa dianggap remeh. Sayangnya, mereka yang sedang mengalami hal tersebut terkadang nggak terlalu terlihat jika mereka sedang berada di fase itu.

Advertisement

Kita yang hendak mendampingi mereka melewati masa-masa terburuknya terkadang menjadi canggung. Nggak jarang lo, hal-hal terbaik yang kita usahakan sebagai orang terdekat untuk membantu mereka terkadang malah menjadi bumerang bagi mereka. Terlebih melalui kata-kata yang kita ucapkan. Sadar nggak sadar, banyak kata-kata yang awalnya kita niatkan untuk menghibur mereka ternyata malah membuat mereka merasa makin jatuh. Nah, kata-kata inilah yang harus kalian hindari!

1. Depresi bukan karena jauh dari Tuhan kok

Photo by Ben White un Unsplash via unsplash.com

Depresi itu bukan karena seseorang jauh sama agama, apalagi sama Tuhan mereka. Gangguan mental ini bisa menyerang siapa aja kok, bahkan mereka yang rajin pergi ke tempat ibadah, berdoa sama Tuhannya setiap hari. Intinya, jangan menghakimi orang yang sedang depresi berarti jauh sama Tuhan ya!

2. Kepekaan orang kan berbeda-beda, jangan melarang mereka untuk bersedih deh

Photo by Ben White on Unsplash via unsplash.com

Hal sesepele apa pun itu, jika terjadi secara terus-menerus nantinya juga akan jadi beban berat untuk seseorang. Lagian kita juga nggak bisa kan menyamaratakan kepekaan setiap orang, pasti berbeda satu dengan lainnya.

Advertisement

3. Ini sih bukannya menenangkan malah bikin semakin down

Photo by Ben Whiteon Unsplash via unsplash.com

Kalau orang lain mengalami hal yang sama dengan kawanmu itu, bukan berarti ia juga harus sama dalam menghadapi masalahnya tersebut. Barangkali kasusnya sama tapi situasinya lebih rumit, kita nggak tahu kan? Jadi kamu nggak bisa mengharapkan setiap orang bersikap sama atas persoalan yang sama.

4. Ini malah dibandingin sama diri kita sendiri. Waduh, ngawur banget, sih~

Photo by Ben White on Unsplash via unsplash.com

Apa yang telah kita lalui nggak bisa dibandingin sama orang lain. Kalau kamu merasa kamu bisa melewati masalahmu tersebut, belum tentu orang lain juga mampu. Standarmu itu nggak bisa diberlakukan kepada semua orang. Jadi, jangan seperti ini ya!

5. Memangnya kalau udah sukses nggak bisa kena depresi? Bisa banget lo!

Photo by Ben White on Unsplash via unsplash.com

Pernah dengar kan kasus bunuh diri para artis-artis terkenal? Nah, kesuksesan seseorang nggak bisa dijadikan tolak ukur seseorang terjauh dari depresi. Mereka yang udah bergelimanan harta dan popularitass aja bisa depresi. Yuk, peduli sekitar kita!

Advertisement

6. Orang depresi bukan karena mereka kurang bersyukur

Photo by Ben White on Unsplash via unsplash.com

Perlu diingat bahwa depresi itu disebabkan karena banyak hal. Seperti misalnya perasaan bersalah yang berlebihan, rasa kehilangan yang mendalam, atau ketidakmampuan menghadapi sesuatu. Melabeli mereka dengan kurang bersyukur hanya akan memperburuk keadaan.

7. Orang depresi itu bukan sekedar hanya ada di dalam pikiran mereka aja lo

Photo by Ben White on Unsplash via unsplash.com

Mereka yang merasakan depresi itu bukan hanya sekedar di dalam pikiran, mereka juga merasakan di hati mereka. Bahkan nggak jarang berdampak ke fisik juga, lo. Lagian siapa, sih, yang ingin merepotkan diri sendiri? Siapa yang ingin terus-terusan gelisah memikirkan sesuatu?

8. Meminum obat dari dokter bukan berarti mereka lemah, apalagi lebay

Photo by Ben White on Unsplash via unsplash.com

Sebagian orang emang memerlukan bantuan obat dari dokter untuk menghadapi masalahnya, dan barangkali salah satunya adalah orang terdekatmu. Meski begitu, itu bukan berarti mereka lemah apalagi lebay, kok.

9. Semua orang berhak bersedih, nggak pantas kalau kita melarang mereka bersedih hanya karena orang lain juga merasakan hal yang sama

Photo by Ben White on Unsplash via unsplash.com

Membandingkan masalah seseorang dengan orang lain adalah hal terburuk untuk dibicarakan saat temanmu sedang berada dalam fase depresi. Bukannya menghibur, kalimat tersebut seakan-akan malah merendahkan mereka lo. Meski mungkin bagimu persoalannya sepele, tapi baginya itu pertaruhan hidup dan mati. Jadi jangan disepelekan!

10. Terkadang, mereka yang depresi memang benar-benar ingin menangis, jadi jangan dilarang

Photo by Ben White on Unsplash via unsplash.com

Menangis adalah salah satu bentuk mekanisme pertahanan seseorang untuk menghadapi emosi mereka. Orang yang sedang depresi biasanya memang benar-benar ingin menangis lo, jadi biarkan aja mereka menangis dan meluapkan emosinya, jangan malah dilarang.

Kalimat-kalimat tadi secara nggak sadar sering kita ucapkan saat menghadapi seseorang yang sedang depresi, padahal kita nggak tahu ‘kan bagaimana dampaknya untuk mereka? Yuk, belajar lebih peka terhadap keadaan sekitar dan tentunya bagaimana cara mendampingi mereka dengan baik dan benar.

Depresi bukan sesuatu yang bisa dianggap angin lalu. Teruntuk kamu yang sedang berjuang menghadapi masalah, atau kamu yang pernah memiliki pikiran untuk mengakhiri hidupmu sendiri, jangan ragu untuk mencari bantuan kepada ahlinya. Kamu bisa menghubungi Yayasan Pulih di (021) 78842580 atau di Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes di 021-500-454. Ingatlah, bahwa dunia ini masih mengharapkan kehadiranmu. Percayalah, kamu tidak sendiri. Semangat!
Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi

CLOSE