Karena Ijazah dan Gelar Sarjana Bukan Harga Mati, Pengalaman Drop Out Tak Selamanya Harus Ditangisi

Kebanyakan orang akan mengalami siklus hidup yang hampir sama. Masuk sekolah, melanjutkan ke bangku kuliah, lulus, lalu bekerja di perusahaan impian demi bisa hidup mapan. Tapi, tidak semuanya seragam karena ada pula orang-orang yang terpaksa melakoni kisah hidup yang berbeda.

Yup, saya atau kamu mungkin salah satu yang harus berlapang dada ketika status drop out terlanjur tersemat dalam diri. Bukan berarti mau menyalahkan nasib yang digariskan atau keadaan, tapi ada kalanya kita tak punya cukup daya untuk berusaha. Merasa salah jurusan, punya masalah yang sulit diselesaikan, tak punya biaya untuk melanjutkan pendidikan; banyak hal yang bisa jadi alasan kenapa seseorang terpaksa berhenti sebelum lulus dan menyandang gelar sarjana.

Advertisement

Merasa kecewa, sedih, kesal, atau bahkan marah memang wajar saja. Tapi apa yang layak kita renungkan setelahnya? Apakah pantas jika kita merasa bahwa pengalaman buruk ini adalah akhir dari segalanya?

Setiap orang punya garis nasib yang berbeda. Kita tak lantas jadi manusia hina meski gagal menyandang gelar sarjana

manusia punya nasib yang berbeda

manusia punya nasib yang berbeda via diningding.tumblr.com

Saat terpaksa meninggalkan bangku kuliah sebelum waktunya, wajar jika kita merasa kecewa. Bahkan, bukan tidak mungkin kita akan merasa marah hingga menyalahkan diri sendiri dan keadaan. Ya, diri kita memang sudah pasti ikut andil hingga kegagalan itu bisa terjadi. Alih-alih sibuk menyalahkan diri sendiri, bukankah lebih baik berkaca dan introspeksi diri? Apa sih yang membuat kegagalan ini bisa terjadi?

Di sisi lain, kita pun selayaknya percaya bahwa memang tidak semua orang digariskan untuk memiliki gelar di belakang nama. Meski gelar tersebut akan memudahkan kita dalam meniti karir, toh masih banyak ragam karir yang bahkan tak butuh gelar dan ijazah dari perguruan tinggi sebagai modalnya. Jika status sebagai pegawai kantoran tak bisa disandang, bukankah profesi sebagai wirausahawan pun boleh dibilang cukup menjanjikan?

Mereka yang bisa lulus ‘normal’ memang pantas berbangga. Tapi skill dan pengalaman toh bisa didapat dari mana saja

skill bisa didapat dari mana saja

skill bisa didapat dari mana saja via justmalhar.tumblr.com

Advertisement

Drop out bisa jadi disebabkan banyak hal. Entah memang karena malas, menjalani kuliah sambil sibuk bekerja, hingga terlalu aktif di organisasi misalnya. Kita patut menyadari bahwa kegagalan terjadi lantaran kita tak bisa bijaksana pada diri sendiri. Tapi mari kita renungkan lagi. Kebaikan apa sih yang masih bisa kita syukuri ketika berada di titik ini?

Ketika kita meninggalkan kewajiban di kampus demi pekerjaan atau organisasi tentu masih ada kebaikan yang bisa kita dapati. Lebih dahulu terjun ke dunia kerja dari pada teman-teman lainnya mungkin membuat kita justru lebih berpengalaman daripada mereka. Kita terlatih untuk menerapkan kemampuan dan skill yang dimiliki dan bukan sekadar sibuk bergumul dengan teori.

Ketika kita terlalu sibuk dengan kegiatan organisasi, bisa jadi kita memiliki soft skill yang lebih mumpuni dibanding teman-teman yang menghabiskan seluruh waktunya untuk belajar saja. Padahal, soft skill macam kemampuan memimpin, berinteraksi dengan orang lain, bekerja sama dalam tim – kelak juga akan jadi modal penting dalam meniti karir.

Gagal adalah momen yang paling berharga, karena setelahnya kita akan bertumbuh jadi pribadi yang lebih dewasa dan bijaksana

jadi pribadi yang lebih bijaksana

jadi pribadi yang lebih bijaksana via www.investopedia.com

Kegagalan memenuhi kuota lulus 14 semester mungkin akan kita tangisi. Kita terpuruk karena menyesal dan kecewa dengan apa yang sudah terjadi. Pengalaman gagal membuat kita begitu rapuh hingga tak punya semangat untuk berusaha lagi.

Mari menyadari bahwa manusia adalah makhluk yang tidak sempurna sehingga kegagalan seharusnya dimaklumi saja. Kegagalan justru jadi pengalaman yang berharga selama kita mau introspeksi dan bisa mengambil pelajaran dibaliknya. Bisa jadi kegagalan malah membuat kita lebih dewasa dan bijaksana, baik dalam berpikir maupun bertindak.

Sukses bukan hanya milik mereka yang lulus tepat waktu dan punya IPK tinggi. Pengalaman Mark Zuckerberg hingga Bill Gates bisa jadi inspirasi yang membuat kita semangat lagi

kisah mereka bisa jadi inspirasi

kisah mereka bisa jadi inspirasi via www.wired.com

Ijazah dan gelar sarjana bukanlah harga mati ketika kita ingin meraih kesuksesan. Bukan berarti ingin jumawa atau membenarkan kealpaan diri sendiri, tapi banyak orang sukses di luar sana yang ternyata juga mengalami hal yang sama. Nama-nama seperti Mark Zuckerberg, Bill Gates, hingga Steve Jobs pun kabarnya bermasalah dengan pendidikan akademis mereka. Jiwa entrepreneur yang begitu kental hingga kecerdasan yang di atas rata-rata membuat mereka tak bisa berkompromi dengan remeh temeh dunia perkuliahan.

Prestasi menteri Susi Pudjiastuti juga bisa dijadikan inspirasi yang membuat semangat kita bertambah lagi. Bagaimana dirinya yang hanya lulusan SMP bisa jadi pengusaha sukses hingga didapuk menjadi menteri. Pencapaiannya jelas tak datang dalam semalam dan perjuangannya pasti melewati proses yang panjang. Tapi toh dia bisa berhasil dan membuktikan bahwa ijazah dan gelar bukan satu-satunya penentu kesuksesan, bukan?

Dibalik sebuah ‘bencana’, Tuhan pasti menyimpan rencana besar. Asalkan mau gigih berusaha, yakinlah bahwa rezeki dari-Nya tak akan pernah tertukar

rezeki tak akan tertukar

rezeki tak akan tertukar via favim.com

Ada hal-hal yang memang sudah digariskan dan kita layak menerimanya dengan lapang dada. Namun, ada pula yang bisa kita usahakan sehingga satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah berjuang untuk meraihnya. Di titik-titik terendah dalam hidup, kadang kita memang hanya harus berpikir positif agar bisa bangkit dan melewatinya. Drop out boleh dianggap sebagai bencana dalam hidup, tapi tak salah jika kita percaya bahwa ada kebaikan besar yang akan datang setelahnya. Yang pasti, rezeki akan datang dengan berbagai cara. Ia tak akan tertukar asalkan kita mau gigih berusaha.

Nah, gimana? Setujukah kamu bahwa drop out memang bukan akhir segalanya? Semoga siapa pun yang pernah mengalami kegagalan ini bisa lebih tegar dan semangat untuk menjalani kehidupan yang selanjutnya, ya! 🙂

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Automotive. Geekstuff. Techfreak. Health.

34 Comments

  1. Anugrah Novendi berkata:

    Mantap, membuat diriku termotivasi 🙂

  2. Andi Odang berkata:

    ane drop out kuliah tp alhamdulillah klo rejeki sllu mengalir,, sempat terpikir menyesal tp mgkn ini adalah jln hdpku, dan skr melihat teman2 yg berhasil dlm bidang study terdahulu waktu skull n kul kehidupannya biasa2 saja,dan malah alhamdulillah sy lebih dr mereka skr…

  3. Ravael Jr. berkata:

    Ane terancam drop out, dan ini bs jadi salah 1 motivasi utk ga selalu ‘berjalan tertunduk’

  4. Bagi yg mengalami hal yang sama jangan putus asa kawan.. Di dunia ini tidak ada yg kebetulan.. Semuanya sudah ada yg mengatur yaitu Allah SWT. Tetap semangat mengejar impian.

    sayapun terancam DO, tanpa ijazah sarjana pun alhamdulillah saya bisa bekerja dan diterima di salah satu perusahaan swasta dan sekarang saya menjabat sebagai Spv Inventory Analyst.

    Saya pun terancam DO karena saya angkatan tahun 2009 masa kuliah saya sudah hampir berakhir dikarenakan sering cuti kuliah waktu itu karena tidak ada biaya yg menyebabkan kuliah saya terhenti sementara dan sibuk dengan pekerjaan yang padat kurang lebih 3 tahun saya menunda kuliah. Penuh perjuangan memang .. Walaupun hasil sidang saya dinyatakan lulus dan mendapatkan nilai B+ .. Begitu banyak revisi laporan yg saya harus perbaiki.. Saya sudah ajukan ke dosen penguji tetap di anggap revisi saya salah.. Terus saya coba sampai waktu yg ditentukan. Jika revisi tidak bisa diselesaikan, nilai kelulusan saya akan hilang dan dinyatakan gagal.. Jika memang nilai kelulusan saya hilang dan dinyatakan gagal dan DO.. Saya akan berlapang dada dan Akan tetap bangkit dan terus termotivasi untuk mencapai kesuksesan.. Saya sangat termotivasi sekali setelah baca artikel ini.. Terima kasih atas artikel nya ..

  5. Wah sama Gua juga DO soalnya usahain bokap lg nurun JD skarang Gua kerja bantuin bokap padahal kuliah Musik skarang jd kerja ama di tempat usaha bokap

  6. Derian Sanjaya berkata:

    Terus akhirnya lulus ya bang. Kalo udah 3 tahun cuti kuliah jadi kuliahnya berapa tahun bang sampe lulus

CLOSE