Sering Lembur

Berangkat pagi, pulang dini hari. Dari Senin sampai akhir pekan, semua sudah penuh dengan agenda menyelesaikan pekerjaan. Mulai dari bergelut dengan pekerjaan kantor yang dibatasi deadline sampai lembur untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Entah buat nyicil KPR atau memenuhi kebutuhan bulanan. Sebenarnya ingin rasanya kamu seperti teman-teman yang lain. Pulang teng-go dan bisa hangout atau sekadar ngopi-ngopi cantik di akhir pekan. Namun apa daya, ada tanggung jawab dan kewajiban pekerjaan yang sudah kamu emban. Ada target cicilan rumah dan tabungan untuk persiapan nikah yang harus dipenuhi tiap bulan.

Berat? Pasti! Lelah? Nggak perlu ditanya lagi.

Advertisement

Dua hal tersebut terpaksa kamu kesampingkan. Demi masa depan yang (semoga) lebih baik nanti. Kamu pun akhirnya dijuluki sebagai “budak korporat”. Itu belum seberapa. Sebagai karyawan yang lebih sering lembur ketimbang pulang ontime, kalimat-kalimat ini pasti sudah sering kamu terima.

1. “Lembur lagi? Duh, bae-bae ya…”

Bae-bae di kantor~ via unsplash.com

“Bae-bae yaa…” di sini pastinya merujuk pada kesehatanmu. Setiap hari lembur, orang-orang menganggapmu strong sekaligus mengkhawatirkan kesehatanmu. Sudah pulang malam, besoknya harus berangkat pagi-pagi pula. Kalau kurang istirahat, lama-lama tubuhmu bisa tumbang juga kan? Duh, kesehatanmu itu lho…

2.”Lembur mulu, duitnya pasti nggak habis-habis nih!”

Diamini aja~ via unsplash.com

Sering lembur kerap dikaitkan dengan duit yang nggak habis-habis. Ah, andai mereka tahu berapa jumlah uang di tabunganmu. Pasti mereka tak akan sampai hati ngecengin kamu sampai segitunya. Daripada dibawa stres sendiri, kamu akhirnya hanya bisa mengamini. Siapa tahu omongan mereka jadi doa. Semoga kelak duitmu bisa beneran nggak ada habis-habisnya. Hehe

3. “Katanya kantor kalau malam serem ya? Kamu nggak pernah lihat apa gitu?”

Katanya sih gitu~ via unsplash.com

Advertisement

Yang namanya kantor dan gedung-gedung besar pada umumnya selalu menyimpan kisah horor. Karena itu, kamu yang sering “tinggal di kantor” sampai malam pasti jadi sasaran pertanyaan seputar itu. Emang iya kantor ada penunggunya? Kamu pernah lihat apa aja? Itu belum seberapa. Kalau kamu bilang “ah nggak ada apa-apa kok”, mereka akan menceritakan kisah-kisah horor yang lebih mencekam. Duh, jadi malas lembur juga nih jadinya.

Pengalaman mistis ini juga pernah dialami Bacun di kantor barunya. Aslinya dia udah nggak tahan dan pengin pulang karena satpam kantornya hobi menakuti-nakuti dengan cerita seram. Tapi dasar pekerjaan nggak bisa menunggu, Bacun terpaksa tetap lembur sampai malam. Jadilah Bacun saksi mata atas horornya kantor. Penasaran gimana perasaan Bacun saat lembur? Yuk saksikan webseries horor-komedi terbari dari Kanna “LEMBUR BACUN” yang akan tayang mulai 9 Maret 2018 besok. Cek dulu trailernya di bawah ini.

4. “Jangan kebanyakan lembur. Ingat kesehatan, ingat umur~”

Ingat umur! via unsplash.com

Meski banyak yang ceng-cengin rutinitas lemburmu ini, ternyata masih ada yang peduli. Mereka mengingatkanmu agar jangan sering-sering lembur hanya untuk mengejar rupiah. Sebab mereka khawatir, masa tuamu nanti akan menuai masalah. Seperti masalah kesehatan dan umur yang semakin bertambah tapi pengalaman kerja tertahan karena lembur aja.

5. “Mumpung masih muda, kerja bisa digas aja. Tapi nggak tiap hari lembur juga,”

Gas aja, selagi masih muda via unsplash.com

Selain diceng-cengin dan dikhawatirkan, ada juga teman-teman yang justru menyemangati keputusanmu untuk lembur itu. Sebagai budak korporat, kamu tentu terharu sekali dengan dukungan temanmu. Keputusanmu untuk pasang gas maksimal di waktu muda mendapat support dari mereka. Namun tetap saja, ada nada khawatir di balik dukungan mereka.

6. “Si bos sayang banget ya sama kamu. Tiap hari dikasih jatah lembur melulu.”

Sampai sahabat sendiri merasa sangsi via unsplash.com

Sahabat terdekatmu yang bekerja lain kantor lain lagi tanggapannya. Mereka heran kenapa hampir tiap hari kamu selalu lembur. Mereka curiga, jangan-jangan bos di kantormu diam-diam mengerjaimu sehingga tiap hari kamu dibiarkan lembur melulu. Kamu pun akhirnya harus meluruskan anggapan mereka. Lemburmu ini murni karena bentuk tanggungjawabmu pada pekerjaan. Bukan semata-mata karena disuruh bos besar.

7. “Sebenernya pacarmu tuh aku atau kerjaan? Sabtu Minggu selalu lembur, sampai lupa sama pacar!”

Demi nabung, kamu rela nggak ngedate dulu via unsplash.com

Tanggapan lain yang kamu dapatkan adalah dari pacar. Meski dia mendukungmu, tapi ada kalanya dia protes kenapa kamu selalu lembur bahkan di akhir pekan. Bahkan acara kencan kalian terpaksa ditunda karena kamu harus menyelesaikan pekerjaan. Akhirnya kamu hanya bisa mengucap,

“Maaf ya sayang”

8. Giliran nggak lembur orang akan bilang “Kok nggak lembur? Tumben? Lagi sakit?”

Lembur diomongin, nggak lembur ditanyain -_- via unsplash.com

Saat jadwalmu padat sampai lembur beberapa hari, mereka iseng ceng-cengin sampai kamu geregetan sendiri. Giliran kamu memutuskan untuk nggak lembur sehari, mereka malah penasaran apa yang terjadi. Kamu bahkan sampai dituduh sakit segala biar bisa libur lembur. Padahal saat itu kamu memang sedang nggak ada pekerjaan. Selagi bisa santai sejenak, pulang teng-go sambil menikmati matahari terbenam kenapa nggak?

Meski awalnya kesal karena kalimat-kalimat ini, kamu akhirnya bisa selow setelah beberapa waktu terlewati. Kamu yang tadinya selalu ngegas kini malah tertawa sendiri saat menanggapi. Khatamnya kamu saat mendapatkan kalimat-kalimat tentang lembur ini menandakan kamu memang budak korporat yang juara! Sebab lembur telah membuat mental dan fisikmu ditempa jadi sekuat baja. Semangat!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya