Saat ini tuh rasanya… semua beban numpuk di gue!

Kenapa sih, capek-capek usaha hasilnya tetap gini aja!

…Padahal aku udah berjuang mati-matian demi ini!

Kamu mungkin pernah atau tengah mengalami situasi sulit saat ini. Ketika hanya pahit yang kamu rasakan dalam hidup. Ketika ujian silih berganti menghadang, atau ketika kamu terpuruk dalam kegagalan. Padahal kamu sudah berjuang keras demi satu hal itu. Entah mengapa setumpuk masalah justru mendera di saat yang sama.

Saat ini kamu merasa hidupmu penuh derita, setiap tetes peluh dan air mata terasa jatuh sia-sia

Cobaan mendera...

Beban ini terasa begitu menghimpit. via favim.com

Advertisement

Akan ada fasenya dalam hidup di mana kamu akan berkawan dengan cobaan dan rintangan. Sebagian kamu mungkin tengah mengalaminya saat ini. Sudah berjibaku belajar demi lulus ujian perguruan tinggi, ternyata kamu harus menerima kegagalan. Sudah segala usaha dilakukan demi pekerjaan impian, tapi yang didapat justru pekerjaan yang tak pernah kamu inginkan. Bisnis yang kamu rintis dengan optimis harus berakhir dengan miris.

Mungkin kamu pernah mengalami kegagalan seperti yang tersebut di atas. Hingga yang bisa kamu lakukan hanya menangis sembari meratapi kerja keras dan keringat yang seolah berakhir dengan kesia-siaan.

Saat ini yang kamu butuhkan untuk menghadapi cobaan hanyalah bahu tempat bersandar. Namun ia tak kunjung datang walau kamu sudah bersabar

Kamu sangat butuh bahu untuk bersandar.

Kamu mencari seseorang yang tepat untuk bersandar. via favim.com

Banyak yang bilang bahwa menceritakan masalahmu pada seseorang, sedikitnya dapat mengurangi beban yang tengah kamu rasa. Seseorang tersebut bisa orangtua, sahabat, kerabat, atau siapa pun yang membuatmu nyaman bercerita. Sayangnya, kamu merasa tidak ada seorang pun yang benar-benar memahami masalahmu. Pada akhirnya kamu merasa bahwa tidak ada seorang pun yang bisa dijadikan sandaran.

Mungkin kamu lupa satu hal. Untuk apa mencari bahu untuk bersandar, kalau nyatanya kamu hanya butuh lantai untuk bersujud?

hanya butuh lantai untuk bersujud

kepada-Nya kamu berserah via cyberdakwah.com

Advertisement

Kamu hanya butuh lantai untuk bersujud…

Mencari pelarian dari masalah dan cobaan yang tengah menderamu hanyalah jalan pintas yang sia-sia. Berpergian ke sana-kemari, melintas ke tempat-tempat gemerlap, mencicipi apa yang terlarang, semua hanya memberi kesenangan sesaat. Sepulangnya kamu di rumah, beban itu kembali terasa.

Pun kamu sudah menceritakan masalahmu ke beberapa kawan, namun kelegaan tak kunjung kamu dapatkan. Tak ada seorang pun yang benar-benar paham dengan cobaan yang tengah kamu hadapi saat ini.

Saat tak ada seorang pun yang bisa kamu jadikan sandaran, sesungguhnya kamu hanya butuh lantai untuk bersujud. Jangan pernah merasa munafik karena datang kepada-Nya hanya saat kamu dalam masalah. Bukankah Dia sebaik-baik tempat untuk berkeluh kesah?

Sadar atau tidak, cobaan adalah bentuk kerinduan Tuhan untukmu. Tuhan hanya sedang kangen mendengar keluh kesahmu

Bentuk kerinduan Allah padamu.

Cobaan adalah bentuk kerinduan Tuhan padamu. via mypathtoallah.com

Karena Tuhan adalah tempat terbaik untuk berkeluh kesah.

Mungkin beberapa waktu belakangan, kamu terlalu asyik dengan segala rencana hidupmu. Hingga kamu lupa bahwa di atas segalanya, Tuhan lebih berhak menentukan nasib yang terbaik buatmu. Kegagalan, ujian, cobaan, masalah, beban, atau ingin kamu juluki dengan nama apa pun perlu kamu terima dengan lapang dada. Ingat saja itu adalah bentuk rasa sayang Tuhan kepadamu.

Dia mengingatkanmu yang tengah ‘libur’ memikirkannya dengan sederet cobaan dan himpitan beban. Oleh karena Tuhan adalah tempat terbaik untuk berkeluh kesah. Gantungkan segala harapmu hanya pada-Nya. Maka dengan sendirinya kamu akan tenang. Hati ini akan lapang dengan sendirinya.

Ingat ini ketika kamu mulai lelah. Tuhan selalu menyemangati dengan Hayya ‘alal falah…

Hayya ala

Hayya ‘alal falah… via twitter.com

Hayya ‘alal falah

Bahwa jarak kemenangan hanya berkisar antara kening dan sajadah

Untuk apa merasa terpuruk sendiri, jika Tuhan tak pernah lelah menyemangati. Dalam setiap kesedihan dan kesempitanmu, ada lapang yang sedang disimpan oleh-Nya untukmu yang tidak mau menyerah begitu saja.

Sederhana memasrahkan masalahmu hanya kepada-Nya. Dengan sendirinya kamu pun akan merasa lega dan tenang saja menghadapi ujian yang menghadang.

Lagi pula, cobalah bertahan sedikit lagi. Nanti kamu akan rasakan, cobaan itu mendewasakan…

Cobaan sesungguhnya mendewasakan.

Cobaan sesungguhnya mendewasakan. via www.keyword-suggestions.com

Kamu harus bersyukur dengan hadirnya cobaan di tengah hidupmu. Tak hanya mengingatkanmu akan kuasa Tuhan, cobaan pun sesungguhnya membentuk pribadimu menjadi lebih dewasa. Suatu saat nanti ketika kamu sudah selesai menjalaninya, kamu akan takjub dengan betapa jauh langkah yang telah kamu tapaki untuk sampai ke posisi itu. Bahkan tanpa kamu sadari, hatimu jadi lapang dan dipenuhi dengan kedamaian.

Orang hebat ditempa dengan kesukaran, tantangan, dan air mata. 

Beruntunglah kamu yang berhasil melalui setiap cobaan yang datang. Setelahnya kamu menjadi pribadi yang lebih matang dan dewasa. Karena untuk menjadi hebat, seringnya Tuhan mengujimu dengan cobaan yang kuat.

Tak perlulah meratapi beban dan cobaan yang menghadang. Kamu hanya butuh Tuhan untuk menggantungkan segala harapan…

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya