Hasrat untuk mengabadikan diri dan indahnya panorama sekitar memang wajar dilakukan. Melakukan foto selfie dan foto pemandangan alam sekarang memang tengah jadi trend bagi anak-anak muda Indonesia. Bayangkan betapa keren dan asiknya bisa mengabadikan gambar diri di tengah pemandangan indah alam ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Apalagi jika tempatnya tidak mudah untuk ditempuh. Dijamin pasti banyak yang iri deh!

Tapi kamu juga harus ingat bahwa kamu perlu juga untuk menjaga dirimu sendiri dan menjaga alam tempatmu selfie. Jangan sampai kamu merusak alam hanya demi like dan popularitas di dunia maya. Apalagi selfie di tempat bahaya yang taruhannya nyawa. Sebaiknya dihindari deh.

Advertisement

Nah, berikut Hipwee merangkum beberapa kasus dimana selfie yang niatnya mengabadikan gambar indah malah berakhir dengan petaka. Baik untuk diri sendiri maupun alam tempatmu selfie!

1. Dibuka dengan gegernya kasus Mas Eri – pendaki yang mengabadikan foto di puncak gunung Merapi.

Pose terakhir Eri Yunanto

Pose terakhir Eri Yunanto via alexmulyoto.com

Tentunya kamu masih ingat dong dengan tragedi yang menimpa Mas Eri Yunanto. Beliau ini adalah seorang mahasiswa yang memang sudah punya segudang pengalaman mendaki. Jadi sudah pasti Mas Eri ini lebih bisa menjaga diri daripada pendaki awam yang saat ini lagi marak terjadi.

Tapi apalah daya jika memang takdir berkata lain. Niat mengabadikan momen pribadi berbuah petaka saat Mas Eri terjatuh dari Puncak Tusuk Gigi. Sebenarnya, cara turun tebing yang Mas Eri lakukan sudah tepat dengan merangkak karena tebing memang curam. Tapi apalah daya memang tebing tempat kakinya berpijak ambrol sehingga Mas Eri tak mampu bertahan.

2. Jangan lupakan juga cerita siswa di Madiun yang niat selfie tapi malah tertabrak Kereta Api.

Sayangnya, Tomy (baju merah) tak sempat menyelamatkan diri

Sayangnya, Tomy (baju merah) tak sempat menyelamatkan diri via www.youtube.com

Advertisement

Cerita mengenaskan datang dari Madiun mengenai pelajar yang tertabrak kereta api saat setelah selfie. Berniat mendapatkan foto yang keren bersama teman-temannya, seorang siswa bernama Tomy ini malah bernasib sial. Sesaat setelah berfoto, semua temannya bisa menghindari kereta api yang melintas. Namun Tomy mengalami nasib naas kala ia sendiri yang gagal menghindar dari kereta api yang melaju dari belakangnya. Ini pelajaran nih, meskipun memang mungkin hasilnya akan terlihat keren menantang maut, tapi apakah sepadan dengan resikonya?

3. Ingat gak dengan kabar siswa SMP di Ngawi yang terjatuh dari bendungan ketika hendak selfie?

Saat jenazah korban ditemukan

Saat jenazah korban ditemukan via www.beritangawi.com

Kabar dari Ngawi ini malah semakin membuat kita berhati-hati. Selfie anak-anak SMP di pinggir bendungan Wiroto ini berakibat fatal saat mereka terpeleset dan tercebur ke bendungan. Yang bikin sedih adalah mereka usianya masih 13 tahun. Ketiga korban yang diketahui bernama Intan, Lilis dan Yuniar ini dinyatakan meninggal karena tenggelam oleh pihak kepolisian. Ketiga korban ini juga ternyata tidak bisa berenang. Tentunya hal itu bisa kita jadikan pelajaran agar lebih berhati-hati lagi memilih tempat selfie.

4. Belum lagi kisah mahasiswa Malang yang terpeleset di Coban Sewu saat akan mengabadikan momen pribadi.

Foto mas Yanuru

Foto mas Yanuru via surabaya.tribunnews.com

Berniat mengambil sekali selfie terakhir sebelum pulang dari Coban Sewu, Yanuru malah mengambil foto terakhir sepanjang usianya. Beliau dan saudara memang saat itu hendak pulang dari Coban Sewu, namun keinginan untuk berfoto mengabadikan pemandangan indah Coban membuatnya tergoda. Saat itulah takdir berkata lain. Saudaranya hanya sekejap memalingkan pandangan dari korban, tapi begitu dia membalikkan badan Yanuru sudah tak bisa ditemukan. Jenazahnya sendiri baru ditemukan setelah beberapa jam.

5. Selfie di pantai juga harus hati-hati, salah-salah kamu akan terseret ombak seperti kabar dari Pantai Bajulmati ini.

Tim SAR saat menemukan salah satu korban

Tim SAR saat menemukan salah satu korban via news.okezone.com

Wisata pantai memang menyajikan pemandangan indah yang sayang jika tak diabadikan. Itulah yang dilakukan oleh rombongan 6 wisatawan asal Malang yang tengah mengunjungi indahnya pantai Bajulmati. Niatnya sih memang mau mengabadikan pose bersama saat ada ombak indah dibelakang. Namun siapa sangka, ombak yang datang adalah ombak besar yang tingginya mencapai beberapa meter. Para korban pun terseret dan hanya ada 1 korban yang selamat. Memang sih ombak pantai itu indah, tapi perlu hati-hati juga saat kita ingin mengabadikannya.

6. Untuk urusan selfie yang merusak alam, tentu kamu segar dengan tingkah anak-anak yang merusak Taman Amarilys di Jogjakarta.

Apa iya harus gini juga?

Apa iya harus gini juga? via www.dailymotion.com

Siapa sih yang gak tau tentang kisah taman Amarilys ini. Foto selfie disana sempat menggegerkan dunia maya ketika banyak wisatawan yang tak peduli dengan indahnya bunga dan menginjaknya seolah tak punya harga. Jelas saja hal itu membangkitkan amarah anak muda Indonesia. Komentar bernada kecaman dan bullying terus membanjiri akun-akun yang memposting foto selfie mereka yang merusak alam tersebut. Nah, setelah banyaknya kecaman yang muncul, apa kamu masih mau ngerusak alam? Anak muda Indonesia jelas gak mau, dong.

7. Ditambah lagi kelakuan mereka yang merusak Taman Bunga Baturaden. Padahal disana malah sudah jelas ada tulisan: “Dilarang menginjak tanaman”.

Tulisannya udah jelas tuh padahal

Tulisannya udah jelas tuh padahal via news.analisadaily.com

Kasus serupa terjadi juga di Taman Bunga Baturaden, Banyumas, Jawa Tengah. Keindahan alam taman bunga ini juga dinodai oleh ulah oknum-oknum pecinta selfie yang tak peduli dengan lingkungan. Jika di Taman Bunga Amarilys dulu alasannya adalah karena bunga tumbuh tak beraturan, di taman Bunga Baturaden ini malah bunganya sudah ditata sedemikian rupa. Belum lagi adanya papan larangan agar tidak menginjak tanaman. Tapi toh masih ada saja oknum yang melanggar dan merusak indahnya taman tersebut. Kalau ini mah emang sudah lancang.

8. Karena hobi mendaki sedang jadi trend anak-anak muda masa kini, banyak yang jadi pendaki dadakan hingga menebar sampah di pegunungan.

Kertasnya aja ditinggal, apalagi orangnya.

Kertasnya aja ditinggal, apalagi orangnya.

Seiring dengan makin maraknya tren mendaki dikalangan anak muda Indonesia, tren selfie di gunung pun juga ikutan booming juga. Mulai dari yang sekadar foto pemandangan hingga mereka yang membawa kertas dengan tulisan macam-macam. Sebenarnya sah-sah saja mengabadikan momen pribadi dengan selfie, tapi jika kertas yang kamu bawa keatas gunung tak dibawa turun lagi, itu namanya tak tau diri. Kertasmu yang bertuliskan “XXX Kapan kita kesini bareng?” aja kamu tinggalin di puncak gunung, gimana kalau ngajak orang aslinya? Bakal ditinggal juga kali, ya.

Terlepas dari fenomena-fenomena di atas, kita hendaknya perlu sedikit berkaca. Selfie dan mengabadikan momen pribadi itu wajar. Tapi tak perlu lah sampai selfie yang malah merusak keindahan alamnya. Apalagi selfie di tempat berbahaya. Sayangi dirimu sendiri!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya