Setiap orang pasti ingin menikah, tak terkecuali kamu. Namun tiap orang memiliki keberuntungannya masing-masing. Ada yang dipermudah Tuhan menemukan jodohnya dengan segera, ada yang harus menunggu terlebih dahulu. Dan tak semua orang yang belum menikah karena belum juga menemukan pasangan, karena ada juga yang memilih menundanya.

Menunda untuk tidak menikah terlebih dahulu bukan lah kejahatan, asalkan 6 alasan inilah yang ada dibalik niatmu untuk mengurungkan menikah terlebih dahulu. Karena sejatinya, memang tiap orang memiliki kesiapan dan waktunya sendiri-sendiri. Laksanakan apa yang jadi keinginanmu kini, tanpa perlu memikirkan ketakutan menikah di usia yang kelewat matang. Toh kamu pasti akan menikah, tepat pada waktunya.

1. Tak perlu takut dianggap telat menikah, asalkan kebahagiaan orangtua yang sedang kamu perjuangkan

kebahagiaan orang tua yang utama via lostpedia.wikia.com

Advertisement

Memilih untuk tidak menikah terlebih dulu dengan alasan ingin menunaikan kewajiban membahagiakan orang tua, adalah hal yang layak untuk kamu lakukan. Karena memang lebih baik membahagiakan orang yang sudah banyak berkorban untuk kita, sebelum kita memutuskan untuk membahagiakan pasangan dan juga diri sendiri. Sebuah alasan sederhana namun begitu sulit hingga harus mengorbankan banyak hal.

Tapi kamu jangan gentar, memilih menunda pernikahan sebelum keinginan membahagiakan orangtua tercapai adalah yang layak untuk diperjuangkan. Karena jodoh yang baik akan memahami hal itu. Jodoh yang baik pun akan setia menunggu bahkan tak segan membantumu mewujudkan keinginanmu.

2. Mengumpulkan lembar demi lembar rupiah untuk menyelamatkan hari tua adalah salah satu hal yang perlu kamu lakukan sebelum menikah

kerja dulu sampai sukses via k7mcreative.com

Beberapa orang mungkin akan mencemoohmu yang memiliki alasan ini untuk menunda perniakahan. Mereka beranggapan kalau memang rezeki akan tetap bisa dicari sekalipun sudah menikah. Menikah memang bukanlah hambatan untuk bisa terus bekerja, tapi memiliki tabungan untuk membangun sebuah rumah tangga yang tak sekadar penuh cinta tapi juga aman hingga hari tua, haruslah dipersiapkan sejak kamu masih muda tentunya.

Advertisement

Tutup kedua telingamu dari orang-orang yang mencibir keputusanmu untuk menunda pernikahan sebelum merasa tercukupi secara materi. Toh memang sebuah pernikahan itu membutuhkan banyak biaya. Bukan hanya ketika akan menggelar resepsi yang harus bayar sewa gedung sampai katering, tapi juga harus mempersiapkan sebuah rumah nan nyaman untuk bisa ditinggali nanti, agar tak lagi merepotkan orangtua lagi.

Mumpung masih memasuki usia produktif, memang tidak pernah ada salahnya untuk giat-giatnya bekerja, agar kehidupanmu selanjutnya tak hanya sekadar baik, tapi juga layak. Pernikahan memang baiknya disegerakan, namun memiliki materi yang cukup juga pantas diperjuangkan.

3. Mengeskplorasi diri sendiri sebelum menikah adalah alasan yang tepat. Agar ketika menikah nanti tak lagi ada penyesalan

sedang mengekspolore diri via www.pinterest.com

Terdengar kekanakan memang, tapi alasan menunda pernikahan demi sebuah pencarian jati diri itu hal yang tidak akan pernah membuatmu merasa menyesal telah melakukannya.

Beberapa orang merasa menyesali keputusannya menikah dengan segera karena ia tak sempat menikmati menjadi dirinya sendiri, mengembangkan apa yang selama ini tersembunyi dalam dirinya. Dan kamu tak ingin hal itu terjadi padamu, makanya kamu memilih menunda menikah sebelum kamu lebih memahami apa yang sebenarnya kamu cari dalam hidup.

Mumpung masih sendiri atau belum memiliki hubungan yang terlalu serius, galilah apa yang menjadi keahlianmu, mengembangkan hobi dan juga meraih cita-cita. Bukan hanya agar tak menyesal setelah memutuskan menikah, tapi juga supaya kamu memiliki sebuah pengalaman berarti untuk diceritakan pada anak-anakmu nanti.

4. Menikah itu hal yang mudah. Tapi kehidupan setelah menikah tentu hal yang baiknya dimatangkan. Lebih baik sedikit terlambat, asalkan kamu tak lagi memiliki keraguan

Jangan ada keraguan via shutterstock.com

Beberapa orang menganggap kalau menikah itu hal yang mudah. Tapi berbeda dengan kehidupan pascamenikah, kamu akan tinggal bersama seseorang yang sama, sampai akhir hayat. Menerima segala kekurangan dan kelebihannya.

Kamu sangat paham bahwa sebelum memutuskan menikah berarti kamu tidak hanya mempersiapkan segala pernak-pernik mulai dari akad nikah sampai resepsinya saja, tapi juga mematangkan niat untuk bisa hidup di dalamnya. Tak mengapa bila kesiapan itu belum kamu miliki, karena memang membangun sebuah keluarga baru tidak boleh ada rasa menyerah yang datang tiba-tiba. Yakinkan dulu, sampai kamu mampu. Toh menikah bukan soal lomba lari, yang siapa duluan akan jadi pemenangnya. Menikah adalah murni soal kesiapan hati.

5. Jangan buru-buru menikah karena umur. Perihal jodoh pun harus bersama seseorang yang terbaik, bukan asal dapat saja

yakinkan bersama orang yang tepat via dylandsara.com

Kunci dalam sebuah pernikahan tak hanya niat, namun juga dengan siapa kamu kemudian berani ambil keputusan besar tersebut. Memang baiknya tak memutuskan untuk buru-buru menikah, sebelum kamu merasa yakin benar dengan dia yang sekarang bersamamu. Atau asal mencari lawan jenis yang bersedia untuk menikah, karena sudah umur yang kelewat matang.

Tak masalah bila kamu memilih untuk sedikit terlambat menikah karena belum merasa yakin benar dengan seseorang yang kini sedang bersamamu. Karena sejatinya, jodohmu tidak akan peduli tentang usia, karena yang dinilai padamu kelak adalah kedewasaan.

6. Tidak ada yang namanya terlambat menikah. Karena tiap orang akan menikah di kesiapan waktu yang berbeda

tidak ada yang namanya terlambat menikah via dylandsara.com

Pada dasarnya, tak ada istilah “terlambat menikah”. Lagi-lagi menikah adalah soal kesiapan diri. Dan kesiapan bagi masing-masing orang tentunya berbeda dan tak akan pernah bisa disamakan. Belum menikah sekarang tak akan membuat kualitas dirimu menurun. Toh kebahagiaan masih bisa kamu dapatkan, sekalipun statusmu masih sendiri.

Pernikahan bukan perlombaan, dengan pemenang dia yang sudah berhasil nikah duluan. Pernikahan juga bukan sesuatu yang harus dikejar-kejar. Karena pernikahan ada bukan untuk menjadi target yang sama sekali tak boleh meleset, tapi untuk dihadapi dengan segala bekal yang mencukupi sampai kehidupan berumah tanggan berlangsung selamanya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya