Setelah kamu lulus SMA, kamu akan dihadapkan pada pilihan-pilihan apa yang akan kamu lakukan selanjutnya. Setelah ini, kamu akan memilih ilmu yang ingin kamu pelajari secara mendalam dan dijadikan bekal mengarungi masa depan. Ada yang memang sudah punya cita-cita untuk menjadi pengacara, maka akan langsung mengambil kuliah jurusan hukum. Ada juga yang ingin menjadi ekonom handal, lalu memilih FE sebagai pelabuhan.

Untuk beberapa jurusan yang sudah familiar di masyarakat dan diketahui secara luas sangat prospektif di masa depan, kamu nggak akan kesulitan untuk minta izin ke sana. Beda jika kamu mengambil jurusan-jurusan unik yang belum familiar. Pertama-tama orang tuamu pasti shock berat.

Kamu mau jadi nanti kalau ambil itu?

Padahal sebenarnya jurusan yang kamu pilih memiliki potensi besar juga jika kamu tekuni. Barangkali orang tuamu memang belum tahu saja. Apa aja sih jurusan unik itu? Berdasarkan penerawangan Hipwee, inilah beberapa jurusan yang akan membuat orang tuamu shock, padahal sebenarnya punya potensi masa depan yang oke juga.

1. Seniman nggak selamanya hidup seadanya. Banyak juga seniman sukses yang bergelimang harta

Maestro seni lukis Sudjojono via dgi-indonesia.com

Advertisement

“Pa, aku mau kuliah seni rupa…”

“Seni rupa??? Kenapa? Mau jadi seniman kamu? Mau makan apa nanti kamu kalau jadi pelukis? Ambil jurusan yang pasti-pasti aja!”

Jurusan yang berbau seni-senian biasanya penentangnya banyak. Mulai dari seni rupa, seni tari, seni drama, dan seni-seni yang lain. Mungkin karena stigma yang lekat di masyarakat bahwa seniman itu hidupnya angin-anginan. Kalau lagi kaya ya kaya banget, kalau lagi miskin ya bisa menggelandang di jalan. Karena itulah orang tuamu nggak rela kalau kamu masuk jurusan seni. Memangnya nanti keluargamu mau dikasih makan apa?

Padahal mengambil jurusan seni nggak membuatmu harus menjadi ‘seniman-seniman’ yang kita ketahui selama ini. Jika memutuskan mendalami seni visual, kamu bisa menjadi calon pelukis terkenal, juga bisa berkarir di bidang desain. Kamu bisa menjadi karikatur, illustrator, dan banyak lagi. Kalau kamu ambil seni tari, selain bisa menjadi penari kelas dunia, kamu juga bisa menjadi dosen atau koreografer. Banyak juga peluang kerja yang bisa kamu dapatkan di masa depan.

2. Jurusan Sastra, selamanya akan dipertanyakan nanti mau jadi apa. Kamu bisa jawab: “jadi W.S. Rendra!”

Sastrawan W.S Rendra via www.sastra.co.id

Tak jauh berbeda nasibnya dengan seniman, sastrawan juga mendapat pandangan negatif yang kurang menguntungkan. Orangtuamu mungkin nggak mengenal sastrawan besar seperti W.S Rendra atau Pramoedya Ananta Toer. Jadi saat kamu bilang ingin kuliah sastra, mereka juga bertanya-tanya kamu mau jadi apa. Belum lagi anggapan kalau soal bahasa bisa kamu pelajari sendiri atau ambil kursus di lembaga bimbingan. Nggak perlu menghabiskan masa studi 4 tahun di kampus. Padahal sastra kan nggak hanya belajar soal bahasa. Banyak skill anak sastra yang diperlukan di masa depan. Interpreter dan translator adalah salah satu karir yang menunggumu di depan. Soal penghasilan, interpreter dan translator jelas bisa bersaing.

3. Para pelajar di Jurusan Sejarah memikirkan masa lalu bukan tanpa alasan, justru mereka akan ahli meneropong masa depan

Sejarawan Asvi Warman via kupang.tribunnews.com

Duh itu anak sejarah yang diurusin masa lalu mulu, kapan dong kita ngomongin masa depan?

Nggak jauh-jauh beda sama anak seni dan sastra, para sejarawan ini juga dipandang sebelah mata karena yang diurusin hanya masa lalu. Kira-kira apa yang akan diberikan oleh masa lalu untuk hidupmu di masa depan? Padahal dari sejarawan kita bisa belajar banyak hal yang berguna bagi masa depan. Kamu bisa menjadi staf ahli, menjadi dosen, dan penulis bestseller, dan masih banyak lagi.

4. Pariwisata dan perhotelan dipandang sebelah mata karena diploma, padahal kamu bisa bergelimang harta jika berkarier dari sana

Kamu bisa jadi Chef Juna via magenta08.blogspot.co.id

Pariwisata dan perhotelan dianggap sebelah mata karena biasanya disediakan untuk tingkat diploma. Sementara masyarakat kita masih punya stigma bahwa sarjana lebih baik dan lebih prospektif untuk masa depan.

Dalam bidang pariwisata dan perhotelan, ada bidang-bidang khusus seperti tata boga. Kalau kamu mau jadi chef terkenal seperti Chef Juna atau Chef Marinka, atau Om Rudi Choiruddin? Nah, kamu bisa ambil kuliah tata boga. Misalkan kamu nggak jadi chef yang  jadi juri di TV, kamu bisa menjadi chef di hotel bintang lima, atau membuka usaha katering. Uangmu pun akan berdatangan. Jika orangtuamu masih berpendapat bahwa jadi insinyur lebih membuatmu kaya dibanding menjadi ahli kuliner, saatnya kamu menjelaskan dengan meyakinkan.

5. Apa salahnya menjadi penjahit jika sekelas Donatella Versace atau Calvin Klein? Katakan ini jika orang tuamu tak suka kamu kuliah tata busana

Calvin Klein via net-biographies.com

Tak jauh berbeda dengan tata boga, kalau kamu ambil kuliah tata busana, kamu juga akan ditanya mau jadi apa? Mau jadi penjahit? Nggak usah kuliah, mending belajar sama tukang jahit di sebelah rumah. Nggak ada yang salah dengan profesi penjahit. Toh, eksistensinya akan selalu diperlukan selama manusia masih menggunakan pakaian. Lagipula, sekarang tinggal kamu ingin menjadi penjahit yang seperti apa? Kalau kamu jadi perancang busana seperti Ivan Gunawan, Calvin Klein, Marc Jacobs, atau Donatella Versace, kamu mau beli apa aja juga bisa.

6. Banyak animator-animator Indonesia yang berkarya di Hollywood. Mau mau memandang sebelah mata pada jurusan DKV?

Andre Surya contohnya via maricari.com

Desain Komunikasi Visual atau DKV mirip-mirip dengan seni rupa. Cuman menggambarnya nggak di atas kanvas lagi, tapi di komputer. Istilah lebih mudahnya: desain grafis. Hingga saat ini, DKV bukan jurusan favorit, bahkan bukan jurusan yang diketahui secara luas. Kata orang, kalau kerjaannya menggambar-nggambar gitu kurang prospektif ke depannya. Padahal dengan mengambil jurusan DKV, kamu bisa menjadi ilustrator dan animator hebat seperti Andre Surya. Dia adalah lulusan DKV Universitas Tarumanegara Jakarta yang ikut serta sebagai animator di film Iron Man, Star Trek, dan Terminator Salvation. Atau seperti Griselda Sastrawinata yang menjadi tim animator dari Kungfu Panda dan Shrek.

7. Jurusan MIPA nggak akan kekurangan lahan. Ilmuwan adalah orang yang diperlukan dunia di setiap masanya

Prof. Yohanes Surya adalah salah satu tokoh suksesnya via www.yohanessurya.com

Meski sebenarnya terdengar bergengsi dengan masuk jurusan MIPA yang sulit, ilmu MIPA murni masih kalah pamor dengan anak teknik. Sementara anak teknik memperlajari ilmu siap pakai yang bisa langsung diterapkan, anak-anak MIPA murni lebih ke ilmu teorinya. Sudah kuliahnya susah, prospek kedepannya kurang jelas juga karena ilmunya kurang praktis. Padahal anak MIPA murni bisa bertransformasi menjadi praktisi juga. Menjadi teknisi atau insinyur juga bisa dilakukan oleh anak MIPA murni. Menjadi ilmuwan atau researcher juga bisa menjamin masa depanmu. Kamu nggak mau jadi seperti Prof. Yohanes Surya?

8. Ilmu Perpustakaan nggak hanya belajar soal menata buku, tapi juga manajemen informasi yang sangat diperlukan di era digital ini

Ilmu perpustakaan lebih luas dari kedengarannya via lensbooks.blogspot.co.id

Mau ambil jurusan ilmu perpustakaan juga bukan berita yang akan disambut dengan gembira oleh orang tuamu. Memangnya kamu mau jadi bapak atau ibu pustakawan yang sehari-hari menghabiskan waktu di perpustakaan? Mengurusi buku-buku dan debu-debu yang kerap muncul karena jarang disentuh oleh orang.

Memang iya sih, lulusan ilmu perpustakaan diharapkan menjadi tenaga profesional di bidang perpustakaan. Tapi bukan hanya menata buku saja. Sebenarnya banyak hal yang dipelajari di sana, mulai dari manajemen informasi, katalogisasi, komunikasi informasi, ilmu dokumentasi, hingga sistem informasi. Jadi lulus dari sana kamu nggak cuma jago merawat buku, tapi juga memanajemen informasi. Dari sinilah, potensi kerja di masa depan terbuka untukmu.

9. Banyak yang memandang sebelah mata ilmu pangan, padahal tanpa ini kita bisa kelaparan. Jadilah anak Pertanian yang keren dan mapan

Apa salahnya jadi petani? via naninounga.blogspot.co.id

Pamor anak yang kuliah di jurusan pertanian jelas kalah jauh dengan pamor anak-anak yang kuliah ekonomi atau hukum. Orang selalu beranggapan kuliah di pertanian identik dengan menjadi petani.

Mau jadi petani? Ngapain kuliah? Sini belajar aja sama bapak, kita langsung terjun ke sawah.

Padahal apa salahnya menjadi petani? Tanpa mereka, kita akan kesulitan mendapatkan bahan makanan. Apa jadinya Indonesia jika profesi petani semakin langka hingga akhirnya punah? Kita jadi harus impor beras dari luar dengan harga selangit. Pertanian adalah sektor penting untuk negara kita yang merupakan negara agraris. Kalau tidak jadi petani, kamu kan bisa menjadi ahli pertanian atau menjadi penyuluh pertanian dan pengusaha besar. Dijamin keren dan mapan!

Terkadang penolakan atau alasan kenapa suatu profesi dipandang sebelah mata adalah karena orang-orang belum tahu yang sebenarnya soal profesi tersebut. Jurusan-jurusan yang bikin orang tuamu nggak rela atau teman-temanmu bertanya itu apa, bisa jadi memberikan tempat yang bagus bagimu di masa depan. Semuanya tergantung niat dan usaha yang kamu lakukan.

Nah, kalau kamu ingin berkarier di bidang-bidang di atas tapi belum mendapat restu orang tua, sabar-sabar aja ya. Bicara baik-baik dan beri informasi bahwa masa depan cerah bisa saja tersedia, tergantung bagaimana kamu usahanya.