Pandangan tiap orang dalam menjalani hari memang subjektif. Yang dirasa dan dijalani dalam keseharian pun tidaklah sama. Tak ada yang tahu, seberapa berat beban yang dipikul seseorang, atau seberapa bahagia rasa senang yang sedang dirasa. Membicarakan tentang kehidupan memang tidak ada habisnya. Suka cita yang dirasa membuatmu tetap semangat menjalani segala macam kegiatanmu.

Kamu pun makin cinta dan tak ingin hari ini segera berakhir. Ketika duka dan kesedihan sedang menggandrungimu, ketika beraktivitas pun kamu jadi ogah-ogahan dan malas-malasan. Ya, karena pikiranmu sedang dibuat pusing dan tak tahan ingin segera mengakhiri derita. Tapi, kamu yang sering mendapatkan masalah yang menyisakan luka, adalah yang banyak belajar tentang hidup. Karena tak selamanya realita kehidupan itu tak senyaman angan.

Anak kecil yang jatuh pun akan menangis. Merasakan perihnya kulit yang tergores aspal akan membuatnya lebih berhati-hati dalam melangkah.

Belajar berjalan

Belajar berjalan via www.europapress.es

Advertisement

Tidak ada satu pun orang yang tidak merasakan luka, baik pada tubuh atau pun di dalam hati. Anak kecil yang sedang dalam proses belajar berjalan pun harus jatuh berulang kali sebelum akhirnya bisa benar-benar seimbang dan berjalan. Luka goresan di tangan dan kaki pun jadi pemandangan biasa.

Bahkan warna kulit keunguan pun jadi hal yang remeh. Ya, agar diri bisa berkembang, merasakan pengalaman baru itu penting. Tanpa jatuh bangun yang melelahkan, kamu tak akan bisa berjalan dan berlari sekencang sekarang. Goresan dan bekas luka dari aspal itu, adalah yang membuatmu semakin berhati-hati agar nantinya kamu tidak merasakan sakit macam ini lagi.

Musibah jatuh dari kendaraan memang menyimpan trauma tersendiri. Kamu pun belajar untuk lebih berhati-hati dan lebih peka terhadap segala yang terjadi.

Dengan makin banyaknya kendaraan pribadi yang memudahkan mobilisasi, tak disangkal, makin banyak pula kejadian kurang menyenangkan seperti kecelakaan. Ragam faktor bisa jadi alasannya, seperti kelelahan, kelalaian, dan faktor apes. Luka di sebagian badan, yang meninggalkan perih dan akan membekas adalah sebuah pelajaran yang tidak akan kamu lupakan.

Advertisement

Mungkin, akan menjadi trauma tersendiri. Tapi, dari luka itulah, kamu belajar dari hal kurang mengenakkan itu untuk lebih berhati-hati dan lebih peka terhadap keadaan. Agar tak terulang dan tidak menumpangtindih bekas luka yang telah ada. Kamu pun makin tau bahwa lalu lintas di jalan itu keras, butuh kehati-hatian ekstra agar tetap selamat sampai tujuanmu.

Ditinggalkan kekasih yang kamu sayangi pasti menorehkan rasa sakit luar biasa, tapi setelahnya kamu akan belajar untuk mencintai dengan sewajarnya.

Sekadarnya

Sekadarnya via www.theloveblender.com

Mencintai dan dicintai memang menyenangkan. Menjalin hubungan spesial dengan dia yang memang kamu sayang, saling mengingatkan, dan saling bergantung untuk kebaikan. Ketika rasa sayangmu melebihi kadar sewajarnya, dan dia tiba-tiba pergi meninggalkanmu tanpa alasan yang jelas, sakit yang terasa. Hatimu terluka, merasa menjadi orang yang paling disakiti di seluruh dunia. Apakah kamu juga merasa pedih? Tenang, hal ini menandakan bahwa hatimu sudah menuju kesembuhan. Kamu pun mendapat sebuah pelajaran berharga bahwa…

“Cinta dalam realita itu berbeda dengan dongeng yang berakhir dengan happily ever after. Cintailah dia sewajarnya.”

Ya, itulah yang kamu dapatkan. Kamu pun diam-diam berdoa agar tak lagi merasakan sakit yang meninggalkan luka dalam hal cinta.

Saat dibuat kecewa oleh orang yang dipercaya, kamu butuh waktu untuk ikhlas memaafkan. Di titik itu, mengandalkan diri sendiri jadi satu-satunya yang bisa dilakukan.

Kadang...

Kadang… via www.tumblr.com

Figur dari orangtua adalah yang siap melindungi, menafkahi, bahkan menjadi yang bisa kamu andalkan. Di suatu saat, kamu akan dibuat kecewa oleh hal yang dilakukan oleh mereka, yang membuatmu sakit hati. Ingatlah, kamu hanya beberapa kali dibuat kecewa oleh orangtua yang berusaha sekuat tenaga untuk membahagiakanmu.

Sudah berapa banyak kelakuan yang kamu perbuat yang telah menyakiti hati mereka? Untuk menyembuhkan luka itu, kamu pun berusaha untuk mengandalkan diri sendiri dan sebisa mungkin tidak merepotkan orang lain. Menyembuhkan luka dan pedih adalah dengan berjuang untuk sembuh.

Berapa kali kamu harus jatuh bangun demi mewujudkan harapan, sedangkan yang terjadi justru seringkali jauh dari keinginan.

Luka sakit

Luka sakit via www.flickr.com

Dunia ini keras, bung. Bahkan, di tiap bagian dan sisi kehidupan menyimpan kekerasan tersendiri. Mengkhayal tentang pekerjaan impian memang menyenangkan. Kamu dibuat senyum-senyum dengan iming-iming masa depan membahagiakan. Saat kamu memulai berjuang di dunia kerja, ternyata tidak seperti bayanganmu. Keras!

Kamu harus berjuang supaya bisa menyingkirkan jobseekers lainnya. Jatuh bangun, kerja keras tanpa henti, sakit hati lamaran ditolak oleh perusahaan impian pun membayangi. Kamu tidak boleh menyerah, karena kamu harus selalu ingat. Realita tak akan sejalan dengan harapan. Tanggungkan dirimu, agar tahan banting dan tak pernah putus asa.

Luka akan meninggalkan bekas yang kentara. Kamu harus berdamai dengan rasa sakitmu sendiri demi jadi pribadi yang lebih dewasa.

Lebih banyak pelajaran

Lebih banyak pelajaran via www.videoclip.bg

Di balik rasa kecewa, sedih, terluka yang akan membekas dan diingat, ada sebuah pelajaran yang akan kamu dapat. Dalam mengambil keputusan yang menyangkut tentang diri, kamu akan lebih berhati-hati dan mempertimbangkan segala langkah secara matang. Kedewasaan inilah yang kamu dapat dari hal-hal tidak menyedihkan itu. Mengobati perih yang tersisa bukan hal yang sia-sia, percayalah.

Baik sakit di sekujur tubuh atau di dalam hati, kamu pun belajar banyak dalam memaknai hidup. Tanpa dibuat sakit, kamu tak akan belajar apa-apa tentang kerasnya kehidupan. Sejak kamu baru lahir, kamu sudah mencicipi kerasnya dunia. Menjelang dewasa, perasaan dan mentalmu pun makin terlatih. Hal yang membuatmu sakit hati memang menyakitkan, tapi hal itulah yang akan jadi motivasimu agar tidak terulang lagi dan menjadi yang leibh baik.

Kamu sudah banyak mencicipi masalah di kehidupan yang keras ini. Perih yang diukir dengan alami oleh pengalaman tak mengenakkan itulah yang menguatkanmu dalam menjalani hidup. Jangan pernah menyerah ya, guys. Segala kebaikan tidak akan pernah pergi darimu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya