Artikel ini terinspirasi dari @sangajibowo, pemenang hari 5 #30HariTerimaKasih Challenge. Hayo, sudahkah kamu cukup bersyukur hari ini?

“Kenapa sih, setiap doa yang kupanjatkan nggak pernah dapat jawaban?”

Memanjatkan doa kadang terasa sebagai aktivitas yang sunyi. Meski sedang berusaha berbicara dengan Tuhan, kita hanya bisa mendengar suara sendiri dalam hati. Tak ada jawaban dari langit yang tiba-tiba mengkonfirmasi akan terkabul-tidaknya apa yang kita panjatkan. Selesai melafalkan kalimat permohonan, kita akan menarik nafas, menghembuskannya perlahan, sambil berharap keajaiban.

Advertisement

Namun tak setiap hari keajaiban yang kita inginkan itu datang.

Tak jarang, sebuah doa justru akhirnya tak terkabulkan.

Jika itu yang terjadi, bukan berarti Tuhan sengaja membiarkanmu sendirian. Sebenarnya, ia selalu mendengar tiap permohonan yang umat-Nya panjatkan. Hanya kadang, “tidak” adalah jawaban terbaik yang bisa ia siapkan.

Tuhan siap menolak doamu dan dibenci untuk sementara. Agar suatu hari kamu mengerti betapa besar cinta-Nya

Suatu hari. Kamu mengerti via www.lurvely.com

Salah satu tanda sayang Tuhan pada makhluk-Nya adalah kebebasan yang ia lekatkan dalam diri manusia — termasuk untuk perihal apa kita berdoa dan berupaya. Caranya mempertahankan peran dalam hidup ciptaannya, adalah dengan menentukan jawaban dari setiap doa dan upaya manusia.

Advertisement

Kadang, jawaban terbaik yang ia berikan adalah ‘tidak’. Tidak, karena itu tidak baik buatmu. Tidak, karena dia tidak tepat untukmu. Tidak, karena itu bukan yang Aku mau. Tidak, karena 5 tahun lagi, kamu akan menyesal pernah meminta hal-hal ini. 

Tuhan siap menolak doamu jika itu memang hal terbaik yang bisa dilakukan-Nya. Ia pun tak keberatan dibenci untuk sementara, agar nanti dirimu mampu memahami mengapa Ia harus menolak doamu saat ini.

Bukankah kita pernah bertanya mengapa doa kita tak dikabulkan, hanya untuk mendapat sesuatu yang lebih besar dan lebih kita harapkan?

Mungkin tertolaknya permohonanmu sempat membawa kesulitan dan ujian. Namun Tuhan selalu berkata “Tidak” karena sebuah alasan yang rasional. Mungkin Ia ingin kamu bersabar dan mendewasa. Mungkin Ia ingin mengingatkan, dirimu hanyalah makhluk kecil di alam semesta.

Saat doamu tak terkabulkan, bukan berarti dirimu dibiarkan tersesat sendirian. Ia selalu ada — selama kamu memercayainya

Tak tersesat via www.lurvely.com

Mengatakan “tidak” pada hamba-Nya bukan berarti menelantarkan mereka. Bahkan setelah Ia memutuskan menunda terkabulnya sebuah doa, tak ada kata “meninggalkan” di dalam kamus-Nya. Tuhan tetap ada di sisimu — mengawasimu. Jika dirimu ingin berkeluh kesah lantaran merasa tersesat, Ia pun mendengarkanmu. Tak ia intervensi lebih jauh hidupmu karena ingin menghargai kebebasanmu.

Selama kita memutuskan untuk percaya, Ia takkan pergi ke mana-mana. Ia selalu ada — jauh lebih dekat dari yang kita kira.

Penolakan dari Tuhan adalah isyarat untuk menunggu. Ada kebaikan lebih besar yang sedang dirancang-Nya untukmu

Terima Kasih, Tuhan via instagram.com

“Oh, cuma minta itu doang?” mungkin itu komentar Tuhan, sebelum akhirnya menandai doamu dengan stempel “ditolak”

Seperti @sangajibowo yang memilih untuk berterima kasih pada Tuhan, tak ada ruginya ketika kita berbaik sangka — bahkan saat Ia baru saja menolak doa kita.

“Terima kasih Pencipta kami. Terima kasih bagi Dzat yang telah menciptakan rumput, tanah, batu, semak, manusia, kerbau, angin sepoi-sepoi, dan langit sore. Segala puji bagimu,” kata Sangaji di caption foto Instagram-nya.

Jika Ia baru saja berkata “tidak”, cobalah menunggu. Ada kebaikan lebih besar yang sedang dirakit-Nya untukmu.

Selain rasa terima kasih atas Tuhan, adakah ucapan terima kasih lain yang ingin kamu ungkapkan? Ceritakan pengalamanmu ke Hipwee lewat campaign 30HariTerimaKasih di Instagram, yuk!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya