Artikel ini adalah hasil partnership antara Hipwee dan SamsungSmartphone terbaru dari Samsung yang memberimu banyak kebaikan.

Di tengah kemudahan teknologi, menulis pakai kertas dan pena rasanya sudah gak cool lagi. Kenapa harus repot-repot mencatat kalau bisa memotret papan tulis dan membacanya di gadget-mu? Kok ya harus ribet bawa buku catatan yang berat jika laptop yang ringan sekarang bisa membantu.

Seperti banyak hal lain yang ditinggalkan begitu saja, selalu ada kebaikan yang sebenarnya masih tersimpan dalam suatu hal yang dianggap tak kekinian dan ketinggalan jaman. Setelah membaca enam kebaikan ini, Hipwee rasa kamu akan tergerak untuk segera mencatat dengan tangan lagi!

1. Menggerakkan tangan memaksamu menciptakan pemahaman konseptual sendiri. Gak ada tuh ceritanya mencatat cepat tapi gak ngerti!

Gak ada tuh ceritanya mencatat cepat tapi gak ngerti! via tumblr.com

Saat mencatat menggunakan laptop, gerakan tangan yang cepat memungkinkan kita mencatat perkataan orang yang sedang bicara secara verbatim atau kata per kata. Alhasil, fokus kita saat mencatat dengan laptop adalah mencatat semua yang kita dengar secara detil. Jadi, bukan hanya menghapal.

Efek psikologis berbeda terjadi saat kamu kembali menggunakan cara oldschool untuk mencatat. Dengan kertas dan pena di tangan, kamu tak lagi punya kemampuan mencatat seluruh hal yang kamu dengar. Kamu pun dituntut untuk memilih informasi dan benar-benar memahami apa yang sedang disampaikan. Maka, nggak heran dong kalau mencatat dengan tangan memberimu pemahaman konseptual mendalam?

2. Gak perlu khawatir gampang lupa. Cara ini malah membuatmu bisa kembali memanggil memori secepatnya

Recall memori pakai cara ini jauh lebih gampang via tumblr.com

Kebanyakan dari kita memilih mencatat menggunakan laptop, memotret, atau malah merekam sesuatu karena alasan krusial:

“Kan biar bisa mencatat secara lengkap. Dan bisa lebih fokus mendengarkan.”

Hmmm, yakin nih gak terdistraksi sepanjang mendengarkan? Bukannya kamu malah lebih sering melamun dan scrolling lini masa media sosial, karena merasa nggak ada lagi yang harus dilakukan?

Catatan tangan memang sering tak selengkap catatan digital, tapi mencatat dengan tangan memberimu memori yang tajam. Saat memori kembali dibutuhkan, akan lebih mudah bagimu me-recall ulang apa yang kamu catat dari kenangan-kenangan psikologis yang tertinggal.

Tanggal yang kamu tulis di ujung kanan halaman bukumu, emosi, dan perasaan saat sedang mencatat materi itu dengan mudah membangkitkan ulang memorimu soal materi yang dicatat dulu.

“Mencatat dengan tangan akan mengaktifkan gerakan netral dalam otak yang secara otomatis mempermudah proses belajar.”, Stanislas Dehaene, psikolog di College de France .

3. Hasil penelitian membuktikan: mereka yang menulis pakai tangan mendapatkan nilai lebih baik dibanding mereka yang mencatat dengan laptop!

Mencatat pakai tangan kasih nilai yang lebih baik dibanding laptop! via tumblr.com

Sebuah percobaan yang dilakukan oleh Mueller dan Oppenheimer menunjukkan bahwa mereka yang mencatat dengan tangan menghasilkan skor yang lebih baik saat ujian dibanding mereka yang mencatat dengan laptop.

Seluruh subjek penelitian diberikan waktu sepekan untuk mempelajari catatan mereka sendiri. Saat hasil ujian keluar, mereka yang mencatat dengan tangan mengaku lebih menguasai materi karena proses mencatat dilakukan dengan gaya bahasa dan menciptakan konsep sendiri.

4. Kemampuan berpikir kritismu juga ditantang dengan cara ini. Side notes bikin kamu langsung bisa menciptakan argumen dan opini sendiri

Side notes bikin kamu bisa menciptakan argumen sendiri via tumblr.com


Sekarang udah nggak jamannya lagi kan kita jadi anak burung yang menerima umpan dari dosen saja? Justru apa yang mereka terima harus dikritisi dan dikembangkan sedemikian rupa. Tapi, sayangnya cara mencatat yang lebih up to date justru membatasi kemampuan analitik dan daya berpikir kritis kita.

Dengan mencatat tangan, saat mendengar pendapat dari dosen dan pemateri, kita bisa langsung membuat side notes yang berisi pendapat sendiri. Konteks yang kita tulis pun benar-benar bisa disesuaikan dengan stance pribadi.

Tak heran, mereka yang rajin mencatat tangan lebih lihai dalam mengembangkan paragraf berisi opini dan argumentasi. Wajar kan, sebab dari proses awal mencatat saja otak mereka sudah dilatih untuk menggodok pemahamannya sendiri.

5. Mencatat pakai perangkat digital membuka peluang buat distraksi. Alhasil fokus harus susah payah dicari

Sedih. Distraksi 🙁 via tumblr.com

*Buka laptop*
*Otomatis buka Facebook, Twitter, dan Youtube*
*Catetnya nanti aja ah, bisa difoto ini*

Apakah kamu akrab dngan skenario semacam ini? Perangkat digital yang harusnya memudahkan itu malah jadi peluang munculnya banyak distraksi. Bukannya memperhatikan dosen atau pemateri kamu malah asik browsing hal-hal nggak penting yang bukan jadi prioritas saat ini.

6. “Duh, nulis pakai tangan kan pegel! Nggak keren lagi!” — hmmm yakin mau beralasan begini?

Kan ada stylus pen! via tumblr.com

Yakin dengan kalimat di atas? Jaman sekarang menulis pakai tangan nggak harus melulu dengan cara standar pakai kertas dan bolpen. Kamu juga gak harus bawa buku catatan ke mana-mana kalau merasa itu mengurangi kekerenan. Ada banyak cara untuk tetap mendapatkan kebaikan dari menulis tangan, tanpa harus membuatmu kerepotan.

Salah satu caranya adalah dengan memilih gadget dengan stylus dan layar kernuntuk jadi kawanmu. Dengan cara ini tanganmu tetap bisa bergerak bebas dan mencatat secara manual, sembari terus bisa merasakan kemudahan edit dan sharing file yang cuma bisa diberikan perangkat digital. Otak jalan, memori terjaga, tapi kepraktisan tetap bisa dirasa. Kurang apa coba?

Setelah membaca enam kebaikan ini, yakin nggak mau meninggalkan cara mencatat yang kamu punya saat ini untuk #StartWithANote lagi?