Bagi kamu yang sensitif, minta maaf adalah kegiatan sehari-hari. Sama rutinnya dengan aktivitas primer lainnya seperti makan, tidur, buang air besar, dan bernafas. Tidak sengaja menabrak orang di jalan, padahal dia yang salah, kamu minta maaf. Ada teman mau pinjam pensil tapi kamu tidak bawa, kamu minta maaf. Naksir orang yang sama dengan teman baik, minta maaf. Seolah-olah kamu punya tanggung jawab untuk minta maaf atas kesalahan apapun yang dilakukan oleh siapapun.

Mudah minta maaf, di satu sisi adalah pribadi yang baik karena kamu bisa menerima kesalahan diri dan tidak ragu-ragu mengakuinya. Kamu juga siap mempertanggungjawabkan apa yang kamu lakukan. Tetapi di sisi lain, hobi minta maaf karena kesalahan yang tidak jelas bisa menjadi sifat buruk juga. Meski ada banyak alasan yang membuatmu merasa perlu minta maaf, kamu harus berhenti minta maaf karena hal-hal di bawah ini. Titik, tidak ada alasan.

1. Menolak dan berkata tidak adalah hakmu sepenuhnya. Minta maaf untuk itu tidak ada gunanya

Berani menolak via www.entrepreneur.com

Berkata tidak, atau menolak sesuatu, adalah hal yang sangat sulit dilakukan oleh orang-orang sensitif. Barangkali sama sulitnya dengan mempersiapkan kata-kata saat akan menembak gebetan. Rasa bersalah yang besar, membuatmu selalu merasa tidak tega bila harus menolak atau berkata ‘tidak’. Karena itu, kamu merasa lebih baik kamu yang berkorban dan mengiyakan segalanya daripada orang lain terluka. Padahal, sebagai manusia yang sama seperti manusia lainnya, kamu juga punya hak untuk menolak dan berkata tidak. Bila orang tersebut kecewa dan sedih karena penolakanmu, itu bukan salahmu. Kamu tidak punya kewajiban menyenangkan seluruh dunia dengan mengiyakan segalanya.

2. Saat ditanya orang dan kamu tidak tahu jawabannya, santai dan tidak perlu minta maaf. Itu bukan kesalahanmu

Tidak tahu tentang satu hal via www.tumblr.com

Advertisement

Sebenarnya kamu sebagai manusia mudah senang dengan hal-hal sederhana. Bisa membantu orang lain atau menyenangkan orang lain akan membawa efek senang yang sama kepada kita dan sebaliknya. Contoh mudahnya saat orang bertanya alamat padamu, dan kamu tidak tahu menahu, kamu pasti merasa bersalah karena tidak bisa membantu. Meski begitu, tidak seharusnya kamu minta maaf karena tidak bisa menjawab pertanyaannya. Bukan kesalahanmu kamu tidak tahu suatu hal. Kamu, toh, bukan Tuhan yang tahu segalanya.

3. Kamu sering merasa bersalah saat tidak menyetujui pendapat orang. Hei, mengungkapkan isi pikiran bukanlah sebuah kesalahan

Tidak setuju via www.webchutney.pk

Mungkin kamu perlu diingatkan kembali pada pelajaran kewarganegaraan masa SD tentang pasal-pasal dalam Undang-Undang Negara Indonesia. Pada pasal 28 disebutkan bahwa setiap warga negara mempunyai kedudukan yang sama dan kebebasan untuk menyatakan pendapat. Jadi bukan hal yang melanggar hukum ataupun salah ketika kamu menolak sebuah pendapat, karena kamu punya pendapat sendiri. Kamu justru harus mengungkapkan isi pikiranmu dan mengambil posisi sesuai dengan nuranimu. Yang salah adalah bila kamu sangat meyakini pendapatmu dan memaksakan ornag lain untuk menyetujuinya.

Baca selengkapnya di halaman selanjutnya.