Ibu Bingah, begitulah beliau akrab disapa. Wanita berusia 46 tahun tersebut berkeseharian sebagai penjual jamu di Jombang, Jawa Timur. Ia rela meninggalkan kampung halamannya, Solo, demi mendapatkan pundi-pundi uang dari berjualan jamu yang beliau dapatkan ilmunya dari sang mertua. Ibu Bingah sudah berjualan selama 24 tahun. Setiap hari beliau mengayuh sepeda untuk menjajakan dagangannya dengan penuh kesabaran dan semangat yang membara.
Berdasarkan penuturan Ibu Bingah, ada tujuh macam jamu yang beliau tawarkan, yakni kunyit asem, kunci suruh, cabe puyang, temulawak, kencur, dan paitan. Harga yang ditawarkan pun sangat terjangkau, mulai dari Rp 2000 hingga Rp5000 atau dapat juga disesuaikan dengan keinginan pembeli. Bahan-bahan yang digunakan Ibu Bingah merupakan bahan-bahan yang sehat, tanpa pengawet, dan mudah ditemukan. Biasanya beliau memperoleh bahan-bahan pembuatan jamu tersebut di pasar.
Peminat dari jamu yang dibuat Ibu Bingah sangat beragam, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua. Salah satu produk yang menjadi andalan Ibu Bingah adalah kunyit asam. Kunyit asam merupakan jamu yang dalam pembuatanya menggunakan bahan dasar kunyit dan juga asam jawa. Cara membuatnya pun cukup mudah yakni dengan menghaluskan kunyit, lalu menyaring dan merebusnya. Setelah itu, memasukkan gula jawa, asam jawa, dan juga garam. Ketika sudah mendidih, kita dapat menyaring kembali bahan-bahan yang telah direbus agar tidak ada ampas yang tersisa. Proses pembuatan jamu ini paling tidak hanya memakan waktu selama 10 menit. Oleh karena itu, pembuatan jamu ini dapat diikuti oleh siapa saja dan di mana saja.
Khasiat dari jamu kunyit asam pun sangat dahsyat, di antaranya untuk menghaluskan kulit, meningkatkan kesuburan, dan yang tidak kalah penting adalah meredakan nyeri haid. Jika kita lihat dari khasiat tersebut, kunyit asam ini sangat direkomendasikan untuk siapa saja, terutama remaja wanita yang kerap mengalami permasalahan kewanitaan seperti nyeri haid. Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Amelia, dkk. Â (2020), yang menyatakan bahwa kandungan curcumine pada kunyit dan anthocyanin pada asam jawa akan menghambat reaksi cyclooxygenase (COX) sehingga mengurangi terjadinya inflamasi dan kontraksi uterus yang menyebabkan nyeri haid. Penelitian yang dilakukan dengan sampel 14 orang remaja yang berasal dari SMPN 2 Ungaran Kabupaten Semarang tersebut mendapatkan hasil kesimpulan yaitu pemberian kunyit asam terbukti dapat menurunkan intensitas nyeri karena mengurangi pelepasan prostaglandin saat menstruasi.Â
Jamu kunyit asam dengan bahan dasar berupa kunyit dan asam, masing-masing memiliki kandungan fitokimia yang bermanfaat bagi tubuh. Kurkumin merupakan salah satu senyawa fitokimia penting bagi tubuh sebagai antioksidan, anti hepatotoksik, anti inflamasi dan anti rematik. Sedangkan, bagian asam yang digunakan dalam pembuatan minuman kunyit asam, adalah buah atau daun asamnya. Asam (asam jawa) memiliki bahan aktif seperti antioksidan, anti inflamasi, antipiretik dan obat penenang (Safitri & Gustina, 2022). Pendapat lain yang diungkapkan oleh Sugiharti & Sundari (2018) menyatakan bahwa agen aktif dalam kunyit yang berfungsi sebagai antiinflamasi dan antipiretika adalah curcumine, sedangkan sebagai analgetika adalah curcumenol. Buah asam jawa, memiliki agen aktif alami anthocyanin sebagai antiinflamasi dan antipiretika. Buah asam jawa juga memiliki kandungan tannins, saponins, sesquiterpenes, alkaloid, dan phlobatannins untuk mengurangi aktivitas sistem saraf. Sedangkan, jahe mengandung gingerol yang mampu memblokir prostaglandin.
Agar lebih optimal, kunyit asam dapat dikonsumsi sekali dalam sehari dengan tidak ada ketentuan waktu khusus (dapat diminum pagi, sore, ataupun malam). Keuntungan lainnya, kunyit asam dapat disimpan di kulkas sehingga dapat diminum sewaktu-waktu tanpa harus membuat secara dadakan. Namun, untuk menjaga khasiatnya secara maksimal, sebaiknya waktu penyimpanan di kulkas tidak lebih dari tiga hari. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Ermawati, dkk. (2021), yang menyatakan bahwa kadar kurkuminoid pada jamu dapat dipengaruhi oleh proses penanganan dan penyimpanan yang tidak tepat. Hasil penelitian tersebut memperoleh kesimpulan yaitu jamu yang disimpan dalam suhu ruang dianjurkan dikonsumsi dalam kondisi segar. Namun, untuk menjaga kadar kurkuminoid dalam jamu kunyit asam tetap konsisten, hendaknya disimpan dalam suhu rendah yaitu suhu kulkas dan suhu freezer. Selain itu, distribusi jamu kemasan yang tepat hendaknya dilengkapi dengan ice bag yang berisi es batu atau ice gel.
Melihat berbagi manfaat dan kemudahan tersebut, tentu kita dapat menerapkan pola hidup sehat, salah satunya yang dapat kita lakukan adalah dengan mengonsumsi jamu tradisional.Â
Â
REFERENSI
Amelia, S., Juwita, F., & Fajriyah, A. (2020). Pengaruh Pemberian Kunyit Asam Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Haid. Indonesian Journal Of Midwifery, 3(2), 145.
Ermawati, D. E., Septiana, V., Kundarto, W., Artanti, A. N., Rohmani, S., & Sasongko, H. (2021). Menjaga Kualitas Jamu Kunyit Asam Segar Industri Rumah Tangga X Yogyakarta dengan Penyimpanan Suhu yang Tepat Berdasarkan Kadar Kurkuminoid. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 6(2), 552-558.
Gustina, G. (2022). Edukasi Kunyit Asam Pereda Dismenorea. Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK), 4(2), 178-187.
Sugiharti, R. K., & Sundari, R. I. (2018). Efektivitas minuman kunyit asam dan rempah jahe asam terhadap penurunan skala nyeri haid primer. Medisains, 16(2), 55-59.
Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya
“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”