"Hey.. Apa kabarmu disana?"

Dulu kalimat seperti ini jarang sekali kita lontarkan - bahkan tidak pernah, karena kita tau kondisi satu sama lain. Tapi sayangnya itu dulu.. sekarang kita tidak saling peduli, seperti tidak pernah mengenal sebelumnya.

Advertisement

Baiklah.. jika kamu tidak mau mengingatku,biar aku yang mengingatmu..

Kita bertemu di salah satu perusahaan jasa penyalur air mineral, ketika itu kamu karyawan baru, bisa dibilang jabatanmu lebih tinggi dariku. Aku memaklumi itu, kamu cantik dan pintar. Aku sangat senang ketika kamu mengajak berkenalan. Dan sejak saat itu kita mulai dekat. Mungkin karena sebaya, tentu pola pikir kita hampir sama.

Hampir 3 tahun kita bekerja, semua ringan. Rasanya menyenangkan karena ada tempat untuk cerita, tempat untuk berkeluh kesah, dan teman bercenda gurau. Hingga pada suatu hari, entah karena apa (sampai sekarang aku juga tidak tau) kamu mulai menjauhiku. Aku tidak tau apa salahku. Mulai dari sini hubungan kita merenggang.

Advertisement

Tidak ada lagi cerita yang kita bagi, tidak ada lagi canda tawa kita. Kamu tau, aku ingin semua kenangan dulu terulang kembali. Namun sayangnya tidak bisa, aku rasa kamu yang tidak mau.

Pernah sekali waktu, kamu mulai berbicara padaku, namun bukan kata – kata yang dulu biasa aku dengar. Hanyalah nada perintah tanpa kata "tolong". Aku mulai sadar aku siapa dan kamu siapa. Hari berlalu dan sikapmu belum berubah.

Komunikasi kita hanya dialog satu arah, apa yang kamu ucapkan adalah kata yang sama sekali tidak ingin aku dengar. Hanya kalimat menyalahkan apabia ada yang tidak beres dalam pekerjaanku. Apakah kesalahkan sebesar itu? Itu sama sekali bukan interaksi yang ku mau.

Hingga akhirnya komunikasi dua arah terjadi, karena aku merasa tidak sanggup. Kita berdebat. Entah siapa yang menang saat itu, aku tidak peduli, aku hanya meluapkan emosiku yang selama ini aku pendam. Entah dari mana keberanian itu sampai – sampai tidak sadar keadaan di sekelilingku, orang – orang yang melihat, jabatanku, peraturan perusahaan, etos kerja dan lain – lain sama sekali tidak terlintas dipikiranku. Akibatnya, sebulan kemudian aku di mutasi ke kantor cabang. Kejadian hari itu tidak akan aku lupakan. Kita bicara tapi untuk yang terakhir kalinya.

Apa kamu tau kehilangan seseorang yang pernah dekat lalu menjauh itu menyakitkan.Sangat menyakitkan, karena melupakan seseorang yg pernah menjadi bagian hidup kita itu sama saja menghapus sebagian memori yang pernah kita alami.

Aku pikir, aku adalah orang pertama yang akan senang kika melihatmu jatuh dan akan tertawa paling keras ketika kamu terluka, namun ternyata aku salah. Satu tahun dari kepindahanku, aku mendengar kabar bahwa kamu dalam masalah, keluar kerja secara tiba – tiba dan tidak ada yang tahu keberadaanmu, bahkan keluargamu. Aku tidak tau apa yang terjadi padamu, tapi ketika mendengar hal itu aku merasa sedih. Aku berempati. Dimanapun kamu berada aku harap kamu baik – baik saja.

Aku menyayangimu, sahabatku..

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya