Kadang aku sedih melihat mentari yang selalu menemani pagi indahmu dengan senyuman hangat, menemani kesibukanmu dengan sinar teriknya hingga mengantarkan mu kembali sampai di rumah dengan cahayanya. Sedangkan aku, hanya bisa iri melihatnya, karna aku jarang sekali bisa menemanimu. Ingin rasanya aku menemanimu tiap waktu seperti mentari tapi aku rasa itu tak mungkin.

Saat mentari kesal padamu kau baru memintaku datang dengan mengatakan kau membutuhkanku. Kau ingin aku menemanimu. Tapi apa yang aku dapat, kekecewaanku padamu datang lagi dan selalu berulang. Padahal aku sudah senang kamu memintaku datang untuk menemani harimu, aku tak berharap bisa menemanimu tiap waktu layaknya mentari tapi aku masih berharap bisa menemanimu sebentar saja saat kamu memintaku untuk datang.

Advertisement

Tapi apa yang aku dapatkan, kamu selalu membuatku kecewa. Walaupun aku kecewa padamu aku datang dengan alasan bahwa kamu dapat berubah seperti sikapmu pada mentari. Aku bersiap untuk datang mengunjungimu dengan bahagia dan berlari sangat cepat agar aku bisa segera menemuimu. Tapi apa yang aku dapatkan, saat aku hadir dihadapamu untuk menyapamu layaknya mentari pagi yang memberikan senyuman hangat dan kamu balas pula senyumnya, kamu hanya melihatku dari balik jendela kamarmu, kamu tutup kembali korden kamarmu dan masuk tanpa berkata apapun padaku.

Ingin rasanya aku pergi meninggalkanmu saat itu. Tapi aku tak tega meninggalkanmu yang sedang sedih karna panasnya mentari belakangan ini. Kuputuskan untuk tetap menemani harimu, meski kamu tak memandangku sedikitpun. Hari mulai gelap aku tak tau itu karna memang sudah waktunya bintang malam menemani tidurmu atau karna aku yang sangat marah karna sikapmu padaku hari ini. Atas bujukan sang bintang aku kembali pulang dan meminta bintang untuk menjaga tidurmu dari gelapnya malam.

Pagi ini kulihat mentari kembali menyapamu dengan senyuman dan kau membalasnya dengan senyum. Aku sedih melihat itu, kenapa kamu tak mau tersenyum padaku saat mentari marah padamu. Aku tak tahu apa yang telah kuperbuat hingga sepertinya kamu menghindariku selalu menghindariku. Aku kaget melihat mentari siang itu, teriknya yang selalu menemani siangmu tiba-tiba terlihat redup dan aku mengusulkan pada mentari agar aku yang menjagamu siang ini dari kesibukanmu dan memberikan waktu pada mentari untuk beristirahat.

Advertisement

Mentari memberiku waktu bersamamu siang ini. Aku senang karna bisa menemani siangmu tanpa kamu minta. Aku berharap ini akan menjadi kebahagian dan kejutan untukmu. Aku datang tanpa memberimu pesan.

Aku langsung menghampirimu saat kamu sedang berjalan menuju tempat makan siangmu. Alih-alih menyapaku kamu malah berlari sangat cepat dan mencaci kenapa aku datang saat kamu sedang diluar, kamu segera masuk ke rumah makan tujuanmu dan tak sedikitpun melihatku dan keluar untuk menyapaku.

Aku sangat sedih melihat sikapmu. Aku berharap kamu bisa menganggap keberadaanku lagi. Aku berharap kita bisa tertawa bahagia lagi seperti dulu. Aku berharap beranjaknya usiamu tak melupakan kenangan indah mu bersamaku saat kamu bermandikanku. Aku berharap kamu tidak pernah melupakanku.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya