Aku pernah begitu yakin pada hati yang memilih terus menunggu kepulanganmu dari perantahuan, aku pernah begitu sedih saat aku tahu kau memilih meninggalkan kota yang penuh harapan. Sudah terhitung 2 tahun aku memilih mementapkan hati dan mengukuhkan jiwa, bahwa diam adalah cara terbaik menutupi perasaan yang semakin hari semakin pecah.

Dua tahun sudah aku memilih menjadi sosok karyawan dalam jiwa yang tempuh sendiri. Sebelum kabar ini sampai ketelingaku dari mulut kamu, aku memilih mengundurkan diri lebih dulu. Kabar desas desus pernikahanmu sudah ada, itu mungkin hoak atau benar aku kurang tahu, mungkin rasanya berat saat aku tuliskan surat ini. Aku pernah bermimpi bagaimana jalan berdua tanpa canggung denganmu, namun apa daya, takdir memilih jalan lain. Kau pergi tanpa pamit padaku sengaja aku tulisakan surat ini. Ucapan terimakasihku yang sangat besar kepadamu yang memilih tak membalasa perasaanku yang sangat dalam dan juga kenangan yang manis yang aku lewati sendiri, beserta puisi sajak dan surat cinta yang aku tulis dengan berat hati.

Advertisement

Secara tidak langsung kau menjadi sosok yang menghiasi dalam setiap tulisanku dalam setiap perbincnagku dengan tinta dan juga terhadap segala hal bias yang aku sebut istimewa.


Sebab tiada guna memperjuyangkan seseorang yang tidak mau diperjuangkan, sebab cinta tidak hanya sehari-sebulan, butuh dua pihak yang sama sama yakin sejak awal


Berita itu datang berita yang aku tunggu setiap harinya, kau memiliki pasangan hidup yang aku inginkan. Terlalu naif memang aku yang tak mau jujur namun ada alasan dibalik itu ada hal yang aku malu mengakui bahwa jatuh cinta padamu adalah hal cukup mewah untuk orang tak punya sepertiku. Dan dengan terbitnya surat ini aku mengundurkan diri

Advertisement

- Your Love Secret Armider

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya