Kau selalu saja bertanya padaku tentang ini dan itu. Tentang perasaanku, tentang yakinku padamu. Bukankah berkali-kali juga aku jelaskan padamu, bahwa rasaku tak pernah mempunyai alasan. Kau sendiri harusnya tau, aku mencintaimu tanpa logika. Ya, sepenuhnya hatiku yang berperan saat aku mencintaimu. Lalu, apa sebegitu pentingnya memberikan alasan mengapa aku mencintaimu.

Sungguh aku begitu buta tentang cinta, aku hanya tau saat ini aku memang benar mencintaimu. Tanpa alasan dan tanpa tanda tanya mengapa dan kenapa. Denganmu aku sedang mencoba belajar tentang "apa itu cinta?". Lalu sekarang berjuta tanya menggantung di kepalaku, saat kau memintaku memberi alasan mengapa aku mencintamu. Ah, aku bingung. Ya, aku benar-benar bingung.

Advertisement

Aku suka sekali menghabiskan waktu membaca puisi dan cerita-cerita cinta yang menguras emosi dan air mata. Aku menikmati alurnya, aku suka membayangkan menjadi tokoh utama dalam sebuah puisi maupun cerita yang aku baca. Tetapi kau tau? aku tetaplah sadar antara cerita dan dunia nyata tidaklah sama. Seperti halnya sudut pandangmu dan sudut pandangku tentang cinta. Aku hanya belajar dari bacaan-bacaan itu tentang cara mencintai dengan baik. Menyatukan perbedaan menjadi sesuatu yang saling menguatkan bukan malah menghancurkan. Aku tidak ingin merasa paling benar saat mencintamu. Aku hanya ingin mencintaimu dengan sebenar-benarnya dengan cara yang baik yang bisa aku lakukan. Tetapi, kau membuatku meragukan diriku sendiri. Kau membuatku ragu tentang makna ketulusan itu sendiri.

Bukankah cinta itu tentang ketulusan? lalu apa makna alasan dalam mencintai. Bukankah alasan-alasan itu justru yang akan membuat dua orang terpecah setelah susah payah berusaha bersatu. Bukankah alasan-alasan itu hanya akan membuatmu bertanya tentang pasanganmu dan tentang rasamu terhadapnya dan sebaliknya. Bukankah alasan-alasan itu akan membuat pikiranmu semakin rumit? Bukankah dengan alasan kau akan bertanya mengapa dan kenapa?. Dan kau tau, ketika alasan itu hilang kau pun akan kehilangan rasamu. Lalu dimana letak ketulusan dalam mencintai?

Saat itu aku berbalik bertanya padamu "mengapa kau mencintaku?", nyatanya kau hanya terdiam dan menatapku. Aku hanya tersenyum melihatmu tidak bisa memberikan alasan. Ya, sama sepertiku kau pun tak mengerti mengapa kau mencintaiku. Lalu mengapa harus ada tanya, ketika kau tak tau jawabannya. Diamlah, cinta itu bukan tentang logika namun tidak sepenuhnya tentang hati. Semua harus berimbang.

Advertisement

Saat kau mencintai seseorang dan kau mulai bertanya mengapa, saat itulah cintamu mulai dipertanyakan. Diamlah jangan mencari-cari alasan saat kau jatuh cinta. Karena cinta bukan sebuah alasan dan tidak butuh alasan. Jika cintamu beralasan, ketika alasan itu hilang, kecewamu datang dan rasamu pun hilang. Jalani saja rasamu, biarkan dia mengalir dan menemukan jawabannya sendiri. Jangan terlalu keras kepala dan melulu mencari-cari alasan saat kau jatuh cinta. Jagan tanya alasan, karena bisa jadi kau mulai ragu dengan dirimu sendiri atau dengan pasanganmu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya