Awas! Fenomena Peretasan Data Pribadi Kian Marak

Seiring pesatnya perkembangan teknologi di era modern seperti ini, manusia sepertinya sangat bergantung pada media sosial dengan berbagai platfrom yang ada di dalamnya, apalagi di masa pandemi covid 19 ini. Kecepatan dan kemudahan dalam memperoleh informasi membuat hampir semua kalangan dapat menggunakannya, tetepi dibalik mudahnya penggunaan platfrom yang ada di media sosial ada hal yang dapat membahayakan hidup kita.

Ada resiko tinggi jika mungkin data pribadi kita diretas oleh orang – orang yang tidak bertanggung jawab, para peretas tersebut akan menggunakan berbagai macam cara untuk mencuri data pribadi milik korbannya. Pada dasarnya korban peretasan dapat terjadi pada siapa saja, tanpa memandang latar belakang dan juga status sosial. Yang pasti siapapun yang menggunakan komputer maupun smartphone yang terhubung ke internet akan rentang terhadap peretasan atau serangan siber.

Biasanaya para peretas menjalankan praktik pencurian data pribadi korbannya dengan cara yang beragam. Salah satunya dengan mengirim email menyesatkan kepada calon korbannya, yang membuat si calon korban tersebut meng klik link yang ada pada email tersebut. Email tersebut membuat calon korban merasa seperti sedang dikirim email oleh pihak bank resmi yang memintanya untuk mengisi data si calon korban sebagai nasabah bank, untuk memverifikasi identitas calon korban. Jika ia tidak melakukannya maka kartu ATM nya akan diblokir. Ketika calon korban meng-klik link pada email tersebut, ia akan diarahkan ke halaman yang telah dibuat oleh si peretas dengan sedemikian rupa. Jika si calon korban mengisi data pribadinya di sana, datanya akan langsung dikirim ke peretas, dan bukan bank.

Terkadang peretas juga melampirkan sesuatu pada email yang dikirim ke calon korbannya. Segera mungkin setelah si calon korban mengunduh lampiran tersebut, malware akan diinstal dan kemudian mencuri data pribadi dari smartphone atau perangkat yang dimiliki si calon korban.

Apalagi baru – baru ini beredar maraknya unggahan mengenai jual beli data KTP beserta foto selfie sang pemilik KTP. Data-data tersebut berpotensi besar disalahgunakan, biasanya disalahgunakan sebagai PINJOL (pinjaman online), tagihan kartu kredit, dan sebagainya. Penjualan data KTP dan foto selfie orang lain tersebut sedang marak di perbincangkan, pasalnya si pelaku penjualan data KTP dan foto selfie otang lain tersebut memposting dan menjualnya di platfrom media sosial Twitter.

Kurang lebih satu minggu yang lalu, ayah teman saya menjadi korban peretasan data pribadi. Menurut sepengakuannya ia tiba – tiba mendapat email berupa tagihan kartu kredit miliknya yang mana totalnya 30 juta rupiah, padahal dia tidak merasa mengunakan kartu kredit sama sekali. Dua atau tiga hari kemudian dia mendapat pesan whatsapp dari nomor yang tidak ia kenali, isi pesannya yaitu agar cepat-cepat membayar tagihan kartu kredit, ia juga di ancam jika tidak membayar kartu ATM miliknya akan di blokir. Pengirim pesan ini juga mengetahui tempat tinggal si korban, kemudian si korban melaporkan kejadian inikepada pihak yang berwajib dan dalam proses penanganan.

Kesimpulannya kita sebagai pengguna media sosial harus bijak dan hati hati dalam menggunakannya. Selalu periksa izin yang diperlukan ketika kalian mengunduh aplikasi baru apa pun. Hindari mengunduh aplikasi mana pun yang mengatasnamakan dari pihak ketiga, serta jangan pernah mengunduh aplikasi bajakan meskipun fitur yang ditawarkan sangat menggiurkan, hindari transaksi bank atau akses informasi penting apa pun ketika menggunakan wifi gratis yang tidak anda ketahui. Kurangi pengguanaan media sosial yang kurang bermanfaat bagi anda. Jadikan media sosial tidak hanya sebagai hiburan tetapi juga tempat anda belajar hal – hal baru, jangan sembarangan menggunakan media sosial tetap berhati hati dan waspada dalam menggunakan media sosial.

ADVERTISEMENTS

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini