Bagaimana Sistem Ekonomi yang Baik Dapat Berpengaruh Terhadap Penanganan Covid-19

sistem ekonomi selama pandemi

Pada dasarnya, setiap sistem ekonomi pasti menghadapi empat masalah pokok, tidak peduli apakah sistem ekonomi itu dari masyarakat yang sudah maju atau dari masyarakat yang masih tertinggal, satu hal yang membedakan adalah dalam cara penyelesaiannya yang berbeda-beda pada setiap negara. Salah satu masalah pokok yang pasti dihadapi oleh setiap sistem ekonomi adalah bagaimana sistem ekonomi yang bersangkutan dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang baik agar dapat menjamin setiap orang yang ada di dalam sistem tersebut (Thee Kian Wie, 1988: 74).

Advertisement

Menurut Pasal 28H Ayat 1 UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, setiap orang berhak hidup sejahtera lahir batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa kesejahteraan setiap warga negara merupakan salah satu faktor dasar dalam mengukur keberhasilan sebuah sistem ekonomi di dalam sebuah negara.

Pada situs bps.go.id, jumlah pengangguran terbuka yang ada di Indonesia pada tahun 2019 adalah 5,23% dan naik menjadi 7,07 pada tahun 2020. Pengangguran terbuka terdiri dari orang yang tidak memiliki pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan, orang yang tidak memiliki pekerjaan dan sedang mempersiapkan usahanya, orang yang tidak memiliki pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan karena mereka merasa tidak akan mendapatkan pekerjaan, dan orang yang tidak memiliki pekerjaan, tetapi belum mulai untuk bekerja.

Meningkatnya jumlah pengangguran di Indonesia terutama di masa pandemi akan berpengaruh terhadap menurunnya tingkat perekonomian di suatu negara khususnya Indonesia. Hal ini juga diperkuat dengan turunnya pertumbuhan produk domestik bruto sebagai alat ukur pertumbuhan ekonomi suatu negara di angka 5,02% pada tahun 2019 dan turun menjadi -2,07 pada tahun 2020.

Advertisement

Jika masalah pengangguran tetap dibiarkan terutama ditengah-tengah adanya pandemi, maka tentu saja masalah yang lain akan bermunculan. Karena pada dasarnya, masalah sosial merupakan kondisi yang tidak disenangi oleh banyak orang. Masalah sosial memiliki sifat saling berhubungan dengan masalah yang lainnya, yang berarti ia bersifat implikatif dan tidak berdiri sendiri-sendiri. Ketika ada masalah sosial yang sifatnya utama (dalam konteks ini yaitu pengangguran) maka akan menimbulkan masalah yang lain seperti kemiskinan, kelaparan, hingga banyaknya orang yang kekurangan gizi.

Di masa pandemi Covid-19, kesehatan masyarakat tentu saja menjadi prioritas utama untuk negara dalam menangani masalah ini. Gizi merupakan faktor penentu yang penting dari respon imun tubuh dan masalah kekurangan gizi merupakan penyebab kurangnya kekebalan tubuh (immunodeficiency). Bukti menunjukan pada saat kekurangan zat gizi mikro seperti Zn, Se, Fe, Cu, Vitamin A, C, E dan Vitamin B6 serta asam folat, memiliki pengaruh penting terhadap respon imun. Dengan dimikian, secara umum diterima bahwa gizi merupakan salah satu determinan penting respons imunitas.

Penelitian epidemiologis dan klinis menunjukkan bahwa kekurangan gizi dapat menghambat respons imunitas dan meningkatkan risiko penyakit infeksi (Chandra, 1997). Meski disadari bahwa Virus Covid-19 dapat menginfeksi siapa saja, namun beberapa kelompok orang memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi untuk terpapar Virus Covid-19 hingga bisa membawa kepada kematian.

Disaat tingginya tingkat pengangguran dan rendahnya pertumbuhan perekonomi negara, maka kebijakan yang dapat diambil oleh pemerintah untuk mendorong  pertumbuhan perekonomian dan pengangguran adalah dengan mengeluarkan kebijakan fiskal dan kebijakan moneter.

Dengan adanya intervensi dari pemerintah, masyarakat tentu saja sangat berharap sistem ekonomi dan Pasal 28H Ayat 1 UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dapat berjalan dengan baik sehingga tingkat pengangguran dan angka orang yang kekurangan gizi bisa ditekan dengan harapan bahwa masyarakat tidak ada lagi yang kekurangan gizi.

Dengan demikian, kita semua bisa dibilang ikut berkontribusi dalam menekan angka penyebaran Covid-19 dan menjaga pertumbuhan ekonomi dengan cara menaikan imunitas dan juga membantu tenaga kesehatan yang berjuang sekuat tenaga dari awal untuk menjaga masyarakat dari Covid-19.

Penulis 1: Arie Surya Gutama, S.Sos., S.E, M.Si., arie@unpad.ac.id

Penulis 2: Rahadean K. A., rahadeankarunia@gmail.com, rahadean20001@mail.unpad.ac.id

Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Padjadjaran.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

CLOSE