Terkadang aku berfikir, sebenarnya cinta itu apa?

Jika cinta adalah sesuatu yang menyakitkan, maka aku tak ingin merasakannya lagi. Aku benci ! ya, benci pada diriku sendiri, yang terlampau percaya akan cinta. Aku pikir, jika ada seseorang yang berkata ingin menjadi bagian dari hidup kita dan telah menyusun rencana-rencana untuk masa depan bersama kita dapat mempercayainya.

Advertisement

Tidak teman, jangan mudah percaya akan hal itu, karena suatu saat jika dia pergi dan melupakan janji-janjinya kita sendiri yang akan kecewa karena telah menaruhkan harapan-harapan kita pada dirinya.

Dahulu aku yakin, cinta itu suatu fitrah yang telah diberikan Tuhan kepada hamba-hamba-Nya yang taat. Hanya satu untuk selamanya. Namun, suatu ketika pertahananku goyah. Ada seseorang yang hadir memberikan warna baru yang indah dihidupku dan menawarkan masa depan untukku.


Lalu aku teringat sebuah kata bahwa “Cintailah seseorang yang mencintaimu meskipun kamu belum mampu mencintainya.” Dari kata-kata itu aku mulai percaya, mungkin Tuhan menganugerahkan cinta melalui orang itu.


Advertisement

Setelah waktu berjalan, terdapat berbagai masalah yang menerpa, tapi aku selalu ingat pesannya bahwa kita tak perlu saling meninggalkan hanya karena masalah yang dapat terselesaikan. Tetapi pada suatu hari, dia memutuskan untuk sendiri. Apakah kalian tahu bagaimana perasaanku? kecewa? Ya pasti aku kecewa. Dia telah melanggar sendiri janji-janji yang dibuatnya.

Beberapa hari tidak lama dari itu, dia sudah menemukan penggantiku. Hidup memang selucu itu. Kali ini aku benar-benar telah kecewa, ya, kecewa pada diriku sendiri. Aku merasa benci pada diriku sendiri mengapa telah dengan mudahnya percaya akan janji-janji yang tidak akan ditepati. Terkadang aku bertanya, apakah dia memperlakukan perempuan sama denganku? Jika benar, itu jahat!

Tetapi di sisi lain, Tuhan mungkin sedang mengabulkan doa-doa yang selalu kupanjatkan pada-Nya untuk membuat bersama dengan orang yang tepat dalam cinta yang fitrah kemudian hari nanti, maka Tuhan menghapusnya dari hidupku karena mungkin bukan dia orang yang tepat. Aku selalu berusaha menerima ini dengan hati yang ikhlas. Namun jika boleh jujur terkadang rasa sakit itu selalu muncul jika mengingat perkataan apa saja yang pernah diucapkannya padaku dan dengan bodohnya aku mudah mempercayainya. Dan bohong jika aku mengatakan aku sedang baik-baik saja dan tak pernah menangis jika mengingat hal itu.


Mungkin Tuhan ingin aku lebih belajar lagi untuk menjaga komitmenku bahwa cinta itu fitrah, satu dan untuk selamanya. Tuhan menginginkan aku selalu berada dijalan-Nya dan dengan cinta yang halal disuatu hari nanti.


Teruntuk kamu, berbahagialah dengan kebahagiaan barumu, aku akan mendoakan yang terbaik untukmu. Karena walau bagaimanapun juga kamu pernah menoreh warna yang indah dihidupku meskipun kamu belum mampu menepati janji-janjimu. Terimakasih pernah hadir.

Dan terimakasih Tuhan telah menyelamatkanku dari cinta yang salah dan selalu ajari aku untuk selalu memaafkan dan ikhlas menerima apapun ketetapan-Mu, karena ku percaya semua yang telah Engkau tetapkan adalah sebaik-baiknya ketetapan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya