Kesempatan melanjutkan studi di kota Malang merupakan kehendak Tuhan yang hingga kini alasannya belum dapat ku singkap. Berada jauh dari keluarga dan teman-teman dekat merupakan hal asing yang tak pernah terpikirkan sebelumnya. Meski demikian, kondisi ini tak terlalu menjadi beban. Sebab Malang menyimpan keindahan yang cocok dijadikan tempat mengukir kenangan. Malang menyuguhkan beragam tempat yang mengesankan dan layak diabadikan. Salah satu tempatnya adalah Batu.

Jarak Malang-Batu memang cukup dekat jika ditempuh dengan kendaraan pribadi, setidaknya kendaraan roda dua. Mengunjungi tempat wisata yang hanya dibuka pada saat malam hari seperti BNS (Batu Night Spectacular) akan lebih menyenangkan dari sisi keamanan jika dijugjug dengan berkendara sendiri.

Eits kamu jangan berkecil hati dulu wahai perempuan tak beroda dua dan tak bergebetan satu pun sepertiku! Jangankan BNS, Eropa sekalipun tetap bisa kamu jabanin selama kamu mampu mokat alias modal nekat. Memang sih, mengandalkan angkutan umum di malam hari bagi perempuan seharusnya dihindari mengingat telah terjadi banyak tindakan kriminal yang tak mengenakan hati.

Selain itu, idealnya saat hari telah gelap, tempat paling layak dan paling diwajibkan bagi seorang perempuan adalah kediamannya. Karena jika malam hari seorang perempuan di luar kediamannya, ada banyak bahaya mengintai yang bisa jadi mengancam keamanannya karena adanya fitnah yang ditimbulkan.

Kamu jangan berkecil hati lagi, wahai perempuan! Kamu pasti pernah dong merasakan kakimu menginjak suatu tempat yang belum kamu singgiahi. ​Jika belum, kamu pasti ingin kan? Tentu saja, karena pengalaman seperti ini selalu memberi sensasi kebahagian kompleks yang cukup rumit diungkapan dengan ragam kata. Tak perlu tempat-tempat jauh seperti Eropa, BNS juga akan menyemburatkan kepuasan jika mokatmu menggenapi langkah perjuanganmu untuk mencapainya.

Advertisement

Perjuangan macam apa yang akan kamu, perempuan tak beroda dan tak bergebetan satu pun sepertiku, hadapi untuk mencapai BNS?

Begini, Malang-Batu memang tak seberapa jauh. Namun saat dijugjug sore hari memburu malam tiba dengan mengandalkan mulut untuk info angkutan umum, senja yang hangat sempat terasa mencekam. Apalagi jika misal, hanya dua pasang kaki yang beriringan dan baru berkeliaran di Malang dan sekitarnya ini tak disertai makhluk jagoan yang dinamakan laki-laki.

Dengan mengandalkan angkutan umum, menempuh BNS perlu 3 kali naik angkutan umum, terhitung kediaman di lokasi sekitar kampus UM. Angkutan pertama yang harus digunakan adalah angkot yang menuju ke terminal Landungsari yang bisa ditempuh dengan angkot LG, GL, AL, dan lainnya yang memiliki huruf L pada nama angkutan ini. Setelah itu, oper angkot berwarna ungu yang mengarah ke Batu.

Setelah sampai di Batu, kamu jangan senang dulu, karena BNS masih jauh untuk ditempuh dengan jalan kaki. Kuy tengok dulu kanan kiri, sapukan matamu pada wajah-wajah yang menurut feeling-mu orang baik, jangan berhenti berdo'a dalam hati agar feeling-mu tidak melenceng. Kamu perlu naik angkot sekali lagi, yaitu angkot berwarna kuning muda jurusan Batu-Landungsari. Sayangnya sekitar jam 5 pun angkot yang satu ini sudah pulang ke rumah. Jadi, jangan terlalu sore berangkatnya.

Karena buka di malam hari, otomatis kamu juga pulang malam. Jika kamu tidak memutuskan untuk bermalam di penginapan, kamu sebaiknya minta bantuan teman yang tinggal di daerah sekitar. Namun jika kamu khawatir merepotkan temanmu, kamu bisa mokat sepertiku dengan mencari masjid. Selain nyaman untuk beribadah, rumah Tuhan juga aman. Kamu hanya harus siap disapu angin. Tenang saja, Batu daerah dingin. Tidak ada nyamuk hinggap meski lupa semprot atau oles atau bakar obat nyamuk.

Violaa, kamu berhasil deh jalan-jalannya.

Intinya, keadaan tak sebaiknya menjadi alasan bagi kamu tak mampu melangkah. Tak ada kendaraan dan tak punya gebetan kiranya tak layak menjadi alasan bagimu tak beranjak ke suatu tempat. Karena kendaraan saja tidak selalu menjamin kamu bisa pergi kemana-mana hingga ke antah berantah. Pun doi, dia bukan sopir atau ojek pribadimu yang bisa non stop mengantarmu ke berbagai tempat. Bahkan gebetan bukan lah peluang untuk kamu manfaatkan kebersediaanya menemanimu.

Hal terpenting yang harus kamu miliki untuk menjugjug suatu tempat adalah tekad. Sebab tanpa tekad, meski kendaraan dan doi telah tersedia pun kamu bisa saja tidak berangkat kemana-mana.