Bahayanya Cyberbullying Pada Anak dan Remaja. Yuk, Lebih Berhati-Hati Menggunakan Media Sosial!

Jangan pernah memberitahukan semua informasi yang berhubungan dengan pribadi di sosial media.

Zaman sekarang, semua orang sudah tahu dengan dunia internet. Internet digunakan oleh orang untuk mencari sebuah informasi yang belum diketahui. Selain itu internet  merupakan faktor yang sangat dominan bagi orang banyak. Tetapi ada sebagian orang yang menjadikan internet sebagai sarana untuk mengintimidasi  anak-anak dan remaja, yang ironisnya dilakukan oleh anak-anak seumuran mereka juga. Munculnya tindakan  negatif  anak-anak dan remaja di internet sering disebut dengan cyberbullying.

Advertisement

Cyberbullying merupakan segala bentuk kekerasan yang dialami oleh  anak-anak dan remaja yang dilakukan oleh teman seusia mereka melalui media internet. Kecanggihan teknologi membuat anak-anak dan remaja dapat mengakses sosial media dengan mudah. Segala kekerasan yang disampaikan melalui sosial media memiliki dampak yang sangat buruk bagi korban. Tindakan tersebut sangat memprihatinkan dan dilakukan dengan cara semena-mena. Salah satu cara yang umumnya dipakai untuk membully adalah dengan melakukannya melalui internet.

Bentuk cyberbullying bermacam-macam. Mulai flaming merupakan bullying lewat sebuah pesan dengan kata-kata yang kasar atau mempermalukan dan harassment juga termasuk jenis yang membuat si korban merasa tidak nyaman di media sosial dan merasa diteror, terancam. Lalu pencemaran nama baik atau denigration adalah tindakan yang paling fatal bagi korban. Si pelaku mengumbar keburukan seseorang melalui media sosial dengan maksud untuk merusak nama baik dan reputasi orang tersebut. Jenis tindakan tersebut juga mempunyai dampak-dampak  negatif bagi korban bahkan ada korban yang merasa  takut untuk membicarakan masalah tersebut.

Dalam cyberbullying tidak ada orang yang bisa menetralkan kembali dampak dari bullying yang dilakukan pada dirinya secara non fisik. Kutipan dari Adi W Gunawan mengatakan korban merasa terancam dengan situasi aversi dimana ia merasa dipermalukan oleh banyak orang melalui media sosial secara berulang kali. Kemudian timbullah rasa tidak percaya diri karena korban merasa tidak berharga.

Advertisement

Bullying juga membuat korban stress dan depresi sehingga dapat membuat prestasi korban menurun dan pemahaman dari lingkungan yang diterima korban. Kemungkinan korban akan melakukan tindakan bunuh diri. Bunuh diri kerap dijadikan solusi terakhir untuk menghindari suatu masalah kemudian dijadikan pelarian untuk menghindari situasi aversi tersebut.

Maka dari itu ada beberapa contoh kasus seperti ini yang terjadi pada korban yang terkena bully di media sosial.

Korban mengunggah sebuah berita terkait kepribadiannya di media sosial. Atau bisa juga korban bercerita dengan teman onlinenya tentang dirinya yang mendapat bullying di media sosial. Kemungkinan besar si korban akan mendapat bullying di media sosial karena korban telah menceritakan semuanya kepada teman onlinenya sehingga orang tersebut yang mendengarkan cerita tentangnya menyebarluaskan dengan cara semena-mena. Korban tidak bisa melakukan apa-apa karena cerita yang ia sampaikan sudah terpapar di media sosial. Korban juga harus mengakhiri masalah ini dengan menggunakan solusi agar tidak tersebarnya masalah yang ia ceritakan.

Ada tahap untuk mencegah pada korban yang sudah mengalami penindasan di internet yang bertujuan agar tidak terjadi lagi kasus cyberbullying. Jangan pernah memberitahukan semua informasi yang berhubungan dengan pribadi di sosial media. Media sosial adalah area yang luas untuk kemungkinan aktivitas bullying terjadi. Proteksi akun media sosial kamu dan jangan ada orang yang mengetahui informasi masuk akun media sosialmu. Juga disarankan untuk orang tua memantau aktivitas anak-anaknya di media sosial.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

CLOSE