Menikah? siapa sih yang gak pingin menikah? bukankah itu keinginan setiap orang? apalagi bagi seorang perempuan. Sama hal nya denganku hari indah itu sudah menjadi impianku menikah dengan orang yang kita cinta menikah dengan orang yang sudah bersama berjuang.

Kamu, orang yang awalnya aku anggap biasa sama dengan yang lain dalam geng kita plankton, namun makin hari makin intens saja kita dekat, tepatnya 2 juli 2013 kita resmi!

Advertisement

Namun perjalanan itu gak semulus yang dilihat sama orang, lebih tepat nya sempat ngerasa makan hati karena kamu selingkuh dan tepat 3 bulan jadian, kamu ninggalin aku dengan alesan jenuh. Aku terima hal itu selang beberapa bulan kamu hadir kembali dan meminta untuk bersama, aku menerima nya lagi namun di perjalanan kamu mengulangi hal yang sama dan berulang sampai aku memutuskan untuk benar-benar pergi darimu, tapi kamu menahan ku dengan janjimu kamu akan berubah aku pegang janji itu J! Dan benar kita sama-sama kembali berjuang di almamater yang sama untuk mencapai tujuan yang sama. Karena mengejar skripsi agar cepat selesai dan akhirnya kita wisuda bersama bahagia nya bisa wisuda bareng pasangan J. Setelah wisuda kita memutuskan sama-sama mencari kerja bersama, seneng kan berjuang bareng pasangan di semangatin banget sampai akhirnya alhamdullilah kamu bekerja menjadi Web Development walaupun aku gak tau apa itu pekerjaanmu. Semenjak itu sering banget bikin bahagia eh dari dulu juga begitu sih J!

Sampai pada akhirnya kita memberanikan diri buat minta restu ke orangtua tentang hubungan kita, malam itu kamu datang kerumahku secara laki-laki. Kamu ngobrol empat mata dengan bapak ku tentang hubungan kita sampai akhirnya orangtuaku merestui hubungan kita, bahagia nya kita saat itu apa yang kita perjuangkan mendapat restu juga J.

17 Januari 2017 resmi kita bertunangan disaksikan kedua keluarga besar kita, alhamdillah banget saat itu bahagia sekali rasanya udah dikasih kepastian sama pasangan! Impian setiap wanita yang dikasih kepastian sama pasangannya, J.

Advertisement

Hubungan kita seperti biasanya gak selalu mulus karena hal-hal yang kadang bikin aku marah sama kamu tapi kamu tak pernah menyadarinya. Karena dia gak mau mendengar apa yang aku keluhkan mungkin dia mendengar tapi mengabaikan selalu seperti itu bahkan terlalu seringnya dia seperti itu aku sering minta putus karena gak kuat tapi rasa komitmen aku ke dia besar jadi memilih bertahan dan entah tiap membicarakan soal pernikahan kamu selalu menghindar selalu bilang masih lama. Sekali lagi aku menguatkan hatiku sendiri atas ego nya J.

Sampai pada akhirnya badai besar itu datang setelah kita pulang berlibur ke kota Istimewa Jogjakarta tepatnya tanggal 5 Juli 2017 kamu datang kerumahku sendirian menemui bapak ku untuk mengakhiri hubungan kita dengan alasan kamu mau bahagiain aku dengan cara ninggalin aku. Kamu mengatakan bahwa ada beberapa hal keuangan yang harus kamu tanggung sendiri dan juga kamu mengingkari janjimu dengan bapakku sewaktu kamu meminta restu kepada beliau, kamu bilang kamu sayang sama aku kamu gak ingin kehilangan aku tapi lebih memilih pergi. Aku gak nyangka akan hal itu, selang hari kamu datang kembali bersama orang tua mu bilang ke orang tua ku bahwa kamu ingin kembali denganku. Maaf untuk kamu dan ibu kamu, karena saat itu aku tidak menemui kalian karena hati aku yang sangat kecewa terhadap kalian. Padahal saat itu kami masih minta waktu untuk menenangkan pikiran dan hati kami kenapa itu jadi masalah untuk ibu kamu? yang sama-sama wanita kenapa tidak merasakan betapa sakitnya ditinggalkan. Sampai kamu memilih pergi karena kamu dilarang untuk menemui ku kembali, kenapa dengan mudahnya kamu pergi? kenapa kamu dengan mudahnya untuk tidak berjuang lagi untuk kita, padahal semua itu masih bisa kita bicarakan!

Tapi yah sudahlah kamu lebih memilih pergi untuk apa aku terus menggenggam sedangkan kamu ingin melepaskan, aku sudah meminta mu untuk tetap bersama aku cuman kamu lebih memilih untuk pergi, apa aku terlalu memaksakan keadaan untuk tetap bersama? aku hanya merasa apa yang sudah aku perjuangkan selama 4 tahun ini terbuang sia-sia dengan kamu memilih meninggalkanku, atau memang ada hati yang lain yang sedang kamu jaga? tanggal pernikahan 18 April 2018 sekarang hanya tinggal kenangan untuk aku dan kamu, aku tidak ingin berburuk sangka atas apa yang sudah terjadi diantara kita, kecewa itu pasti tapi sekali lagi aku bisa apa? aku hanya menerima atas apa yang sudah ditetapkan buat aku. Aku akan berusaha bangkit dari mendung ini, walaupun berat tertatih terluka tapi aku harus bangkit demi mereka yang sayang sama aku. Aku tidak menyesal telah mengenalmu karena denganmu aku pernah bahagia. Terimakasih pernah mengajarkan aku tentang bertahan dengan komitmen, terimakasih telah menemaniku selama 4 tahun kita berjuang di almamater yang sama, terimakasih telah memberikan kenangan yang manis yang sampe sekarang aku belum bisa lupa, mungkin tugas ku mendampingimu sudah selesai jadi kamu membiarkan aku untuk pergi. Biarkan aku bangkit dengan cara ku sendiri biarkan aku memulai lembar baru dengan mimpiku yang lain, aku percaya Tuhan akan menggantikannya jauh lebih dari apa yang aku rasakan saat ini. Aku percaya kelak akan ada pelangi indah yang menggantikan semua luka yang aku rasakan. Sekali lagi terimakasih untuk kamu dan untuk mantan calon ibu mertuaku atas impian yang sudah di berikan lalu dihancurkan kelak kalian akan melihatku bahagia dengan hidupku J!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya