#BeraniWujudkanMimpi-Sebuah Asa dalam Mewujudkannya, Karena Keberanian adalah Kunci.

Menjadi dewasa ternyata melelahkan. Dihadapkan pilihan yang rumit dan membingungkan. 19 tahun hidup, baru kali ini merasakan kegelisahan yang seakan tak berujung. Bukan lagi gelisah perkara dia yang tak membalas pesan, namun gelisah akan misteri masa depan. Mimpi dan harapan sejak kecil, kini waktunya direalisasikan.

Advertisement

Di bangku SMA, keinginan menjadi jurnalis terbesit dihati. Tak sengaja mengikuti kompetisi jurnalistik, ternyata aku tertarik. Karena dalam dunia jurnalistik sangat dekat dengan aktivitas menulis dan fotografi, ku putuskan untuk masuk jurusan ilmu komunikasi saat kuliah. Alhamdulillah langkah kecil masuk jurusan yang ku dambakan, akhirnya terwujud.

Sayangnya, mimpiku sedikit terhalang restu orang tua. Ibuku meragukan pekerjaan sebagai jurnalis yang tentunya sering riwa-riwi meliput berita. Tak ada salahnya orang tua mencemaskan sang anak, karena itu semua menyangkut masa depan. Ibu berkata “Kalo jadi jurnalis, nanti kamu jarang di rumah, jarang ketemu ibu. Kalo jadi PNS bisa nggak kamu?”. Tak ku sangka orang terdekat yang seharusnya mendukung, ternyata tidak berpihak padaku.

Mungkin ini sebagian dari rintangan menuju kesuksesan. Seringkali terngiang akan perkataan ibuku. Seakan-akan aku tak mampu. Sesekali goyah akan ucapannya itu. Di hidup yang sekali, kebahagiaan sejati tercipta karena diri sendiri. Aku tak mau suatu hari menyesal karena pilihan orang lain. Jika mungkin suatu saat aku gagal, aku akan menyesal akan pilihanku sendiri. Tapi tak kan ku biarkan hal itu terjadi.

Advertisement

Tak cukup disitu, rintangan lainnya adalah kebutuhan dalam membuat konten. Aku membutuhkan kamera yang memadai dan internet yang mendukung. Yang jelas biaya-biaya itu tak murah dan tak mudah. Aku memberanikan diri untuk meminta modal berupa kamera kepada orang tuaku. Bagaimana lagi, aku belum berpenghasilan. Orang tua selalu mengupayakan yang terbaik untuk anaknya.

Aku pun harus memberikan yang terbaik dan tak mau mengecewakannya. Tuhan masih memberikan kesehatan yang luar biasa. Tak akan ku sia-siakan kesempatan yang begitu besar untuk terus mengembangkan potensi diri. Bergabung dalam komunitas, mengikuti ekstrakurikuler, dan tentunya memperbaiki perilaku diri. Mengikuti beberapa lomba, akhirnya aku memperoleh beberapa penghargaan diantaranya yaitu juara 3 fotografi competition dan menjadi penyair terpilih dalam lomba puisi. Aku percaya bahwa langkah kecil akan membawaku ke langkah yang lebih besar.

Satu-satunya yang ku miliki saat ini adalah keberanian, #BeraniWujudkanMimpi adalah sebuah keyakinan dan penuh harapan juga ku lekatkan pada diriku. Aku tak bisa berkata banyak diriku saat ini. Yang jelas aku sekarang dalam masa berjuang. Suatu saat nanti, waktu akan menjawab semuanya dan orang tuaku tersenyum bahagia karena bangga melihat anaknya bisa mewujudkan mimpinya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Perempuan yang suka ngelantur dengan puisi-puisinya

CLOSE