Bumi Manusia, Film Tentang Perjuangan Cinta Berlatar Kolonialisme

Film Bumi Manusia

Bumi Manusia film besutan Hanung Bramantyo ini menjadi salah satu film yang saya tunggu-tunggu di bulan Agustus ini. Mungkin saya sangat terlambat membuat review tentang film ini. Tetapi film ini sangat menggelitik saya untuk membuat sebuah tulisan tentang Bumi Manusia. 

Advertisement

Tulisan ini saya buat sebagai apresiasi saya kepada pengarang novel Bumi Manusia, sutradara dan aktor pemeran yang terlibat dalam film ini.

Setelah menonton film ini saya merasa tidak salah menjadikan film ini menjadi daftar film favorit saya. Meski Saya kurang suka dengan film yang bertema perjuangan cinta, tetapi film ini sangat menarik dan sayang untuk dilewatkan. 

Saya merasa film ini berbeda dengan film dengan tema serupa. Film ini juga membuat saya belajar tentang perjuangan cinta yang sesungguhnya. 

Advertisement

Cinta memang indah, membuat bahagia siapapun yang merasakannya namun didalam keindahan dan kebahagiaan itu terkadang ada rasa sakit yang harus kita tanggung.

Selain mengagumi film ini saya juga dibuat kagum dengan akting dari Iqbal Ramadhan. Jujur sebelum saya menonton film ini saya sedikit ragu dengan kemampuan akting anak ini. Namun semua berubah ketika saya sudah duduk di kursi bioskop. 

Advertisement

Entah siapa yang jenius di film ini namun akting Iqbal Ramadhan, kelihaian sang sutradara dan cerita Bumi Manusia karya Sapardi Djoko Damono ini menjadi sebuah karya yang sangat menarik untuk tonton. Bukan hanya menceritakan tentang keindahan cinta, tetapi perjuangan, dan rasa sakit. 

Dari film ini saya belajar bahwa cinta tidak harus memiliki, perjuangan cinta juga tidak melulu akan berhasil. Selain itu orang yang saling mencintai pun juga tidak harus selalu bersama.

Menonton film ini membuat saya ingat perkataan dosen favorit saya. Ketika mengikuti kuliah Sejarah Sastra, Ia pernah berkata bahwa sastra memandang sebuah peristiwa sebagaimana peristiwa itu terjadi. Artinya apa yang disampaikan oleh karya sastra adalah apa yang terjadi pada sebuah peristiwa yang diceritakan.

Setting yang menggambarkan kehidupan desa pada masa kolonial membuat saya tidak berhenti merasa kagum dengan keindahan dari setting film ini. Namun saya sedikit merasa bosan ketika memasuki menit-menit akhir di film ini. Saya merasa alur dari film ini terasa sedikit lambat. 

Dalam hati saya ingin sekali skip beberapa adegan yang membuat film ini terasa sangat lambat. Hal ini mungkin juga dirasakan oleh beberapa penonton lain, karena saya melihat ada beberapa penonton yang keluar bioskop sebelum film ini selesai. 

Meskipun begitu saya merasa tidak rugi telah meluangkan waktu dan uang untuk menonton film ini. Berikut ini saya sampaikan sinopsis film Bumi Manusia hasil saya menonton kemarin. 



Sinopsis Bumi Manusia

Film yang diadaptasi novel karya Sapardi Djoko Damono ini ber-setting pada masa kolonialisme. Cerita dimulai dengan dua orang sahabat yang ingin makan di sebuah kafe yang diperuntukan orang-orang belanda asli. Namun diusir oleh seorang penjaga karena mereka bukan orang belanda. 

Kedua sahabat itu bernama Minke dan Robert Suurhof. Minke adalah anak seorang bupati dari tanah jawa yang artinya minke adalah pribumi. Sedangkan Robert Suurhof adalah seorang Indo artinya ia adalah anak dari hasil perkawinan campur antara belanda dan jawa. 

Cerita berlanjut, keesokan harinya Robert Suurhof mengajak Minke menemui sahabat Indonya bernama Robert Mellema. Di sana Minke mendapat sebuah perlakuan yang tidak menyenangkan dari Robert Mellema. Namun semua berubah ketika adik Robert Mellema keluar untuk meletakkan bunga mawar di sebuah vas kecil. 

Melihat Annelies yang sangat cantik membuat Minke kagum dengan kecantikan gadis itu. Minke berdiri dan mengambil topinya untuk menyapa gadis cantik itu. 

Sembari mengulurkan tangan Annelies Mellema memperkenalkan diri kepada Minke. Menyambut tangan Annelies, Minke memegang tangan kemudian mencium tangan gadis Indo itu sebagai rasa hormat kepada gadis yang ada di depannya.

Melihat tingkah adiknya Robert Mellema merasa sedikit kesal. Namun Annelies Mellema berkata bahawa Minke akan menjadi tamunya. Kemudian Annelies Mellema mengajak Minke untuk berkeliling rumahnya. 

Sampai pada sebuah ruangan yang terdapat banyak benda-benda bersejarah. Minke yang memang memiliki ketertarikan dalam hal sejarah merasa sangat kagum dengan benda-benda tersebut.

Sejatinya bukan hanya benda-benda sejarah ini yang membuat Minke merasa kagum, tetapi kecantikan alami dari Annelies yang membuat Minke merasa kagum. Kecantikan alami dari Annelies ini membuat Minke tanpa sadar mengekspresikan kekaguman dengan mengatakan bahwa Annelies adalah perempuan paling cantik di dunia ini.

Tanpa diduga Annelies menjerit mendengar kata itu. Kemudian karena teriakan itu munculah nyai Ontosoroh dari ruangan lain. Nyai Ontosoroh merupakan ibu dari Annelies. Annelies kemudian menceritakan tentang apa yang ia dengar dari Minke. Sembari tersenyum Nyai Ontosoroh mengiyakan perkataan Minke.

Kisah ini berlanjut dengan memperlihatkan beberapa scene yang menggambarkan Minke dan Annelies Mellema yang sedang melakukan pendekatan. Kalau kata anak muda jaman now. Mereka sedang "pedekate". 

Tiba di sebuah adegan Minke mencium Annelies. Annelies yang kaget segera berlari dan mengatakan hal ini kepada Ibunya. Minke yang kaget dengan apa yang terjadi merasa sangat takut dengan tindakan yang sudah diperbuat itu. 

Cerita berlanjut dengan memperlihatkan adegan makan malam. Annelies yang merasa memiliki teman baru menjelaskan semua menu yang ada di meja. Melihat tingkah Annelies lagi-lagi Robert merasa kesal. Hingga munculah ayah Annelies yang pulang dalam keadaan mabuk. 

Ayah Annelies bernama Herman Mellema, ia menjadi pecandu alkohol ketika ia dikunjungi oleh anaknya yang berasal dari Belanda. Ia dituduh telah menelantarkan istrinya dan lebih memilih untuk mencari teman tidur di negara Hindia Belanda. Karena peristiwa ini kemudian Minke pulang melanjutkan sekolahnya.

Kemudian cerita pun berlanjut ketika sepucuk surat dari Nyai Ontosoroh yang menyampaikan jika Annelies selalu murung semenjak kepergian Minke. Nyai Ontosoroh berharap jika Minke dapat berkunjung kembali ke kediaman Mellema. 

Kemudian dari sini lah konflik mulai terjadi mulai dari kematian ayah Annelies, trauma yang dialami Annelies, hingga hubungan Minke dan Annelies yang tidak disetujui oleh orang tua Minke. 

Lalu puncak konflik film ini adalah ketika Annelies harus pindah ke Negeri Belanda karena ia merupakan anak keturunan belanda yang lahir dari perkawinan tidak sah. Maka hak asuh atas Annelies jatuh kepada kerabat Annelies yang ada di Belanda.

Itulah sinopsisi yang dapat saya sampaikan jika kurang puas dengan sinopsis ini silakan menonton film Bumi Manusia di bioskop kesayangan anda. Selamat menonton.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE