Jika kamu membaca tulisan ini, mungkin kita sedang berada dalam situasi yang sama. Ketika kamu meragukan perasaan apa yang sedang kamu alami. Ketika hati kecilmu mengakui bahwa kamu menyimpan perasaan khusus terhadap seseorang yang seharusnya nggak kamu sukai. Kata orang, cinta tak pernah salah. Tapi, apakah semurni itu yang namanya cinta, sehingga membuat siapa pun dengan bebas menyatakan perasaan kepada siapa saja, bahkan mengabaikan risiko yang mungkin terjadi?

Cinta adalah suatu makna yang dalam. Tidak bisa ‘hanya’ untuk dikatakan, tetapi dimaknai dengan sepenuh hati. Cinta tidak mudah untuk sekadar mengatakan ‘iya’, ‘tidak’, atau ‘belum’ dan ‘sudah’. Tuhan memberikan sebuah ruang dalam tubuh manusia, di mana ruang itu tidak berdimensi.

Advertisement

Ruang itu lebih hidup, bahkan lebih hidup dari mata kita yang diberkahi untuk melihat. Ruang yang diberi roh di dalamnya. Ruang yang mampu menerima segala kondisi apa pun. Ruang yang begitu kecil, tetapi mampu menahan hal terberat pun dalam kehidupan manusia. Ya, ruang itu yang kita sebut “hati”.

Manusia memang makhluk rumit. Dan suka aneh sendiri. Hal-hal yang pengin kita omongkan, atau yang harus kita bilang, justru malah nggak pernah kita ungkap. Parahnya lagi, kita terbiasa pakai simbol-simbol atau kata-kata lain buat menunjukkan arti sebenarnya. Seringnya, maksud kita itu jadi nggak terkomunikasikan dan bikin orang lain ngerasa bete, nggak disayang, dan nggak dihargai.

Ada saat-saat kita ngerasa nggak nyaman mengekspresikan cinta yang kita rasa. Karena takut mempermalukan orang lain, atau diri kita sendiri, kita bahkan ragu buat bilang, “Aku mencintai kamu”.

Advertisement

Jadinya, kita menyampaikan perasaan itu lewat kata-kata yang lain: “jaga diri baik-baik”, “belajar yang benar”, ”hati-hati di jalan”, “jangan lupa makan”. Tapi sebenarnya, itu cuma opsi-opsi lain dari perkataan yang sesungguhnya; “saya sayang kamu”, “saya peduli sama kamu”, “kamu sangat berarti buat saya”, “saya nggak mau kamu terluka”.

Toh, nggak ada salahnya kita coba mendengarkan bahasa cinta lewat kalimat-kalimat yang dikatakan orang lain. Ungkapan eksplisit itu penting, tapi bagaimana kita mengungkapkannya bisa jadi jauh lebih penting. Setiap pelukan bermakna cinta meski kata-kata yang keluar sangat berbeda. Setiap perhatian yang diberikan orang lain menyimpan cinta walau bentuknya kaku, atau mungkin kasar. Yang pasti, kita harus mencari dan mendengar cinta yang ada di baliknya.

Contoh sederhananya, seorang ibu bisa ngomelin anaknya karena nilai rapor atau kamar yang berantakan. Si anak mungkin hanya mendengar omelannya. Tapi kalau dia benar-benar mendengar, dia bakal mendapatkan cinta di sana. Kepedulian dan cinta seorang ibu muncul dalam bentuk omelan. Tapi gimana pun juga, itu adalah cinta.

Jatuh cinta memang berjuta rasanya. Ada rasa bahagia, cemas bahkan sedih di waktu yang sama. Walau tak ada yang tahu mengenai misteri cinta, setiap orang pasti merasakan cinta setidaknya satu kali dalam hidupnya. Mengenai cinta, ia bisa muncul kapan saja, di mana dan pada sosok siapa saja.

Cinta sendiri memiliki arti sebagai sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pada seseorang. Pada dasarnya, cinta mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan sayang yang cukup dalam.

Yang kerap terjadi, kita jarang mendengarkan orang lain. Kita mendengar kata-kata, tapi kita nggak mempertimbangkan ekspresi atau tindakan-tindakan yang mengiringi kata-kata itu. Sering juga kita cuma bisa mendengar hal-hal negatif, penolakan, kesalahpahaman dan mengabaikan cinta yang menjadi dasarnya.

Coba kita sedikit mendengarkan cinta-cinta yang ada di sekitar kita. Kalau kita benar-benar berusaha mendengarkan, kita bakal temui bahwa kita sebenarnya memang dicintai. Mendengarkan cinta bisa membuat kita sadar bahwa dunia ini adalah tempat yang begitu indah.

Keikhlasan ketika hati membuka diri untuk menerima orang lain dengan kondisi apapun. Banyak orang yang mengatakan bahwa mencintai itu mampu memberi dan menerima. Namun, cinta pada dasarnya tidak sekadar ikhlas dalam memberi maupun menerima. Cinta lebih kepada tanggung jawab. Ketika seseorang menyadari tentang tanggung jawabnya sebagai pencinta, maka secara otomatis ia tahu apa yang harus ia beri dan tahu apa yang harus ia terima.

Dan yang paling penting, membuat kita hidup. Bukanlah kehadiran atau ketidakhadiran yang penting; kita nggak perlu merasa kesepian meski kita sedang sendiri. Terkadang sendiri itu perlu, dan itu jangan sampai membuat kita jadi kesepian. Yang jadi masalah bukan berada bersama seseorang, tetapi berada untuk seseorang.

 

Jangan pernah ragu nyatakan cinta. Jujurlah dengan apa yang kita rasa dan katakan. Nggak ada ruginya mengekspresikan diri. Ambil kesempatan untuk mengungkapkan pada seseorang betapa pentingnya dia buat kita. Lakukan, buat perubahan, hindari penyesalan.

Satu lagi, tetaplah dekat dengan kawan dan keluarga, karena mereka udah berjasa membangun diri kita yang sekarang. Cinta memang ada untuk ditebarkan. Dan saat cinta yang kita berikan diterima, atau dibalas, itulah saat hidup menjadi penuh makna.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya