Manusia adalah makhkuk-makhluk yang dapat terkena penyakit. Sejak lama, manusia sudah dapat mencari cara untuk mengobati penyakit-penyakit yang dialaminya. Akan tetapi, tidak semua penyakit dapat diobati atau tidak ada cara yang diketahui untuk mengobati sebuah penyakit agar pasien bisa sembuh. Penyakit-penyakit seperti kanker, HIV, herpes, dan lain-lain tidak dapat disembuhkan dengan obat yang kita punya sekarang.

Ada juga penyakit yang mudah ditular dan mempunyai dampak yang bisa mematikan seperti demam berdarah, TB, campak, dan lain-lain. Penyak-penyakit ini menjadi salah satu masalah terbesar di dunia medis sehingga dokter, insinyur, dan ahli-ahli dalam bidang medis mencari cara agar penyakit-penyakit ini dapat dihilangkan. Di sinilah di mana CRISPR ditemukan.

Advertisement

CRISPR adalah nama pendek untuk Clustered Regularly Interspaced Short Palindromic Repeats. CRISPR adalah sebuah sistem kekebalan dari bakteri. CRISPR bekerja dengan DNA dan RNA ketika bakteri memasuki tubuh. CRISPR pertama ditemukan dalam archaea dan bakteri oleh seorang ilmuwan bernama Fansisco Mojica di Spanyol.

CRISPR bekerja dengan cara memasukkan kode genetik bakteri yang menyerang makhluk hidup ke dalam DNA makhluk yang diserang. CRISPR bekerja dengan membuat rangkaian kode genetik terbuat dari RNA yang didapatkan dari kode genetik bakteri yang menyerang tubuh makhluk. Lalu sebuah enzim bernama Cas9 dibuat dan digunakan untuk memotong sebagian dari DNA makhluk agar rangkaian kode genetik yang baru dapat dimasukkan ke dalam DNA.

Para ilmuwan yang melakukan penelitian tentang CRISPR menggunakan versi Cas9 yang sudah dimodifikasi agar tidak perlu memotong sebagian dari DNA untuk memasukkan kode genetik baru. Peneliti juga menemukan bahwa CRISPR mungkin dapat digunakan untuk memodifikasi DNA agar dapat menyembuhkan penyakit yang terdapat dalam genetik.

Advertisement

CRISPR dapat digunakan untuk melakukan pengeditan genom agar dapat menambah kekebalan tubuh dari penyakit dan menyembuhkan penyakit genetik yang sudah ada. CRISPR tidak hanya dapat digunakan pada manusia tapi juga pada hewan. Hewan-hewan yang dapat membawa bakteri dan penyakit bisa dimodifikasi dengan CRISPR agar tubuh hewan akan menolak bakteri agar penyakit yang disebar oleh hewan seperti demam berdarah dapat dimusnahkan. CRISPR juga dapat digunakan untuk membuat model hewan dan sel yang dapat digunakan untuk mempercepat penelitian untuk penyakit seperti kanker dan penyakit kejiwaan.

CRISPR adalah teknologi medis yang sangat bermanfaat untuk membantu kita untuk melawan penyakit dan meneliti tentang penyakit agar dapat disembuhkan. CRISPR memungkinkan kita untuk mengobati penyakit genetik yang tadinya tidak bisa diobati. CRISPR juga memungkinkan kita untuk menurunkan penularan penyakit antar hewan dan manusia.

Teknologi CRISPR adalah salah satu penemuan dalam bidang medis yang akan mempunyai dampak terbesar dalam mengubah kehidupan kita. CRISPR memungkinkan kita untuk menyembuhkan penyakit yang sebelumnya tidak dapat diobati. CRISPR memungkinkan kita untuk mempercepat penelitian dalam penyakit lain.

Daftar Pustaka

Biolabs, New England. “CRISPR/Cas9 and Targeted Genome Editing: A New Era in Molecular

Biology.” New England Biolabs: Reagents for the Life Sciences Industry, www.neb.com/tools-and-resources/feature-articles/crispr-cas9-and-targeted-genome-editing-a-new-era-in-molecular-biology.

“Questions and Answers about CRISPR.” Broad Institute, 21 Aug. 2017,

www.broadinstitute.org/what-broad/areas-focus/project-spotlight/questions-and-answers-about-crispr.

Vidyasagar, Aparna. “What Is CRISPR?” LiveScience, Purch, 21 Apr. 2017,

www.livescience.com/58790-crispr-explained.html.

“What are genome editing and CRISPR-Cas9? – Genetics Home Reference.” U.S. National

Library of Medicine, National Institutes of Health, ghr.nlm.nih.gov/primer/genomicresearch/genomeediting.

“CRISPR, the disruptor.” Nature News, Nature Publishing Group, www.nature.com/news/crispr-

the-disruptor-1.17673.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya