Hi, guys! Pernah nggak kamu ngobrol sama cewek tapi responnya nggak asyik? Jadi di tengah-tengah obrolan sama dia, kamu pernah merasa sangat bersemangat. Kamu nanya ini, itu, cerita banyak hal tetapi respon yang didapat dari lawan bicara hanya satu dua patah kata seperti "Ya", "Tidak", "Oh gitu", dan sebagainya.

Mirip banget jawaban kuis kan? Haha. Mengapa hal ini bisa terjadi? Kemungkinan besar kamu memberikan komentar atau melontarkan pertanyaan yang bersifat tertutup sehingga nggak mengharuskan lawan bicara untuk merespon dengan panjang. Cukup dengan satu dan dua kata saja, pertanyaan tersebut sudah mampu ia jawab.

Advertisement


Pertanyaan dan komentar tertutup tidak memerlukan jawaban yang panjang, cukup iya, tidak, atau hanya satu dua kata saja sebagai jawabannya.


Di bawah ini kita akan liat contoh-contoh pertanyaan tertutup :

Advertisement

Contoh 1

Kamu : Tadi kamu sarapan pake apa?

Dia : Nasgor

Contoh 2

Kamu : Kamu pulang kuliah jam berapa besok?

Dia : Jam 4

Contoh 3

Kamu : Eh kamu uda ngerjain tugas matbis?

Dia : Udah

Ngebetein banget kan jawabannya? Kalau tujuan kamu cuma pengen cari informasi, pertanyaan seperti ini memang cocok. Namun kalau tujuannya untuk ngobrol yang panjang dan asyik, pertanyaan seperti ini cenderung harus dihindari karena memutus pembicaraan dan tidak memperhatikan perasaan.


Sebaliknya untuk membuat obrolan lebih asyik dan panjang dari kedua belah pihak, gunakanlah pertanyaan yang bersifat terbuka. Pertanyaan terbuka adalah pertanyaan yang memungkinkan lawan bicara untuk memberikan jawaban secara terbuka dan luas.


Pertanyaan terbuka membutuhkan jawaban lebih detail untuk memancing pendapat dan perasaan dan yang paling penting adalah informasi lain tentang dirinya yang bisa dijadikan sebagai bahan obrolan berikutnya. Kamu bisa menggunakan informasi tersebut sebagai keyword atau kata kunci. Pertanyaan terbuka biasanya dimulai dengan apa, siapa, kenapa, kapan, dan bagaimana atau dikenal dengan 5W+1H.

Contoh :

1. Menurut kamu dimana sih tempat nongkrong yang paling asik di Bandung?

2. Siapa dosen yang paling killer menurut kamu?

3. Gimana sih caranya main Ludo? Ajarin dong!

4. Kenapa kamu pengen jadi dokter?

Nah seperti itu. Simple kan? Namun kalau kamu tidak sengaja melontarkan pertanyaan yang bersifat tertutup dan hanya mendapat satu-dua patah kata sebagai jawaban, segera perbaiki pertanyaan kamu dengan menambahkan pertanyaan terbuka setelah pertanyaan tertutup tersebut misalnya :

Kamu : Kamu dulu nyoba SBMPTN?

Dia : Nyoba

Kamu : Oh sama dong. Emang kamu pilihannya apa aja?

Dia : Aku waktu itu nyobain UNPAD sama UPI jurusan manajemen. Tapi ga keterima euy. Kalo kamu gimana?

Kamu : Oh keren juga tuh pilihannya hehe. Dulu sih aku nyobain ITB sama UNPAD tapi ga keterima juga nih!

Nah itulah tips ngobrol asyik sama cewek cantik yang bisa kamu praktekkan. Intinya gunakanlah pertanyaan terbuka. Perbanyak latihan supaya semakin terbiasa. Karena jika kita tidak latihan, pastinya kita nggak akan bisa mahir ngobrol sama cewek. Semoga bermanfaat guys!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya