Aku akui diriku terjebak oleh perasaan yang tidak bisa aku kontrol. Tapi ini bukan salahku sepenuhnya, kau pun memberi pernyataan bahwa kau ingin kekasihku. Aku yang sudah sejak lama menginginkanmu, aku pun terlarut dalam suasana bahagia saat itu. Aku tak menyangka bahwa kau juga mencintaiku.

Namun setelah sekial lama kita jalani hubungan ini denganmu, ternyata kau bukanlah seseorang yang aku kenal di permukaan. Semakin dalam aku mengenalmu, semakin banyak waktu yang aku habiskan waktu bersamamu, semakin aku tahu bahwa kau adalah orang yang tak terduga. Kau kasar. Aku terkejut dengan kenyataan ini. Aku tak ingin lagi jalani kisah percintaan ini denganmu. Rasanya aku ingin melarikan diri darimu.

Advertisement

Tak jarang tanganmu melayang ke arahku disertai caci dan makianmu yang tak henti kau arahkan kepadaku setiap kali kau marah. Selalu kau meminta maaf dan memohon agar aku tak kau tinggalkan setelahnya. Aku ini manusia, memiliki akal pikiran yang masih berfungsi dengan baik.

Apa kau pikir, aku akan mempertahankan hubungan denganmu yang seorang pesakitan? Apa kau pikir, aku mau terus-menerus menjadi pelampiasan amarahmu? Aku tegaskan bahwa aku belum bodoh. Bagiku cinta boleh tapi menjadi bodoh karena cinta, jangan!

Aku yang menginginkanmu, aku yang meninggalkanmu. Aku yang mencintaimu, aku pula yang menyingkirkan perasaan itu terhadapamu. Sayang, aku tahu tak semua kisah cinta itu berjalan dengan baik dan seperti apa yang kita harapkan. Tapi tidakkah kau sadar bahwa sikap dan perlakuanmu kepadaku sudah melewati ambang batas.

Advertisement

Katamu, kamu cinta kepadaku tapi kau menyakitiku. Kau katakan jika apa yang kau lakukan terhadapku karena cinta. Cinta tak seharusnya begini. Dua insan yang saling jatuh cinta seharusnya saling mengasihi dan melindungi. Alibi yang kau gunakan, itu semua karena kau takut kehilanganku. Apakah kau tahu betapa terlukanya fisik dan hatiku selama ini?

Jadikanlah kisahku denganmu sebagai pelajaran yang kelak kau terapkan dalam kisah percintaanmu selanjutnya agar tak ada lagi korban atas kearogananmu. Cukup aku saja yang menjadi korban, jangan kau tambahkan!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya