Di masa pandemi akibat virus Corona saat ini membuat penghasilan semua orang dan semua sektor perekonomian di dunia menurun drastis. Salah satunya ojol atau ojek online. Mereka sangat terdampak ekonominya, apalagi di saat masa PSBB masih berlangsung di beberapa wilayah Indonesia. Llayanan mengangkut penumpang dihilangkan di aplikasi ojol yang membuat penghasilan mereka berkurang karena hanya bisa menjalankan layanan pesan makanan dan pengantaran barang.
Saya pernah bertemu dengan ojol di sebuah wilayah di Yogyakarta, beliau bernama Pak Widodo. Umurnya sekitar 53 tahun. Saat itu ia sedang duduk di pinggir jalan untuk menunggu orderan. Kebetulan juga saya ojol jadi saya ikut nunggu orderan di situ bersama Pak Widodo, Saat datang saya duduk di sebelah beliau dan bertanya: sudah poin berapa pak?
Kemudian beliau menjawab: masih 0 ini mas dari tadi pagi jam 5 saya muter belum dapat dapat. Saya pun kaget mendengar jawaban Pak Widodo. Lalu saya menanyakan setiap hari dapet berapa orderan, dan beliau menjawab seringnya dapat 2 pesanan saja.
Lalu saya bertanya lagi: kerja ojek online gini buat kerjaan tambahan aja pak? Dan beliaunya menjawab: nggak mas, saya kerja ya cuman ojek ini. Jadi kadang kalau mau pulang suka nggak tega jika nggak bawa uang sama sekali. Uang habis cuman buat beli bensin mas.
Jujur, saya nggak bisa bantu apa-apa. Dan yang hanya bisa saya lakukan dan katakan adalah: yang sabar ya pak, besok pasti bakal dapat order banyak.
Dan jawaban beliau pun tak kalah membuat hati mencelus: iya mas saya selalu bersyukur kok mau dapet sedikit mau baanyak, tak syukuri pokoke mas.
Dari pengalaman bertemu bapak ini, saya sadar bahwa dalam mencari rejeki haruslah selalu bersyukur walaupun kita mendapatkan hasil yang sedikit. Apalagi di tengah keadaan yang tidak menentu seperti ini.
Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya
“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”