Bayangkan bentangan setengah lingkaran bumi. Dibuat bukan dalam hitungan tahun, bukan pula puluhan tahun, ataupun ratusan tahun, melainkan dalam hampir 2.5 millenium! Itulah si Tembok Besar Cina yang saya berkunjungi saat liburan saya ke Cina pada 2015.

Pada tur pergi ke Cina kembali pada bulan Juni 2015, saya pergi untuk melihat Tembok Besar Cina. Pemandangan Tembok Besar dan alam sekitarnya sangat indah saat dilihat dari situ. Tempat itu penuh dengan pengunjung dan wisatawan yang sedang memotret diri mereka sendiri dan berjalan melintasi Tembok Besar.

Advertisement

Tembok Besar Cina mempunyai beberapa lokasi yang dapat dikunjungi oleh turis, tetapi wilayah yang paling dekat dengan ibukota Beijing adalah Badaling. Jika ingin membahas secara spesifik, seseorang yang ingin mencapai tembok besar langsung dari Beijing International Airport, perjalanan itu sekitar 79.1 km dan memakan waktu sekitar 1 jam dan 17 menit.


Badaling adalah wilayah Tembok Besar yang paling dekat dengan Beijing dan merupakan salah satu bagian dari Tembok Besar yang paling ramai dan adalah wilayah Tembok Besar yang termudah untuk mencapai harga terjangkau. Pada hari kerja, Badaling tidak sesibuk dibandingkan pada saat ahkir pekan. Biaya masuk Badaling adalah ¥ 40 atau sama dengan Rp. 86,090.


Tembok Besar Cina adalah rangkaian tembok benteng yang terbuat dari batu, batu bata, tanah liat, kayu, dan bahan lain. Tembok ini mayoritas dibangun sepanjang garis timur-barat, melintasi perbatasan utara Cina untuk melindungi negara bagian dan kerajaan Cina dari agresi dan invasi berbagai kelompok pengembara dari Steppe Eurasia. Beberapa dinding dari Tembok Besar dibangun pada awal abad ke-7 SM. Temboknya, kemudian digabungkan dan dibuat lebih besar dan lebih kuat, secara kolektif menjadi sebagai Tembok Besar Cina.

Advertisement


Panjang total dari Tembok Besar Cina yang dibangun di berbagai dinasti adalah 21.196,18 kilometer, yang diumumkan oleh Administrasi Pertanggungan Kebudayaan Negara Cina pada tahun 2012.


Sebagai gambaran, total panjang keseluruhan Tembok Besar Cina adalah setengah dari panjang garis khatulistiwa atau setengah lingkar dunia. Setiap Dinasti yang membangun tembok memiliki ukuran yang berbeda. Dari yang paling pendek, dibuat pada zaman Dinasti Yan, sepanjang 125 kilometer sampai yang terpanjang dibuat pada zaman Dinasti Ming, sepanjang 8,851.8 kilometer.

Secara terperinci, pembangunan Tembok Besar dibangun dalam kurun waktu 4 Dinasti:


  • Dinasti Zhou (770 – 221 SM) dan dipimpin oleh Adipati negara bagian Chu, yang pertama kali memimpin pembangunan Tembok Besarnya untuk mencegah agresi dari negara bagian tetangga Jin, Qi dan Qin pada periode Spring & Autumn/Warring States di Dinasti Zhou (770 – 221 SM).

  • Dinasti Qin (221 – 207 SM) dan dipimpin oleh Kaisar Qin Shi Huang, yaitu Kaisar pertama yang menolong dalam pembangunan Tembok Besar Cina. Pada Dinasti Qin, Kaisar Qin Shi Huang memerintahkan Jendral Mengtian untuk menghubungkan dan memanjangkan kedua bagian dari Tembok Besar bekas negara bagian yang terpisah.

  • Dinasti Han (202 SM – 220 AD) Liu Che, atau juga dikenal sebagai Kaisar Wu dari Han adalah yang ketiga dari 4 tokoh penting dalam pembangunan Tembok Besar. Pada Dinasti Han, Kaisar Wu memimpin pembangunan bagian ketiga dari Tembok Besar untuk melindungi keselamatan Jalur Sutra (Silk Road), yaitu merupakan sebuah jaringan rute perdagangan kuno yang untuk berabad-abad menjadi pusat interaksi antar budaya yang awalnya melalui wilayah Eurasia yang menghubungkan Timur dan Barat.

  • Dinasti Ming (1368 – 1644 AD) dan dipimpin oleh Kaisar terakhir yang menyelesaikan Tembok Besar, yaitu Zhu Yuangzhang, atau juga dikenal sebagai Kaisar Hongwu dari Ming. Zhu Yuanzang, Kaisar pertama dari Dinasti Ming memulai renovasi Tembok Besar Gubeikou dan dibawah dia, Jendral Qi Jinguang memugar beberapa bagian dari Tembok Besar pada abad ke-16 yang kami masih bisa melihat sampai hari ini.

Dibawah kepemimpinan Kaisar yang diceritakan di atas, Tembok Besar Cina dibuat oleh tenaga kerja yang termasuk prajurit, rakyat biasa dan kriminal yang dipaksa untuk bekerja.

Material yang digunakan untuk membangun Tembok Besar Cina berbeda sesuai setiap periode dinasti. Pada awal pembuatan Tembok Besar, sebelum negara Cina menemukan batu bata, mereka membuat Tembok dengan tanah, batu dan kayu karena pembangunannya selalu membutuhkan sumber daya yang banyak, jadi para pekerja harus memanfaatkan bahan-bahan di sekitar mereka.

Pada masa Dinasti Qin dan Dinasti Han, dimana teknologi belum maju, material yang digunakan untuk membuat Tembok Besar adalah tanah atau tanah yang dicampur kerikil. Pada masa Dinasti Tang, batu bata sudah diproduksi, namun, karena batu bata mahal, maka pemakaiannya hanya terbatas pada gerbang kota dan tembok yang dekat. Baru pada zaman Dinasti Ming, teknologi pembangunan tembok sudah lebih maju, jadi mereka sudah memulai memakai batu bata yang lebih berkualitas.


Tembok Besar Cina yang kamu melihat sekarang telah menjadi sebuah lokasi wisata untuk turis-turis yang ingin melihat keindahan artefak hasil karya Cina dari dunia kuno, menceritakan kepada rakyat hari ini tentang dinasti-dinasti dan kerajaan pada zaman dahulu Cina. Tembok Besar Cina adalah salah satu pencapaian prestasi terbesarsalah dari Cina, sebagai satu dari tujuh keajaiban dunia.


Jika kamu meluangkan waktu dan energi untuk naik sampai ke salah satu bagian Tembok Besar, maka usaha kamu tidak sia-sia, karena kamu bisa melihat pemandangan yang mengagumkan. Keindahan dari masa lampau dari dinding batu tua yang telah ada selama ribuan tahun yang lalu. Dari daerah itu, kamu dapat menyaksikan landscape gunung-gunung Cina yang sangat anggun dan keindahan alam yang indah yang bertumbuh di sepanjang jalan berkelok-kelok dan panjang dari penghalang kuno Dinasti Cina, yaitu Tembok Besar.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya