Hidup ini lucu ya

Ketika aku sudah susah payah melupakanmu, mencoba membuka hatiku untuk orang lain, merasa nyaman dan bahagia, hati dan pikiran malah mempermainkanku. Membuatku merindukanmu lagi, mengingat semua tentangmu, dan menangis untuk hal-hal kecil tak berguna.

Ketika aku berusaha mati-matian melupakanmu, kamu disana terlihat sangat bahagia dengan orang lain.

Ah, kamu selalu membuatku menangis tersedu-sedu seperti ini. Kamu selalu membuat dadaku sesak dan pikiranku kacau.

Advertisement

Aku harus bagaimana? Kamu tidak pernah mau pergi dari pikiranku.

Aku harus bagaimana? Hati dan pikiranku pun belum bisa melepasmu.

Padahal ragamu telah pergi begitupun jiwamu.

Kamu yang dulu selalu ada didepan mataku, kamu yang dulu selalu menemani hari-hariku, kamu yang dulu selalu punya beribu macam pembahasan untuk bahan obrolan kita, kamu yang dulu selalu ada ketika aku butuh pundak untuk bersandar dan berkeluh kesah, kamu yang dulu selalu ada sebagai penawar letihku, kamu yang dulu selalu menjadi guardian angelku, katakan padaku dimana aku harus menemukanmu yang dulu? Aku rindu..

Aku rindu pada sapaan hangatmu dipagi hari, aku rindu kecupanmu setiap malam sebelum tidur walaupun hanya melalui pesan singkat, aku rindu pada peluk hangatmu, aku rindu senyum bahagiamu ketika aku menghampirimu, aku rindu sentuhan tanganmu di hidungku, aku rindu kamu..

Tidak bisakah kita mulai semuanya dari awal lagi?

Mari lanjutkan lagi mimpi-mimpi kita yang sempat terhenti.

Maafkan aku sayang.. Maafkan kekuranganku, maafkan kebodohanku.

Bagaimana aku bisa melanjutkan hidup tanpamu?

Aku hanya sempurna ketika bersamamu.

Mereka menertawakanku, mereka mencibir. Mungkin kamu pun begitu.

Kalian hanya tidak tau rasanya ditinggalkan saat sedang cinta-cintanya.

Kalian hanya tidak tahu kehilangan seperti apa yang aku rasakan. Kalian hanya tidak tahu sejauh mana harapan dan mimpi-mimpi yang kubangun saat denganmu. Kalian hanya tidak tahu rasanya menjadi aku yang sulit melepaskan seseorang yang sudah sangat berarti dihidupku. Tidak, kamu tahu itu. Kamu yang membuatku berhasil melupakan cinta pertamaku. Kamu yang berhasil membuatku jatuh lagi. Kamu yang membuatku berani bermimpi lagi. Kamu yang membuatku mencintai sepenuh hati lagi. Lalu kamupun pergi. Sekarang tolong katakan bagaimana caraku melupakanmu?

Mencari hati yang baru? Tidak semudah itu! Kamu pun tahu, tak mudah bagiku membuka hati.

Endin Novian Abdullah.

Ada waktu dimana aku berharap kamu bahagia dengan hidupmu sekarang. Namun ada juga waktu dimana aku berharap kamu pun merasakan sakit yang kurasakan sampai detik ini dengan sakit yang lebih sakit.

Mungkin aku pun tak pantas menyalahkanmu.

Ketika aku sendiri lah penyebab kepergianmu.

Tapi bolehkah aku menagih janjimu? Janjimu yang tidak akan pernah meninggalkanku. Janjimu yang tidak akan pergi bagaimanapun keadaannya. Bagaimana sayang?

Apa semua itu hanya bualan?

Terima kasih sayang.. Kamu berhasil menipu hatiku habis-habisan.

Kamu berhasil membuat hati, pikiran dan hidupku berantakan.

Terima kasih. Bahkan dengan rasa sakit dan sesak ini pun aku masih mencintaimu. Selalu. Seperti janjiku.