Diatas Langit Masih Ada Langit

Ungkapan tersebut seakan menegaskan bahwa siapapun kita, sehebat apapun kita, masih ada yang lebih hebat dari kita. Pun juga untuk menegaskan bahwa tidak ada yang patut disombongkan dari segala yang telah kita miliki maupun yang telah diraih.

Advertisement

Bahkan ketika usaha kita untuk melakukannya seakan begitu hebatnya, namun ternyata masih ada orang lain yang lebih baik dari apa yang telah kita lakukan. Kekecewaan pun kadang menghampiri. Seakan semua yang dialami tak adil kelihatannya. Seakan usaha yang kita lakukan hanyalah percuma.

Saat itu pula, ketika kita tahu bahwa seseorang lebih baik dari kita, bahkan dalam hal yang paling kita senangi sekalipun, ada rasa iri yang timbul seketika. Perlahan kita sadar bahwa segala yang telah kita lakukan belumlah cukup. Perjuangan yang telah kita lakukan belumlah sempurna.

Ketika Tuhan menciptakan manusia, tak ada kewajiban untuk menjadi sempurna. Semuanya hanya perintah untuk menjadi lebih baik sebelumnya.

Advertisement


Saat Tuhan menciptakan rasa sombong itu bukanlah untuk menjadikan manusia menjadi penyombong, tetapi agar manusia mengerti sikap rendah hati. Saat Tuhan menciptakan rasa iri itu bukanlah untuk menjadikan manusia menjadi pendengki, tetapi untuk melatih kebesaran hati.


Diatas langit akan selalu ada langit yang lebih tinggi. Agar kita tak merasa sombong dan puas akan segala yang telah dicapai. Agar kita selalu berusaha menjadi lebih baik tak sekedar berdiam ditempat dan terpana. Diatas langit akan selalu ada langit. Agar kita sadar bahwa akan selalu ada yang lebih dari kita dan terjauh dari sifat sombong. Agar kita sadar bahwa untuk terus berusaha dan melawan sifat iri yang ada.

Bahwa tak ada yang layak disombongkan dari kita. Bukan untuk mengecewakan para hamba-Nya melainkan Tuhan hanya ingin kita selalu bersandar pada-Nya .

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya