"Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca Hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim."


Aku Telah Banyak belajar dari sunyi,bagaimana menyimpan sendiri hal-hal yang orang lain susah mengerti.Kamu boleh berfikir Aku penuh teka teki, tapi memang itulah satu-satunya cara agar ketika aku kecewa, Aku tidak menyalahkan siapa-siapa.


Sebagai laki-laki terkadang kami bingung harus berbuat apa, pada saat sekarang ini semuanya membuat serba bingung dan sangat membingungkan, seperti yang kita lihat saat ini zaman dimana cewe gigi dipagar, dada diumbar, paha berkibar, giliran di godain bilangnya "Tolong ya Mas, kalau punya mata dijaga". Terus kami harus bagaimana?

Laki-laki memang diciptakan sebagai seorang pemburu, dan wanita adalah yang diburu. Jadi wanita tidak perlu khawatir dengan angan-angan perawan tua, karena akan ada banyak para pejantan yang sedang mencari betina di sekitarnya. Wanita adalah Inspirasi dan banyak majalah-majalah lelaki / perempuan pasti selalu diisi dengan model seorang wanita. Oleh karena itu ada sebutan "Lelaki buaya darat, lelaki mata keranjang, playboy, penjahat kelamin dan lainnya, sebagai sinisme terhadap seorang kaum adam. Sungguh menyedihkan. Maka dari itu akan saya tulis bagaimana sulitnya perjuangan seorang laki-laki disini.

Kepada kaum hawa tolong jangan salahkan kami. Laki-laki mengajak nikah dipersulit, laki-laki ngajak pacaran diturutin, giliran disakitin bilangnya "Semua laki-laki sama". Laki-laki sholeh ditolak, laki-laki aneh diterima giliran dikhianatin bilangnya " Semua Lelaki Jahat". Diajak ibadah ogah-ogahan, diajak maksiat mau-mau saja, giliran hilang kehormatan bilangnya "Hidup ini tidak adil".Diajak berhijab banyak alasan, diajak pakai baju seksi ikut-ikutan giliran ada pemerkosaan bilangnya "Semua laki-laki busuk".Jangan dikit-dikit nyalahkan keadaan kami sebagai laki-laki. Coba intropeksi diri kita, jangan-jangan itu karena kelalaian kita sendiri. Yang bikin parahnya lagi ketika ada wanita yg memakai hijab secara sempurna, anda bilang sebagai teroris. Bolehkah kami bilang kepada wanita yangg berpakaian seksi dan menampakan auratnya sebagai pelacur ?

Advertisement

Apakah kalian tahu kenapa kami laki-laki suka wanita itu pakai yang sopan dan anggun? Jawabannya sederhana karena mata saya ingin melihat yang lebih indah dibanding yang seksi. Kalian harus tahu bagaimana kami harus mengontrol mata ini mulai dari keluar pintu rumah sampai kembali masuk ke rumah lagi. Dan kalian tahu? Di tempat saya berpergian, setiap memandang mata saya selalu terbelalak. Biasanya saya mendongak ke atas langit atau menunduk ke tanah. Kemana mata ini harus memandang jika di setiap sudut selalu ada perempuan yang tidak menutup auratnya. Celana hotspan, tank top, baju you can see, belahan dada kemana-mana.

Kalau saya pribadi berbicara nafsu, ya jelas sekali saya suka. Kurang merangsang lagi kalau seperti itu, tapi sayangnya kami tidak mau hidup ini dibaluti dengan nafsu. Kami juga butuh hidup dengan pemandangan yang membuat kami tenang. Kami ingin melihat wanita bukan sebagai objek pemuas mata. Tetapi mereka adalah sosok yang anggun, mempesona, kalau dipandang bikin sejuk di mata. Bukan paras yang membikin mata panas, membuat iman lekas ditarik oleh pikiran “ngeres” dan hatipun menjadi keras.

Andai wanita itu mengerti apa yang sedang dipikirkan laki-laki ketika melihat mereka berpakaian seksi, saya yakin mereka tidak mau tampil seperti itu lagi. Kecuali bagi mereka yang mempunyai niat untuk menarik laki-laki untuk mamakai aset berharga yang mereka punya.

Istilah seksi kalau saya defenisikan berdasar katanya adalah penuh daya tarik seks. Kalau ada wanita yang dibilang seksi oleh para lelaki, janganlah berbangga hati dulu. Sebagai seorang manusia yang mempunyai fitrah dihormati dan dihargai semestinya anda malu, karena penampilan seksi itu sudah membuat mata lelaki menelanjangi anda, membayangkan anda adalah objek syahwat dalam alam pikirannya. Berharap anda melakukan lebih seksi, lebih… dan lebih lagi. Dan anda tahu apa kesimpulan yang ada dalam benak sang lelaki? yaitu, anda bisa diajak untuk begini dan begitu alias gampangan.


Mau tidak mau, sengaja atau pun tidak anda sudah membuat diri anda tidak dihargai dan dihormati oleh penampilan anda sendiri yang anda sajikan pada mata laki-laki.


Jika sesuatu yang buruk terjadi pada diri anda, apa itu dengan kata-kata yang menyeleneh, pelecehan seksual atau mungkin sampai pada perkosaan. Siapa yang semestinya disalahkan? Saya yakin anda menjawabnya “Laki-laki” bukan? Oh betapa tersiksanya menjadi seorang lelaki di zaman sekarang ini.

Kalau boleh saya ibaratkan, tak ada pembeli kalau tidak ada yang jual. Simpel saja, orang pasti akan beli kalau ada yang nawarin. Apalagi barang bagus itu gratis, wah pasti semua orang akan berebut untuk menerima. Nah apa bedanya dengan anda menawarkan penampilan seksi anda pada khalayak ramai, Kami yakin siapa yang melihat ingin mencicipinya.

Begitulah seharian kami yang harus menahan siksaan pada mata ini. Bukan pada hari ini saja, rata-rata setiap harinya. Kami ingin protes, tapi mau protes ke mana? Apakah kami harus menikmatinya…? tapi kami sungguh takut dengan Tuhan yang memberi mata ini. Bagaimana kami nantinya mempertanggung jawabkannya? sungguh dilema yang berkepanjangan dalam hidup ini.

Jadi tak salah bukan kalau kami sering berdiam di ruangan kecil ini, duduk di depan komputer menyerap sekian juta elektron yang terpancar dari monitor. Kami hanya ingin menahan pandangan mata ini. Biarlah mata ini rusak oleh radiasi monitor, daripada kami tak bisa pertanggung jawabkan nantinya. Jadi tak salah juga bukan? Kalau kami paling malas diajak ke mall, jalan-jalan sore, nongkrong di cafe, dan semacam tempat yang selalu menyajikan keseksian.

Saya yakin, banyak laki-laki yang mempunyai dilema seperti ini, mungkin ada yang menikmati, tetapi sebagian besar ada yang takut dan bingung harus berbuat apa. Bagi anda para wanita apakah akan selalu bahkan semakin menyiksa kami sampai kami tidak mampu lagi memikirkan mana yang baik dan mana yang buruk. Kemudian terpaksa mengambil kesimpulan menikmati pemandangan yang anda tayangkan?