Disaat Kamu Mendua Dan Berharap Aku Terluka.

Ketika kita sedang sama-sama bahagia, kamu akhirnya mengukir luka. Dia yang kamu undang hadir dalam hidupmu dan kau sebut itu takdir. Jahat memang, ketika aku berusaha semampuku untuk mencinta tapi akhirnya kau hanya menginginkan aku terluka.

Cinta yang kutahu adalah tanpa air mata. Apabila ada, seharusnya itu bahagia.

Advertisement

Kamu yang awalnya aku anggap sebagai pahlawan ternyata hanya akan menjadi lawan. Kamu hanya mengubahku menjadi pendendam yang ulung, sampai hati memaafkan pun urung. Aku yang berusaha membuatmu bahagia ternyata tak ternilai walau sejengkal. Padahal aku punya apa yang kau cari, tetap tinggal walau berkali-kali tanggal.

Siapa yang menyangka, sosok yang begitu kamu kagumi awalnya, hanya akan membuatmu terluka pada akhirnya. Wahai cinta, tertawalah sepuas kau suka. Tertawalah diatas derita. Sebab aku tahu semesta takkan tega, melihat hambanya terluka.

Kamu hanya perlu ingat, bahwa roda selalu berputar. Bagai badai yang tak gentar, akupun bisa menjadi kekar. Pengalaman denganmu membuatku belajar bahwa cinta juga perlu ditatar.

Advertisement

Pergilah bersama angin, aku sudah tak ingin. Hilanglah bersama hujan agar kamu terlupakan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Hallo! Kenalan yuk, nama Saya Devita Sari Anjar Rini. sekarang bekerja di salah satu perusahaan swasta di Jakarta. Saya gemar menulis, meskipun tidak setiap waktu. Hipwee jadi platform tempat saya menuangkan kegemaran saya ini sejak 2015. Meskipun, kontennya masih jauh dari kata 'bagus'.

CLOSE