Tak Ada yang Lebih Baik antara Ditinggal atau Meninggalkan. Toh, Keduanya Sama-sama Terasa Menyakitkan

ditinggalkan meninggalkan terasa menyakitkan

Berbicara tentang kisah asmara percintaan sudah pasti tidak akan ada habisnya. ketika seseorang sudah mengenal kata cinta terkadang seseorang tersebut akan menjadi bucin atau anak jaman sekarang mengatakan budak cinta, mengapa demikian dikarena kan orang mengenal cinta bisa buta dan luluh hati nya di karenakan hanya dengan sebuah ucapan-ucapan rayuan 

Advertisement

Di dalam hubungan percintaan pun sudah pasti tidak selalu berjalan mulus, kadang kita merasa bahagia ataupun bisa berujung dengan berlinang air mata. Cukup lebay tapi begitulah adanya. Bagi kalian yang sedang menjalin sebuah hubungan jangan pernah terucap kata perpisahan bila masih sayang. Karena kata perpisahan sangat menyakitkan

Banyak hal yang terjadi di dalam menjalin hubungan, ketika bertambah usia nya seseorang bertambah pula beban pikirannya, entah pikiran tentang tugas dan pekerjaan yang ia jalani, pikiran tentang keuangan bahkan mereka memikirkan jodoh dan masa depan yang akan datang. Terkadang hal tidak penting yang seharusnya tidak menjadi pikiran mereka malah membuat pikiran dan menjadi beban pikiran mereka.

Jika diberi dua pilihan yang tentu saja sama-sama menyakitkan semua orang tak akan yang ingin memilih hal-hal yang membuatnya sakit. Ketika memutuskan untuk meninggalkan, yang akan terasa diakhir bisa jadi akan terperangkap dalam penyesalan dan perasaan bersalah. Namun jika kita yang ditinggalkan, mungkin saja diawal kita akan sangat sedih, sangat kecewa karena merasa tidak di perjuangkan dan di cintai. Akan tetapi orang yang di tinggalkan bisa saja menjadi orang yang berbahagia setelah ditinggalkan karena mendapatkan orang yang lebih sayang padanya.

Ditinggalkan atau meninggalkan suatu hal yang sama-sama menyakitkan bagi dua orang yang menjalani hubungan. Benar bukan? Akan tetapi jika mereka menjalani dengan penuh kasih sayang dan komitmen tujuan yang sama, maka mereka tidak akan bisa terucap dan memiliki keinginan untuk meninggalkan orang yang ia sayangi.

Ibarat sudah nyaman dengan seseorang namun tanpa adanya alasan yang jelas tiba-tiba menghilang pergi meninggalkan. Lalu, setelah hitungan minggu dan si doi yang meninggalkan muncul kembali tanpa adanya rasa bersalah itu rasa di hati nyes banget bukan? Sedangkan kita butuh waktu yang cukup lama untuk move on dan membuka hati lagi untuk orang lain.

Jadi, untuk kamu yang merasa ingin meninggalkan seseorang, pastikan bahwa keputusan yang kamu ambil benar dan tepat, karena kesempatan tidak datang kedua kali nya. Jika merasa masih memiliki rasa perlu pertimbangkan lagi langkah yang baik yang akan kamu ambil. Tanya hatimu dan pikirkan baik-baik. jangan diakhiri dengan penyesalan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

nama saya anggun tyas mutiara, biasa dipanggil anggun. umur sekarang sudah 20 tahun dan beranjak ke usi 21 tahun. sekarang saya sedang menempuh sekolah perguruan tinggi semester 4

Editor

une femme libre

CLOSE