Sekilas quotes itu sedikit membingungkan, membahas tentang apa yang seharusnya dilakukan untuk membuat orang lain mengerti akan sesuatu. Tapi berbeda kali ini, darinya aku belajar dan menyadari banyak hal.


Aku mungkin tak ingin orang lain bisa mengerti. Meskipun dipaksa untuk memberitahukannya, aku benar-benar tak ingin mereka tahu.


Advertisement

Bila ditanya ‘kenapa?’ maka akan kujawab “Entahlah, aku sendiri tak mengerti?”.

Bagaikan suatu pantangan yang tak boleh aku lewati. Perasaan manusia pada dasarnya sama, karena kita semua dari Satu Pencipta. Ingin mengerti dan dimengerti. Lalu apa yang membuatku menutup diri? Entahlah, aku sendiri tak mengerti.

Terdengar egois dan menyebalkan. Tak pernah terbayangkan aku akan berakhir seperti ini. Ketidaktahuan adalah hal yang paling menakutkan. Karena itu aku ingin mengetahuinya, mengerti, memahami dan melakukannya hingga aku tenang.

Advertisement


Masalahnya adalah bagaimana aku bisa mengerti tanpa harus dimengerti? Mengapa menjadi ‘dimengerti’ terkadang membuatku setakut ini?


Tak butuh pahlawan dan tak ingin diselamatkan, karena akulah pahlawan untuk diriku sendiri dan aku mampu untuk berdiri sendiri.

Ini bukan ungkapan semangat, hanya kejenuhan yang meluap atas dunia. Dunia yang dipenuhi dengan kata egois dan orang-orang yang selalu menuntut untuk dimengerti tanpa bisa memahami.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya