Fakta Idealisme Dalam Problematika CLBK yang Sering Disalahartikan Kebanyakan Orang

Ternyata bukan idealisme

CLBK yang berupa singkatan dari Cinta Lama Bersemi Kembali sering digunakan untuk mendeskripsikan seseorang atau sepasang kekasih yang kembali bersama atau kembali mencintai setelah sebelumnya sempat berpisah. Memang yang namanya jodoh itu tidak ada yang tahu, mungkin juga akan kembali pada cinta lama yang sudah pernah berpisah. Tapi dari sekian banyak kekasih di dunia ini, berapa banyak yang bisa bersama kembali?

Advertisement

Kebanyakan yang bisa menerima urusan CLBK ini adalah mereka yang berpisah bukan karena kemauan mereka sendiri. Mungkin juga dahulu ada alasan sulit yang tidak bisa dijelaskan seperti yang sering diceritakan dalam serial drama. Memang banyak kemungkinan yang menyebabkan sepasang kekasih berpisah, tapi dari semua alasan berpisah itu ada banyak juga yang tidak bisa kembali bersama sekalipun keduanya sama-sama masih saling mencintai.

Penolakan terhadap seseorang yang kembali ingin bersama kita seringkali dikatakan banyak orang sebagai sebuah idealisme dalam sebuah hubungan. Memang banyak yang berprinsip untuk tidak kembali bersama dengan mantan kekasihnya, walaupun mungkin sang mantan sudah lebih baik dari keadaan dulu. Prinsip hidup sebenarnya bisa berubah jika dibuktikan dari usaha pihak yang berlawanan untuk berusaha kembali bersama. Singkat cerita, sebenarnya menolak mantan yang ngajak balikan karena sebuah idealisme diri sendiri itu bukan sebuah alasan yang kuat. Lebih banyaknya adalah sebuah antisipasi.

Kebanyakan orang bukan karena idealisme. Mungkin banyak juga yang ingin menerima mantan yang mengajak balikan, tapi hidup bukan cuma perkara cinta. Yang nyata dari penolakan ini sebenarnya adalah antisipasi. Antisipasi untuk apa? Antisipasi untuk kembali jatuh ke dalam lubang sama untuk kesekian kalinya. Gampangnya adalah takut diri ini akan membuat kesalahan yang sama berulang-ulang.

Advertisement

Kenapa bisa berpikir untuk antisipasi sampai akhirnya menolak mantan yang mungkin sebenarnya kita sendiri juga masih memiliki rasa cinta kepadanya? Hey, coba lihat lagi kalian telah berpisah berapa lama? Setelah berpisah apakah benar sudah move on? Apakah sifat-sifatnya yang dulu tidak bisa kamu terima itu sekarang sudah berubah atau nantinya bisa kamu terima dengan lapang dada?

Layaknya menolak cinta orang yang bukan mantan, banyak pertimbangan yang akan dipikirkan apalagi jika ingin mengarah ke jenjang yang lebih serius. Maka dari itu, buat kamu yang pernah judge orang lain sebagai penganut idealisme karena menolak mantannya, ada baiknya kita pertimbangkan juga pihak yang menolak itu. Karena urusan dunia ini bukan hanya cinta, cinta memang bisa membuat buta. Karena itulah bisa membuat kesalahan, juga kesalahan sama yang diulang-ulang.

Jadi, mulai sekarang coba deh jangan judge seseorang yang melakukan penolakan kepada mantannya karena urusan idealisme. Seseorang penganut idealisme pasti akan ada saatnya luluh juga kok, apalagi kalau memang dibuktikan dengan aksi-aksi cinta yang tidak dibuat-buat tentunya. Ini juga yang sering membuahkan pasangan lama kembali bersatu.

Nah, buat yang berantisipasi, pastinya ada banyak pertimbangan dalam hidup mereka. Bukan dari diri sendiri saja, tapi juga dari pihak lain terutama si mantan. Biasanya yang berantisipasi sudah gak mempan dirayu dengan berbagai janji-janji manis sih. Lebih ke realita kehidupan yang memang tidak semanis semua janji-janji itu.

Persentasi keberhasilan untuk CLBK dengan orang yang berantisipasi jauh lebih kecil daripada seorang penganut idealisme tampaknya. Karena di sini pasti ada banyak hal-hal yang tidak ingin terulang kembali olehnya, mungkin bisa juga karena trauma-trauma yang kita tidak pernah tahu. Yang kemudian dia berhasil sembuh dari trauma itu dan tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama kembali.

So, mulai sekarang jangan judge orang lain dengan kata idealisme ya. Kita tidak tahu cerita cinta mereka yang sebenarnya bagaimana. Ada hal apa saja yang sedang dipertimbangkan atau mungkin ditakutkan untuk terulang kembali. Trauma yang dialami seseorang itu mungkin tidak semudah itu untuk disembuhkan. Baiknya sebagai orang di sampingnya, kita dukung saja apapun keputusannya dan berikan masukan yang positif saja. Be happy!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Pecinta travelling dan dunia tulis menulis sedari dulu. Berharap selalu bisa melihat sisi lain dari dunia dan bisa berbagi pengalaman serta dapat memberikan inspirasi kepada semua orang yang membutuhkan.

CLOSE