Hai,Apa kabar?

Hari ini tepat dua minggu aku tidak berkomunikasi denganmu.kamu tahu, ini Februari 2018. Sama sakitnya dengan yang aku rasakan di Februari 2017, setahun yang lalu.Yang beda hanya penyebabnya.Tak perlu aku ceritakan apa yang terjadi di Februari 2017. Di tahun ini aku sakit karena berani mengambil keputusan untuk meninggalkan kamu, orang yang aku cinta. Aku tidak mau bercerita dari awal, kenapa dan bagaimana aku bisa ada di situasi seperti ini, kamu pasti tahu ceritanya.

Advertisement

Untuk setengah tahun terakhir ini,hidupku kujalani denganmu. Aku bahagia, seseorang yang kukejar dari awal ternyata bisa sedekat ini denganku bahkan keluargaku. Kamu adalah warna baru di hidupku. Hari-hariku berat saat ini karena aku harus membiasakan diri tanpa kamu. Aku hanya takut jika terus bersamamu, aku akan bergantung denganmu. Sedangkan kamu sebenarnya bukanlah seseorang yang aku miliki.

Maafkan aku,a ku sudah tidak bisa lagi menjadi seseorang yang selalu ada untukmu, maafkan aku yang tidak bisa lagi mendengar rengekan kamu yang seperti anak kecil hanya karena ingin membeli sesuatu yang baru untuk motor sport kesayanganmu, maafkan aku, aku menyerah.Bukan tanpa sebab aku seperti ini. Aku hanya tidak ingin menjadi seseorang yang selalu di posisi yang salah. Aku tidak mau menyakiti diriku lagi dan aku tidak mau membuat kamu menjadi laki-laki yang penuh dengan kebohongan.

Kamu baik, aku juga baik. Dan apabila berjodoh kita akan dipertemukan dengan cara yang lebih baik lagi. Tapi jika tidak, Aku dan Kamu akan dipertemukan dengan orang yang lebih baik lagi. Maafkan aku yang memutuskan hubungan ini secara sepihak, Aku tahu kamu kaget. Walaupun kamu tidak bertanya kenapa aku mengakhirinya, Aku tidak marah. Karena Aku tahu kamu tidak akan bisa memutuskan apa-apa.

Advertisement

Yang harus kamu tahu, Aku sakit karena kamu, tapi sedikitpun aku tidak pernah menyalahkan kamu. Karena dari awal keputusan berada di tanganku. Jujur, Aku sedih dengan situasi ini. Suara motormu yang biasanya terdengar sampai di kamarku, sudah tidak ku dengar lagi. Kamu yang sering datang tiba-tiba ke rumahku, sudah tidak ku temui lagi. Di setiap sudut rumahku itu kamu. Hanya berdoa yang bisa aku lakukan untuk saat ini dan seterusnya. Untuk menyampaikan rinduku,untuk menyampaikan cintaku.

Sampai sekarang, tidak ada yang berkurang dari cintaku ke kamu. Hanya saja rindu yang bertambah.


Aku rindu, kamu juga. Itu pasti ,kamu jangan berbohong. hehehe:)


Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya