Hai, kamu yang pernah sekedar mampir dalam kehidupanku!

Masih ingatkah kamu? Aku gadis biasa yang tidak ada apa-apannya dibandingkan dia yang saat ini telah mendampingimu. Kamu masih ingat, kan? Aku ini gadis yang terkesan kuno, polos, cuek dengan trend dan tidak elok berias seperti gadis-gadis cantik zaman sekarang.

Kamu juga pasti masih ingat, kan? Bagaimana model pacaran kita dahulu? Hubungan kita masih dibatasi oleh ketatnya peraturan orangtua. Jangankan seperti pasangan lain yang dengan luwesnya show up kemesraan mereka, untuk sekadar bermalam minggu saja tak pernah ada satu malam pun kita lalui.

Dan aku masih sangat ingat sekali, kamu pernah mengeluhkan karena sulit untuk bebas membawaku pergi kemana pun kamu bermain. Bukan tak boleh, hanya saja kita masih dibatasi untuk tidak hang out sampai larut malam atau hang out malam hari. Apa daya, orangtua kita lebih suka kita menghabiskan waktu dengan mengobrol di rumah bersama mereka. Karena mereka hanya ingin hubungan kita serius bukan hanya sekedar bermain-main.

Yah, itulah aku hanya sekedar flashback tentang kita di masa dahulu.

Advertisement

Sempat aku bertanya-tanya dan mencari jawaban apa sebab secepat itu kamu berubah dan lebih memilih berpaling bagaikan kilat. Namun aku pasrahkan saja kepada Yang Maha Kuasa atas kesakitan yang aku lalu rasakan. Aku sudah lupakan, aku sudah tidak hiraukan dan sudah tak butuh jawaban atas pertanyaan besar yang dahulu pernah membuat pikiranku kalut.

Saat aku sudah mulai berdamai dengan masa laluku, kini datang kabar bahwa kamu sudah lebih bahagia dengan dia. Dia gadis yang lebih cantik, yang lebih trendy dan kamu bisa dengan percaya dirinya show up kepada teman-temanmu memiliki dia. Bersama dia, kamu bisa dengan bebasnya pergi kemanapun tanpa ada batasan, kamu senang karena bersama dia kamu bisa memeluknya, dan show up kemesraan serta kecupan di depan publik.


Kamu tahu apa responku? Aku hanya bisa tertawa saat ini.


Hai, sekarang aku sudah menemukan jawabannya kenapa kamu lebih memilih untuk bersama dia. Ya, terjawab kamu sudah bosan denganku! Karena dia adalah wanita impianmu, bisa disimpulkan kamu juga mejalani hubungan denganku hanya sekadar mengisi hati dan waktumu yang kosong saja. Sangat rapih sekali permainanmu.


Aku tidak iri, aku tidak jealous, aku tidak dendam, dan aku pula sudah mengiikhlaskan.


Inilah aku apa adanya, aku tetap bangga menjadi diri sendiri karena aku merasa bahwa aku bukan gadis gampangan. Justru aku merasa lega dan bersyukur karena Tuhan telah menjauhkan aku dari orang seperti kamu.

Terima kasih atas kabar baiknya, congratulations! Jangan kamu pikir aku menyesal atau cemburu atas kebahagiaanmu sekarang. Aku turut berbahagia juga dan aku merasa lebih beruntung saat ini!