Opini Tentang Keadilan. Halo, Kamu Apa Kabar?

Keadilan apa kabar

Negara dengan sejuta keindahan, keragaman, dan kebudayaan. Ya, Indonesia. Pancasila, UUD'45, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika adalah empat pilar kebangsaan yang memperkokoh dan memperkuat bahtera bangsa ini untuk dapat mengarungi derasnya ombak yang menerpa. Namun sangat disayangkan, belakangan ini bahtera itu tak lagi kokoh seperti dulu, entah apa yang membuatnya rapuh dan tak berdaya? Yang jelas, ini menjadi tugas dan tanggung jawab anak bangsa untuk mengokohkan kembali bahtera mulia itu agar tak lagi goyah meski dihantam besarnya gelombang dan tak mudah mundur meski dihadang dengan berbagai serangan.

Advertisement

Fenomena persidangan kasus Novel Baswedan tidak lebih dari sekedar drama dalam drama atau drama berbingkai. Hal itu tampak begitu jelas mulai dari pengaburan beberapa alat bukti, tidak dihadirkannya beberapa saksi kunci, sampai pada vonis hukuman kepada terdakwa yang terkesan lucu dan menghibur. Mau sampai kapan seperti ini? Sampai ada Novel Baswedan yang berikutnya? Atau sampai ditemukannya vaksin kezaliman dan kelicikan? Saat ini, di tengah pandemi yang belum berakhir, bangsa Indonesia bukan hanya membutuhkan vaksin virus COVID-19 tetapi juga butuh vaksin virus kezaliman yang sudah mulai merajalela di hukum kita.

Segala keputusan yang diambil oleh pemangku kebijakan adalah potret bagaimana keadaan dan kepribadian para pimpinan-pimpinan kita, semangat dan spirit keputusan itu harus bernapaskan maslahat bersama. Jika diibaratkan sebagai bangunan maka mereka adalah pondasinya sementara negara adalah bangunannya, manakala mereka roboh maka bangunan pun akan ikut runtuh. Rasanya, usia NKRI yang sudah mencapai 74 tahun ini bukan lagi usia yang tepat untuk tidak berbuat adil layaknya usia belasan tahun dan tentunya lebih berpengalaman dalam menegakkan keadilan. Rakyat selalu menanti kepastian hukum yang adil dan berimbang, era demokrasi adalah era di mana begitu mudahnya menentukan benar tidaknya suatu langkah ata keputusan yang diambil.

Advertisement

Jangan salahkan rakyat yang mulai gelisah dan bimbang kepada siapa mereka harus percaya, boleh jadi rasa itu masih bisa diatasi dengan pembuktian adanya keadilan bagi seluruh rakyat di mata hukum. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa kegelisahan dan kebimbangan itu akan berubah menjadi kekecewaan yang berujung kepada pemberontakan secara besar-besaran seperti yang pernah terjadi pada tahun `98. Sebagai generasi penerus bangsa, sudah sepatutnya kita jaga dan kita kawal bersama bahtera negeri ini dari gelombang-gelombang yang tidak berkeadilan dan merugikan para penumpangnya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE