Hidup di Dunia yang Penuh dengan Retorika dan Banyak Hal Tak Terduga

Keluh kesah manusia merasuk dalam sebagian isi Bumi, menghibur segenap alam, tak berlogika di atas kenangan. Sampai kapan semua berubah seperti mimpi dikemudian hari, semua telah memanggilmu sesaat hening sejenak. Ilusi bukan abstraksi yang harus hancur dimakan kontruksi. Ruang hampa tak berarti sunyi karena logika tak pernah bermain sendiri tanpa peran sebuah batin, terkadang khayalmu merasuk sukma tak berarti memberi mimpi. Begitulah hidup, sesaat diberi rasa senang sesaat mendapat perih yang menjadi kenangan, jika perpisahan bukanlah duka, namun harus menyisakan luka.

Advertisement

Sistem secara dinamis telah berevolusi mengikuti zaman, arus khayal tingkat dewa tak rampung oleh dimensi retorika. Realita personal tak general, melainkan bermain logika ditengah peradaban. Esok hari berharap menjadi juara meski tau bahwa hati tak pernah bersuara. Jika satelit dapat lepas landas tinggi diluar angkasa sana, bagaimana dengan mimpi yang selalu menempel dengan kasur. Analisa setiap jiwa berbeda beda, ruang semu yang hadir masi bisa menghiasa alam sunyi, jika suci adalah putih, maka hitam bukanlah kotor. Dunia tidak seperti antonim yang kau pelajari dimasa sekolah.

Dunia penuh dengan retorika dan banyak hal hal tak terduga. Dedikasi yang kau bayar karena retaknya logika secara terstruktur tak cukup memberi senyuman di sore hari. Kadang ilusi dapat bermain ditengah kata, namun kebohongan selalu muncul seperti hujan. Menekan arus hanyalah usaha, jika sia sia maka mimpimu yang terlalu naif. Diamlah, sang rembulan perlu waktu ditengan malam untuk menari, karena bintang hanyalah halusinasi dari jauh, jika dekat menjadi sang Raja. Hal indah selalu melampaui segala isi hati yang bergejolak dan membisu.

Advertisement

sajian mimpi dimalam hari hanya teman sesaat, cermati hidup ini, tak selamanya memiliki orang yang selalu menolongmu, mulailah berbenah menata kehidupan, jangan terlalu bodoh melihat kehidupan, pahit jika dilihat, manis jika diperjuangkan. Atas dasar logika dalam menjalani hidup terkadang bersifat sementara, sedangkan bersabar sifatnya abadi. Efek terbatas dari kemampuan manusia dalam mengelola alam semesta menjadikan manusia bergantung kepada Tuhan, masa lalu menjadikan dirimu sebagai individu yang idealis namun tetap realistis jika masa lalumu begitu pahit. Bagaimana bunga akan mekar jika mentari enggan menyinari Bumi, langit hanyalah batasan antara ruang mimpi dan realita, terkadang hidup tak selalu rampung di dalam berlogika, namun hati dipaksakan ikhlas dalam mencari resolusi. Kesederhanaan berawal dari hidup yang selalu bersyukur dan menikmati indahnya semesta karya Tuhan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE